Takdir Cinta Zi Wei

Takdir Cinta Zi Wei
Bab 23


__ADS_3

Begitu Zi Wei berada tak jauh darinya, Shen Jun seolah hendak menerkam mangsa dan tidak akan melepaskan begitu saja. Tanpa menunggu persetujuan dari Zi Wei, penyanyi papan atas itu berhambur ke arah Zi Wei serta menariknya meninggalkan pintu masuk Big Star tanpa peduli jika ada orang yang akan melihat mereka.


"Ada apa ini? Lepaskan aku!" Zi Wei memarahi Shen Jun yang dia nilai telah keterlaluan padanya.


"Lepaskan? Menurutmu bagaimana?" Barulah ketika Jun bisa memasukkan Zi Wei ke dalam mobil yang dia bawa, lelaki itu bisa mengurai emosinya.


"Kau salah makan, Tuan Shen? Atau kepalamu terbentur?"


Shen Jun semakin kesal dibuatnya, "Bisa-bisanya dia merasa tidak ada apa-apa?"


Tidak mau bertindak gegabah dan mungkin bisa melukai hati Zi Wei, Jun berinisial menjalankan mobil meninggalkan halaman Big Star Entertainment. Setidaknya, mereka bisa berbicara leluasa tanpa diganggu orang lain.


"Kau dari mana saja? Kenapa tidak pulang semalam?" Akhirnya Shen Jun mengeluarkan uneg-uneg yang ada di dalam hatinya. Meski begitu, Shen Jun masih terus berusaha menjaga emosi di depan Zi Wei. Jangan sampai emosi Shen Jun terlepas begitu saja.


Zi Wei tidak percaya Shen Jun bisa marah-marah hanya karena hal sepele seperti itu, "Oh itu." jawabannya singkat karena memang dia tidak melakukan kesalahan apapun.


Shen Jun mencibir, "Oh? Hanya Oh?" Dia merasa sangat kesal, "Apa kau tahu aku menunggu balasan pesanmu? Apa kau tahu aku menunggu kau pulang hingga tertidur di depan gedung rumahmu?"


Merasa serba salah, Zi Wei hanya bisa mencela serta menggosokkan hidung mancungnya. "Aku tidak pernah memintamu,"


Sontak, jawaban dari Zi Wei tadi menangkupkan kembali emosi yang sempat tertahan oleh Shen Jun. Bahkan jika tidak memikirkan keadaannya sekarang di depan Zi Wei, entah apa yang akan dilakukan olehnya.


Meksi begitu, alih-alih marah. Jun hanya diam saja. Bagaimana juga dia tidak berhak melarang ataupun meminta apa saja dari Zi Wei. "Aku hanya tidak ingin kau kenapa-kenapa, aku bisa terluka jika melihatmu terluka."


"Lalu? Bagaimana bisa aku terluka jika hanya minum bir dan makan hot pot bersama Do Ruan? Oh ayolah Tuan Shen. Kami berdua bukan anak sekolah dasar."


Perdebatan mereka berakhir ketika Zi Wei mengingatkan Shen Jun akan jadwal shooting keduanya. Sepertinya wajah Shen Jun belum berubah dari masam ke ceria.

__ADS_1


"Kau pasti terbebani dengan progam itu, aku sudah mengatakan padamu agar fokus saja pada albummu. Kenapa kau keras kepala?" Seperti inilah bentuk perhatian dari pengarah artis seperti Zi Wei.


Bahkan Zi Wei menawarkan kepada Shen Jun untuk menggantikannya mengemudi karena Jun tidak tampak membawa supir. Selain itu, Jun juga meminta Tan Ming untuk menyusulnya di lokasi shooting.


"Tidak perlu, kau tidak perlu ikut! kau di kantor saja. Bukankah semalam kau minum banyak dengan temanmu? Lagipula aku dan Xiao Mo ada asisten yang menemani." Jun kembali mengantar Zi Wei ke Big Star Entertainment sebelum dia berangkat menuju lokasi shooting acara.


**


Shen Jun terus saja cemberut sepanjang hari. Semua itu terjadi lantaran bintang tamu ragam pada episode ini tidak dibicarakan lebih awal oleh Sutradara Lin.


Terlebih lagi, bintang tamu yang didatangkan adalah wanita yang sering mengejarnya. Tidak hanya Jun saja, Huang Yin yang notabenenya anak manja juga merasa risih karena wanita yang bernama Han Kexin terus mendekati dirinya untuk mengorek informasi tentang Shen Jun.


Huang Yin bahkan harus berpura-pura memiliki banyak pekerjaan meski Xiao Mo bisa melakukan apa-apa sendiri.


"Bantulah aku, Chen Mo. Dia adalah wanita yang bisa menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuannya."


Jika tidak bisa mendekati Huang, Kexin nekat terus menempel di dekat Shen Jun. Hingga membuat Jun mengerutkan keningnya.


Tidak hanya berakhir di situ saja, Kexin yang telah terlebih dahulu dekat dengan keluarga Huang, terus bertindak seenaknya dengan meminta Huang Rui, ibu Shen Jun untuk menciptakan kencan buta dengannya.


Alhasil, Shen Jun harus menerima semua itu karena Kexin mengancam akan mempublikasikan rahasia antara Nyonya Jane dengan Shen Jun.


"Kita akan segera menjadi saudara ipar, A Yin!" ucap Kexin dengan nada puas karena berhasil membuat Bibi Jane berpihak padanya.


"Wanita gila, dulu aku memang membelamu. Tapi dengan semua ide gila darimu, kakakku marah padaku." umpat Huang Yin.


Selama ini Huang Yin sempat terpengaruh oleh upaya Kexin untuk mendekatkan dirinya kepada Shen Jun. Tidak hanya itu saja, ide menyebarkan foto Zi Wei dan Chen Mo juga berasal dari Kexin. Huang Yin diperintahkan oleh Kexin agar mempublikasikan rumor itu agar hubungan Zi Wei dan Xiao Mo renggang.

__ADS_1


Tetapi, apa? Mereka sama sekali tidak terpengaruh oleh rumor yang beredar. Bahkan kini, Huang Yin seperti canggung jika berhadapan dengan Zi Wei.


"Ini tidak bisa dibiarkan! Xiao Mo, ayo kita bantu Gege!" ajak Huang Yin karena dia mengkhawatirkan nasib Shen Jun jika sampai kencan buta itu terjadi.


"Kenapa aku harus membantu saingan cintaku? Lelaki itu kini terang-terangan mendekat Jiejie," Xiao Mo keberatan, bukankah itu kabar bagus? Jika Shen Jun berhasil kencan buta dengan Han Kexin dia tidak perlu repot-repot bersaing dengan Shen Jun.


"Ingatlah, bagaimana dia membantu mengatakan masalah rumor itu?" bujuk Huang Yin.


Di dalam hati, Xiao Mo sebenarnya memiliki rasa peduli dan merasa memiliki hutang budi pada Shen Jun.


**


Wajah Shen Jun tampak kesal. Pria itu bersedia pergi ke tempat yang ditentukan oleh Han Kexin dengan setengah hati.


Berkali-kali dia menghubungi ibunya untuk melarang Kexin melakukan hal di luar batas. Tetapi Nyonya Jane beralasan, "Kenapa kau tidak mau? Bukankah kau tidak memiliki kekasih? Bagus jika ada yang mau denganmu meski itu Kexin." Seperti itulah balasan dari Huang Rui, Ibunya.


Tidak hanya mengirimkan pesan kepada Ibunya, Shen Jun juga meminta bantuan Tan Ming agar bisa menggagalkan kencan butanya bersama Kexin. "Lakukan apapun bahkan dengan cara apapun!"


**


Di tempat lain, Huang Yin terus memutar otaknya untuk menyelamatkan sang kakak dari jerat wanita ular itu. Terlebih lagi, Huang Yin juga tahu seperti apa niat jahat Kexin. Wanita yang tak segan-segan melakukan hal keji demi tujuannya itu, telah menyiapkan cara seperti membuat agar Shen Jun minum hingga kehilangan kesadaran dan manfaatkan momen tersebut untuk mencari keuntungan.


"Wei Jie, kita harus meminta bantuan Jiejie!" seru Huang Yin.


"Apa kau tidak punya malu? Kau sering mengkritiknya, lagipula hubungan kalian tidak baik." sindir Chen Mo.


"Hanya Jiejie yang bisa membantu, aku akan mengaku tunduk padanya jika Wei Jie bisa membantu Gege." Huang Yin segera mengambil ponsel Chen Mo untuk menghubungi Zi Wei, agar Jiejie bisa membantunya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2