
Setiap orang terlahir dengan paket karma lampaunya. Paket tersebut berisikan karma baik dan buruk yang lengkap. Banyak karma baik, banyak pula karma buruk.
Jadi hasil dari karma-karma tersebut akan berujung kepada dua hal, kondisi yang menyenangkan dan tidak menyenangkan.
Hingga pada akhirnya, kenyataan ini akan terhubung lagi dengan situasi keseharian kita. Baik dan buruk adalah nyata adanya. Semuanya adalah kondisi yang datang silih berganti mengisi kehidupan sehari-hari.
Seperti yang dialami oleh Zi Wei, Wei Wei dianugerahi oleh Tuhan dengan kelebihan supranatural seperti bisa melihat kehidupan sebenarnya. Dan dengan adanya kemampuan lebih itu, dirinya sering tertekan sendiri hingga memerlukan bantuan psikiater seperti Luo Bai.
Luo Bai menyarankan agar Zi Wei menerima kenyataan apa adanya, bukan dengan menolaknya maka dia akan lebih mudah menjalani hidup ini. Dengan demikian maka karma buruk yang sudah berbuah akan terasa lebih enteng untuk ditapaki.
Zi Wei masih mengingat setiap kehidupannya di masa lampau. Bahkan kini, dia menduga jika seseorang di masa lampaunya hadir lagi di kehidupan baru ini. Meskipun Zi Wei masih menduga tanpa bukti yang pasti, Wei Wei berharap jika dia dan seseorang itu tidak lagi terikat seperti dahulu. Namun ... takdir berkata lain. Semakin dia berusaha menjauh, maka takdir selalu mempertemukan mereka berdua. Hingga Zi Wei tak mampu lagi melawan kehendak takdir. Zi Wei akan melakukan hal yang disarankan oleh Luo Bai teman baiknya.
"Kau yakin tidak apa-apa jika aku tidak ikut denganmu?" tanya Zi Wei pada artisnya. Karena bagaimanapun, Zi Wei harus bertanggungjawab penuh atas keselamatan Shen Jun sebagai seorang asistennya.
Jun yang meminta Zi Wei tidak perlu menemaninya ke studio rekamannya, memiliki alasan khusus agar wanita itu tidak perlu melihat seperti apa kerasnya perjuangan Shen Jun menciptakan sebuah maha karya berupa lagu.
Terlebih lagi, Bos Huang atau pemimpin Big Star meminta Zi Wei datang ke kantor. Sehingga, Shen Jun mengantar Zi Wei sebelum dia melanjutkan kembali pekerjaannya.
"Aku sudah terbiasa sendiri," jawab Jun santai.
__ADS_1
Zi Wei juga sangat tidak keberatan jika Shen Jun melarangnya untuk ikut bersama ke studio. "Baiklah!"
Akhirnya, Zi Wei mengikuti kemauan Jun untuk kembali ke kantor dan berniat meninggalkan Shen Jun. Wei Wei berbalik dan melangkah menuju lobi utama.
Namun, dari arah pintu masuk basement Big Star Entertainment, sebuah mobil berjalan kencang dan hampir menabrak Zi Wei. Untung saja, dengan cepat tanggap Shen Jun menarik tangan wanita itu untuk menyelamatkannya.
Shen Jun menarik Zi Wei dan berakhir dalam pelukannya. Jantung kedua anak manusia itu berdehem kencang akibat kontak fisik mendadak barusan. Bahkan Zi Wei semakin yakin jika Shen Jun adalah seseorang yang dia curigai sebagai pria yang telah membunuhnya di kehidupan sebelumnya.
Perasaan seperti ini, pernah Zi Wei rasakan. Kehangatan dan juga rasa aman sementara seperti ini pernah Zi Wei alami dan rasakan dahulu. Bahkan Zi Wei telah menggantungkan harapannya hingga memetik sebuah kekecewaan.
Harapan besar yang dia agungkan, nyatanya membawa Zi Wei ke lembah kehancuran. "Te-terimakasih ... " ucap Zi Wei dengan terbata. Napasnya memburu hingga Shen Jun bisa merasakan embusan hingga helaan napas Zi Wei dengan mudah.
Tak ingin terjebak dalam keadaan tak biasa 'seperti ini, membuat Zi Wei bangkit dari pelukan Shen Jun dan segera merapikan rambutnya karena sempat menabrak dada bidang Shen Jun.
"Wei Wei? Benarkah kau Zi Wei?' Dari arah belakang, seorang wanita dewasa memanggil Zi Wei.
Dengan alasan inilah, Zi Wei berhasil melepaskan diri dari Shen Jun dan segera menoleh ke arah suara merdu wanita itu.
"Bu Jane?" Antusias, Zi Wei berbalik arah dan mendekati wanita yang telah lama tidak bertemu dengannya lagi.
__ADS_1
"Hei, kau tumbuh dengan baik, Nak! bagaimana kabarmu?" Selain menatap Zi Wei, Bu Jane juga melirik sinis ke arah Shen Jun.
Zi Wei berniat memperkenalkan Bu Jane kepada Shen Jun, mumpung pria itu berada di sini. Dan Jun juga bisa menduplikasi cara Bu Jane agar semakin populer di masa depan.
"Perkenalkan, kurasa kau sudah mengenalnya, Tuan Shen!"
Shen Jun tidak kalah sinis juga, ketidaksukaan sungguh jelas di wajah tampannya. "Iya, aku tahu."
"Lalu, Bu Jane. Dia adalah artisku. Bagaimana? Cukup oke bukan?" goda Zi Wei kepada Jane seperti seorang teman yang telah lama tidak berjumpa.
Bu Jane mengulurkan tangannya agar dia dan Jun bisa berjabat tangan. Tetapi ... Shen Jun mengacuhkannya.
"Tidak mudah bagiku untuk mengenal orang asing, sebagai asistenmu harap ingat itu dengan baik," ujar Shen Jun dengan nada tegas.
Baru kali ini Zi Wei melihat dan mendengar Shen Jun dengan sikap arogansi seperti itu. Meski sempat mendengar dari rumor jika Shen Jun memiliki sikap yang tidak manusiawi. Namun, Zi Wei selalu berpikir positif kepada setiap artisnya. Dan kini, Zi Wei melihat hal tersebut.
Sebagai personal assistant, Zi Wei harus memahami dan mengikuti instruksi bosnya, serta menyampaikan informasi tersebut kepada yang berkepentingan dengan jelas. Maka, Zi Wei berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memahami artisnya. Sebelum sampai pada jenjang kariernya ini, Zi Wei berangkat dari sebagai asisten pribadi seorang artis wanita. Artis itu tidak lain adalah Bu Jane yang kini berdiri berhadapan dengan Shen Jun.
"Bocah nakal, apa seperti ini rasa hormatmu kepadaku?" Tidak kalah dari Shen Jun, Bu Jane juga mengeluarkan nada tingginya.
__ADS_1
...****************...