
"Sayang ... " Zi Wei datang ke sebuah Restoran Jepang dan menerobos masuk ke ruang VIP dengan memekik histeris.
Sambil berlari menghampiri sepasang pria dan wanita yang tengah duduk bersila di ruangan kelas satu tersebut, Zi Wei mengepalkan kedua tangannya hendak meninju wajah Shen Jun.
Terlepas dari semuanya, Jun tidak menduga jika Zi Wei lah yang akhirnya datang mengusik rencana Han Kexin. "Sa ... sayang?" Wajah tampannya seolah terlihat kaget dengan kedatangan Zi Wei. Sontak saja, Shen Jun terlonjak hingga bergeser agak jauh dari arah luar.
Lalu dengan jari telunjuknya, Zi Wei menunjuk Shen Jun seraya membombardir, "Berani-beraninya kau berselingkuh di luar, ya? Ini bukti terang daripada gelap!"
"Apa maksudmu, sayang?"
Guna menjelaskan secara diam-diam, Zi Wei memberi kode berupa kedipan mata agar pria bodoh itu bisa mengerti keadaannya dan tidak terlalu kaget dengan sandiwara dadakan ini.
Semua ini dilakukan Zi Wei atas desakan dari Huang Yin. Gadis itu terus meneleponnya dan mengatakan jika Shen Jun dalam masalah besar. "Rupanya inilah masalahnya,"
Selain mendapatkan Shen Jun tengah berkencan buta bersama artis cantik Kexin, Zi Wei juga melihat segelas teh di depan Jun yang tak berkurang sama sekali. Jika melihat waktu pertemuan, kiranya Jun memiliki alasan kenapa tidak meminum teh tersebut.
Muncullah ide untuk menyingkirkan masalah kecil itu, Zi Wei memberi kode berupa aba-aba hitungan satu hingga tiga, dan kembali berkedip agar Jun mengikuti arahan darinya.
"Siapa dia?" tanya Kexin kepada Shen Jun karena ada seorang wanita dengan pakaian minim berambut pirang dan mengenakan kaca mata hitam telah mengganggu waktunya.
Dan dengan lantang Zi Wei menjawab pertanyaan Kexin sebelum Shen Jun mampu menjelaskannya, "Aku tunangannya? Kau mau apa?"
"Sayang, ini tidak seperti yang kau kira!"
Mulut Zi Wei mulai berhitung tanpa mengeluarkan suara, Setelah hitungan ke tiga, Shen Jun harus menutup mata.
Benar saja, pada hitungan ke tiga, Zi Wei merebut teh di depan Shen Jun dan menyiramnya ke wajah tampan Shen Jun.
"Kau wanita gila!" pekik Kexin dengan histeris.
__ADS_1
"Lalu kau? Kau juga wanita gila, apa kau begitu tidak laku hingga merebut tunangan orang, ha?"
Sial sekali, mimpi apa Shen Jun semalam hingga mendapatkan sebuah kejutan dari Zi Wei seperti ini? "Aku memang ingin diselamatkan, tapi tidak dengan cara seperti ini, Zi Wei." Jun menggerutu di dalam hati seraya mengelap wajahnya yang basah dengan telapak tangan.
"Tunggu dulu, bau ini? Rupanya benar kecurigaanku, untung saja aku tidak meminum teh ini." Shen Jun menemukan bau aneh yang tidak biasa dari Cha hijau yang disiramkan oleh Zi Wei. "Ternyata Zi Wei begitu teliti hingga bisa menduga hal tersebut."
Keributan ini, belum usai. Zi Wei dengan tidak tau malu tetap berada di ruangan kelas satu restoran Jepang ini. Untung saja ruangan pada restoran ini dibuat terpisah sehingga, tidak ada orang umum yang bisa melihat tingkah mereka.
"Kau melakukan semua ini, dan aku bisa mengacaukan semuanya," sindir Zi Wei kemudian.
"Maaf, menunggu terlalu lama. Ini makanan Anda." Seorang pelayan berpakaian Yukata datang menyajikan dua mangkuk Ramen di sisi Kexin.
Namun sial, karena tersandung Yukata yang menjuntai, pelayan itu menjatuhkan semangkuk ramen ke paha Kexin. Hingga membuat Kexin berdiri dan memaki pelayan tersebut.
"Maafkan saya, Nona. Saya tidak sengaja. Mohon jangan marah."
Tidak hanya sampai di situ saja, Kexin pun mengangkat tangannya hendak melayangkan sebuah tamparan ke arah pelayanan wanita itu.
Tetapi, Shen Jun mampu menggagalkan usaha Kexin dan memintanya membersihkan pakaiannya yang kotor di kamar mandi.
Begitu Kexin keluar ruangan, dua orang wanita tadi tidak berhenti tertawa karena tadi sempat menahan tawa mereka.
"Tunggu, A Yin?" Shen Jun menyadari jika pelayanan tadi adalah adik sepupunya Huang Yin.
"Kau pikir siapa? Nona Huang terus menggangguku agar menolongmu," Zi Wei beranjak keluar ruangan karena tugansya telah usai.
Zi Wei bersedia membantu Shen Jun atas desakan Huang Yin dan juga Chen Mo. Tetapi, dia juga meminta A Yin untuk membantunya. Bagaimana juga Huang Yin adalah saudara Shen Jun.
"Aku tidak bisa menahan tertawa, perutku sakit, Ge!"
__ADS_1
A Yin juga mengikuti Zi Wei keluar hingga menyisakan Shen Jun seorang. Tidak ingin Kexin kembali menggodanya, Shen Jun berniat mengikuti dua orang wanita tadi.
**
Han Kexin kembali ke ruangan semula, Namun tidak ada siapapun. Emosinya membuncah hingga dia berteriak dan membanting semua sajian di meja. Tidak hanya itu saja, Kexin juga mendatangi ruang kontrol kamera pengawas hanya untuk melihat rekaman wanita berambut pirang tadi. "Aku tidak akan melepaskannya!"
Shen Jun berjalan mengikuti dua wanita tadi hingga masuk ke mobil Chen Mo. Huang Yin sangat puas bisa mengerjai wanita jahat itu.
"Ge, kenapa kau ikut masuk ke sini?" tegur Huang Yin setelah melihat Gege-nya masuk dan duduk di jok belakang mobil Chen Mo bersama Zi Wei.
"Xiao Meme, kalian harus menjelaskan semua ini padaku!"
"Keluar! apa yang mau dijelaskan? Itu salahmu sendiri karena kau suka tebar pesona, Tuan Shen." Zi Wei memulai lagi perdebatan dengan Shen Jun di kursi belakang supir lalu melepas rambut pasangannya untuk penyamaran ini.
Selain itu, untung saja atas pandangan Zi Wei ke depan, Zi Wei sempat meminta petugas kamera kontrol untuk mematikan CCTV pada ruangan VIP yang dipesan Kexin. Dengan alasan, "Nona Han tidak ingin diganggu, jadi kalian tidak perlu melihat adegan mereka," bujuk Zi Wei bersamaan dengan memberi beberapa lembar 10 Yuan RRC kepada petugas.
"Aku? Tebar pesona? Bagaimana denganmu yang tiba-tiba menerobos masuk dan mengaku tunanganku? Apa itu tidak terlalu tebar pesona?" Shen Jun juga tidak mau kalah karena Zi Wei menuduhnya tebar pesona kepada Kexin.
"Haiyaaaa ... ayo Chen Mo jalan saja, jangan pedulikan mereka yang di belakang kita!" Huang Yin meminta Chen Mo mengendarai mobilnya meninggalkan Restoran Jepang tersebut agar Kexin tidak menangkap mereka semua.
Tidak terima dengan tuduhan Shen Jun, Zi Wei menampilkan isi pesan dari Huang Yin melalui ponsel Chen Mo. Memang benar, jika A Yin lah yang terus memintanya.
"Jika bukan karena Nona Huang, aku tidak sudi mengaku tunanganmu. Aku memang tidak punya pacar. Tapi aku masih memiliki harga diri karena kau bukan tipeku."
"Kalian berdua kenapa ribut terus? Ge, kau harusnya berterimakasih karena kami telah membantumu? Sekarang keluarlah! ini bukan mobilmu!" sindir Chen Mo.
"Tan Ming telah membawa mobilku, aku harus bersama tunangan rumorku dulu. Di mana ada dia, di situ ada aku. Jika kau keberatan, Zi Wei bisa keluar juga."
...****************...
__ADS_1