
"Dimana nenek menyembunyikan rindu?" tanya Reno langsung setelah dirinya dan Deril sampai di rumah. Wajah Reno tampak memerah karena kesal nenek Siva telah menemui Rindu secara diam-diam dan malam mengungkitnya tentang biaya operasi pada gadis tersebut.
"Apa yang kau tanyakan? Rindu siapa yang kamu maksud?" tanya nenek Siva pura-pura tidak tahu.
"Katakan dari mana nenek bisa tahu bahwa saya yang membiayai operasi wajah Rindu!" teriak Reno karena nenek Syifa belum mau memberitahukan keberadaan Rindu. Reno yakin nenek Siva tahu dimana Rindu sekarang, kalau tidak dia tidak akan menagih tentang biaya operasi kepada gadis itu.
"Apa yang kau bicarakan Ren? Nenek benar-benar tidak mengerti kau bicara apa!" seru nenek siva tidak kalah kerasnya.
"Baiklah akan aku jelaskan kalau nenek tidak paham. Rindu adalah salah satu korban kecelakaan yang tanpa disengaja mobil mereka tertabrak oleh mobil papa. Kedua orang tuanya meninggal di tempat dan wajahnya menjadi buruk rupa akibat kecelakaan itu. Nenek tahu bertahun-tahun dia menjalani hidup dengan wajah buruknya dan senantiasa mendapatkan hinaan dari orang-orang. Dan satu lagi yang Reno tidak mengerti, bagaimana bisa pengusaha seperti keluarga kita tidak pernah bertanggung jawab terhadap kecelakaan itu. Nenek tahu tak ada uang belasungkawa sepeserpun yang sampai ke tangan mereka. Apakah salah kalau Reno memilih membiayai operasi wajahnya? Nenek seharusnya paham, dengan uang itu sekalipun sama sekali tidak bisa mengembalikan kebahagiaannya."
"Jadi benar dia adalah korban kecelakaan waktu itu?" tanya nenek Siva heran, bagaimana mungkin pengakuan gadis itu sama dengan pernyataan Reno kali ini. Dia pikir ucapan gadis itu hanya omong kosong belaka.
"Iya itu benar sekali. Jadi tolong katakan di mana dia sekarang!"
__ADS_1
"Untuk apa kamu mencarinya? bukankah kamu sudah bertanggung jawab dan sudah mengembalikan kecantikan wajahnya? Satu hal yang harus kamu tahu bahwa setiap korban kecelakaan saat itu sudah mendapatkan uang belasungkawa dan permintaan maaf dari keluarga kita sesuai porsinya. Jadi jangan pernah percaya pada ocehan gadis itu. Nenek yakin dia hanya ingin memeras kita."
"Nenek hentikan tuduhan nenek itu!Aku tidak tahu tentang semua itu dari Rindu tetapi dari orang lain. Kenapa Reno mau mencari gadis itu? Alasannya cuma satu yaitu karena aku mencintainya dan aku yakin tuduhan nenek itu sama sekali tidak benar dan sangat tidak beralasan. Tolong Nek katakan dia ada dimana!" mohon Reno sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Benar-benar berharap nenek Siva akan memberitahukan dimana Rindu berada.
"Kau tidak boleh ingkar janji Ren, kau sudah berjanji pada tabib itu kalau kau akan menikahi putrinya. Apa kau lupa atau kau ingin mempermalukan nenek di depan orang-orang karena punya cucu seorang pecundang? Nenek tidak mau tahu. Mau cinta atau tidak kamu harus menikahi Rizka. Kamu harus cepat-cepat konfirmasi kepada orang-orang bahwa pernikahan itu tidak jadi dibatalkan tetapi tetap akan dilangsungkan hanya saja waktunya yang ditunda."
"Maaf Nek Reno tidak bisa."
"Kalau begitu nenek tidak akan memberitahukan keberadaan gadis itu padamu."
Deril pun mengangguk dan berjalan ke arah Reno dengan membawa sebuah tas kerja. Sampai di samping Reno dia mengulurkan tas itu pada bosnya.
Reno mengeluarkan berkas-berkas dari dalam tas itu dan mengulurkan ke depan nenek Siva.
__ADS_1
"Mulai saat ini nenek saja yang pegang perusahaan. Aku dan Deril akan berhenti bekerja di perusahaan nenek. Aku akan mencari Rindu dan setelah bertemu kami akan tinggal di luar negeri dan tidak akan pernah kembali," ancam Reno.
Nenek Siva terlihat kaget. Ia lalu memandang Deril.
"Iya Nyonya, saya pun akan pergi keluar negeri. Kebetulan saya mendapat tawaran bekerja di salah satu perusahan besar yang ada di sana."
Mendengar perkataan Deril yang serius, nenek Siva hanya menelan ludah. Namun dia tidak mau terkecoh begitu saja. Dia yakin kedua orang di hadapannya sedang bekerja sama untuk membohonginya.
"Baiklah kalau itu mau kalian," ucap nenek Siva kemudian.
Reno hanya menarik nafas panjang. "Baiklah Der, kita pergi," ajaknya pada Deril dengan hati yang pasrah.
"Oke Tuan."
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak!🙏