
Kini sudah menunjukkan hampir senja. Acara makan meraka juga sudah selesai.
"Anin?"
"Iya?"
"Gimana soal kuliah kamu dan gimana keputusan kamu tentang apartemen itu?"
"Aku lulus di sana. Dan untuk apartemen aku mau tinggal disana."
"Kamu serius? Aku seneng dengernya."
"Tapi apartemen itu akan aku cicil ke kamu."
"No Anin. Aku ikhlas memberikan ini sama kamu. "
"Aku nggak mau di kasih gratis-gratisan seperti ini "
"Anin please aku nggak mau berdebat sama kamu. Please..!!"
Anin tak menjawab, ia hanya memalingkan tatapannya ke arah lain.
"Kalau nggak ada lagi yang mau dibahas aku pamit pulang. Aku pulang naik taksi aja. Terimakasih buketnya dan juga makanannya."
"Anin tunggu..!!"
"Aku datang jauh-jauh kesinu hanya demi kamu Anin, aku datang karena ingin menjemputmu."
Anin yang mendengar penjelasan dari Delano langsung memutar balik badannya.
"Jemput? Maksud kamu?"
__ADS_1
"Besok kita akan kembali ke kota. Kan lusa kamu pendaftaran ulang."
"Aku berangkat ke kota naik motor."
"Motor kamu nggak usah pikirin, motor kamu biarlah disini, di apartemen aku sudah menyiapkan kendaraan buat kamu. Lagian kamu akan kemana-mana bareng aku. Kendaraan itu hanya ketika aku nggak bisa temenin kamu."
"Yang jelas besok pagi aku jemput kamu, dan kita akan ke kota sama-sama. Ya sudah ayo aku antar kamu pulang."
Anin langsung berjalan mendahului Delano. Anin merasa kesal pada laki-laki yang bernama Delano.
Sekitar 50 menit, mobil Delano sudah terparkir cantik di halaman rumah Anin. Anin yang menyadari jika sudah sampai di rumahnya, langsung keluar dari mobil dan langsung masuk kerumah. Delano mengikuti Anin yang masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum bu." ucap Anin dan mencium tangan Ibunya.
"Waalaikumussalam, kalian sudah pulang ternyata. Ucap ibu sambil memberikan tangannya karena Delano yang ingin menyalim tangan Ibu Anin.
"Anin ke kamar dulu ya bu." ucap Anin dan langsung meninggalkan Delano dan Ibunya.
"Sebel kayaknya bu."
"Ya sudah kamu yang sabar hadapin anak ibu ya. Oh ya gimana besok jadi kalian ke kotanya?"
"Jadi kok bu. Aku juga udah beritahu Anin tadi."
"Baiklah, Delano ibu titip anak ibu padamu ya nak. Jaga dia baik-baik."
"Siap bu. Kalau gitu Delano pamit pulanf ya bu."
"Oh iya nak, terimakasih banyak ya nak. Besok kesininya pagi-pagi sekali ya biar kita bisa sarapan sama-sama."
"iya bu." ucap Delano dan mencium tangan Ibunya Anin dan langsung melangkahkan kakinya menuju mobilnya.
__ADS_1
Delano langsung menancapkan gasnya dan menelusuri jalan.
Sekitar 30 menit Delano sudah tiba di sebuah penginapan. Delano langsung segera mendaratkan tubuhnya di sebuah sofa.
Tring...tringgg
Mama calling..
"Halo mam..."
"Gimana rasanya setelah ngedet.?
"Biasa aja mama. Mama ada apa menelpon Delano?"
"Ini mama mau tanya soal apartemen dan Anin"
"Dia mau kok ma, besok aja ya kita bahas lagi."
"Ya sudah."
"Oh iya gimana besok? jadi kamu pulangnya kan?"
"Iya ma. Aku pulangnya bareng Anin."
Tuttt
Tiba-tiba panggilan terputus sepihak. Delano yang tidak mau pusing, ia kembali meletakkan ponselnya dan mencoba untuk tidur sejenak.
Tak lama Delano tersenyum sendiri mengingat hal yang tadi saat bersama Anin. Satu dua tiga Delano akhirnya tertidur juga.
****
__ADS_1