Takdir Yang Berbicara

Takdir Yang Berbicara
Bab 13


__ADS_3

Azura duduk di tempat duduk balkon kamarnya, mengenang masa-masa bahagia bersama sahabat baiknya, Lita. Dia tersenyum sendiri ketika mengingat momen-momen lucu dan mendalam yang mereka lewati bersama. Kenangan akan tawa, canda, dan dukungan yang mereka berikan satu sama lain selama bertahun-tahun terasa begitu berharga.


Berpikir tentang Lita, Azura merasa hampa karena saat ini hubungan mereka sedang diuji. Namun, dia juga berharap bahwa mereka dapat mengatasi permasalahan mereka dan kembali ke kedekatan yang mereka miliki sebagai sahabat terbaik. Sambil duduk di balkon dengan pemandangan malam yang tenang, Azura berharap agar hubungan mereka dapat pulih dan menjadi kuat seperti dulu lagi, meskipun hanya sedikit harapan tersisa


Azura teringat kala itu di sore hari ketika Lita mengatakan bahwa dirinya sedang dekat dengan seseorang yang kini sedang kuliah di luar negeri.


Azura merasa penasaran melihat senyuman malu-malu Lita. Mereka berdua duduk di kamar Azura yang mewah, dengan suasana yang nyaman dan menenangkan. Kamar Azura merupakan ruang mewah yang mencerminkan keanggunan dan kemewahan. Dindingnya dicat dengan warna krem lembut yang memberikan kesan tenang dan damai. Langit-langit tinggi dihiasi dengan pernik gantung kristal yang menghasilkan kilauan cahaya yang memancar di seluruh ruangan.


Di tengah kamar terdapat tempat tidur king-size yang dilapisi dengan selimut sutra mewah dan seprai berbahan halus. Hiasan bantal-bantal berwarna-warni menghadirkan sentuhan elegan di atas tempat tidur. Di sisi tempat tidur, terdapat meja rias dengan cermin besar yang dikelilingi lampu-lampu bercahaya lembut.


Kamar ini juga dilengkapi dengan ruang duduk yang nyaman. Sebuah sofa berwarna netral dihiasi dengan bantal-bantal yang cocok, menciptakan sudut santai di mana Azura dapat membaca atau beristirahat sejenak. Lantai bermotif kayu yang indah menambah nuansa hangat ke dalam ruangan.


Di sudut kamar, terdapat pintu geser yang mengarah ke balkon pribadi dengan pemandangan taman yang indah. Azura sering duduk di sini, menikmati udara segar dan pemandangan yang menenangkan.


Di sudut lain kamar, terdapat meja kerja mewah dengan peralatan modern untuk membantu Azura dalam pekerjaannya. Rak-rak dengan koleksi buku-buku terpilih dan dekorasi artistik melengkapi tampilan ruangan yang elegan.


Kamar Azura merupakan tempat yang sempurna untuk beristirahat dan merenung, menciptakan atmosfer yang penuh kemewahan dan kenyamanan, cocok dengan statusnya sebagai seorang anak tunggal kaya dalam lingkaran sosial yang tinggi.


Dengan perasaan malu-malu, Lita kemudian mengungkapkan rahasia besarnya.


"Azura, ada yang ingin aku beritahu padamu." Lita tersenyum malu-malu.


"Apa itu, Lita. Ayo cerita padaku!" Azura penasaran.


Lita masih tersenyum malu-malu, "Jadi, Azura, aku sudah dekat dengan seseorang."


Azura mata berbinar, "Serius, Lita? Siapa dia? Ceritakan lebih lanjut!"


Lita sambil tersenyum lebih lebar, "Dia adalah seorang mahasiswa dari luar negeri. Sebelumnya kami bertemu di sebuah acara dan mulai menghabiskan waktu bersama. Dia sangat cerdas, Azura, dan sangat perhatian. Aku merasa ada hubungan yang kuat di antara kami."


Azura memberikan sorot mata penuh kebahagiaan, "Lita, itu bagus sekali! Aku senang mendengarnya. Bagaimana perasaanmu?"


Lita berbicara dengan lembut, "Aku merasa sangat bahagia, Azura. Rasanya seperti ada yang hilang dalam hidupku selama ini dan sekarang aku menemukannya."


Keduanya terus berbicara dengan penuh semangat tentang perasaan Lita, kebahagiaan yang baru ditemukannya, dan harapan-harapan masa depan. Mereka merasa lebih dekat dan lebih terhubung satu sama lain dalam momen-momen seperti ini, membangun kenangan yang akan mereka simpan dengan baik.


Azura, dengan rasa ingin tahu yang besar, mulai bertanya pada Lita tentang siapa orang yang telah mendekatinya, dari keluarga mana, dan di mana dia kuliah. Namun, Lita tampak enggan untuk memberikan rincian lebih lanjut.


Azura penasaran, "Lita, kau harus bercerita padaku lebih lanjut tentang dia. Siapa dia? Dari keluarga mana? Kuliah di mana?"

__ADS_1


Lita dengan ekspresi ragu, "Azura, aku rasa aku ingin merahasiakan detailnya untuk saat ini. Ini masih sangat awal, dan aku ingin melihat ke mana hubungan ini akan membawaku."


Azura merasa penasaran dan ingin tahu lebih banyak, tetapi dia juga menghormati keinginan sahabatnya untuk menjaga privasi dalam hubungannya yang baru. Dia memutuskan untuk memberi Lita ruang dan waktu yang dia butuhkan untuk mengeksplorasi perasaannya sendiri.


Azura, semakin penasaran, bertanya lebih lanjut tentang bagaimana Lita menjalani hubungannya yang sedang dalam hubungan jarak jauh (LDR).


Azura masih penasaran, "Lita, bagaimana kamu dan dia menjalani LDR? Bagaimana kalian berkomunikasi dan mengatasi jarak?"


Lita dengan senyum tipis menjawab, "Kami mencoba yang terbaik, Azura. Kami sering berbicara melalui video call dan pesan teks. Kadang-kadang kami bahkan menonton film bersama secara daring untuk merasakan sedikit kebersamaan. Ini memang sulit, tapi aku merasa ada potensi besar di hubungan ini."


Azura sambil mengangguk, "Aku mengerti, Lita. Semoga kalian berdua dapat mengatasi jarak dan tetap kuat dalam hubungan ini."


Azura merasa lega mendengar bahwa Lita dan pasangannya berusaha keras untuk menjalani hubungan jarak jauh. Dia ingin yang terbaik bagi sahabatnya, meskipun masih ada banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam pikirannya.


Azura mencoba menggodai Lita dengan senyum nakal. "Apa kamu merindukannya?"


Lita tersenyum malu-malu, mencoba menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya. "Mungkin sedikit, Azura. Tapi kita harus tetap kuat dan menjalani ini dengan penuh keyakinan."


Keduanya tertawa lembut, menyadari bahwa meskipun jarak fisik bisa menjadi tantangan, hubungan mereka sebagai sahabat tetap kuat dan saling mendukung satu sama lain dalam perjalanan cinta dan kehidupan masing-masing.


Azura semakin penasaran dan ingin mendengar lebih banyak tentang bagaimana Lita bisa bersama pasangannya yang berada jauh di luar negeri.


"Lita, bagaimana ceritanya kamu bisa bersamanya? Apa yang membuat kalian berdua terhubung seperti ini?" tanya Azura.


Azura tersenyum, "Seperti cerita romantis, Lita. Aku bahagia untukmu."


Lita tersenyum lebih lebar, "Terima kasih, Azura. Ini memang seperti mimpi yang menjadi kenyataan."


Kisah Lita tentang bagaimana mereka bertemu dan mengembangkan hubungan mereka membuat Azura semakin terpesona dan bahagia untuk sahabatnya. Itu adalah bukti bahwa cinta bisa ditemukan di tempat-tempat yang paling tak terduga, bahkan dalam acara sosial yang sederhana.


Azura, yang terinspirasi oleh cerita romantis Lita, memiliki ide yang bagus.


Azura mengajak Lita, "Ngomong-ngomong cerita romantis, aku ingin nonton film romantis. Kita nonton yuk, Lita."


Lita tersenyum, "Ayo, Azura? Aku pikir ide yang bagus. Kita pilih film romantis yang bagus dan nikmati malam ini bersama."


Keduanya pun bersiap-siap untuk menikmati malam dengan menonton film romantis, sambil berbagi cerita dan tawa, menciptakan momen kebersamaan yang berharga.


Azura dan Lita mengenakan pakaian yang nyaman dan santai untuk sesi menonton film romantis mereka. Mereka akan menonton di dalam kamar, sehingga penampilan mereka tidak terlalu formal.

__ADS_1


Azura memilih untuk mengenakan piyama berbahan lembut dengan motif bunga-bunga yang manis. Rambutnya digelung rapi dan tanpa make-up, menciptakan tampilan yang santai namun tetap cantik.


Sementara Lita mengenakan setelan kaus dan celana tidur yang terbuat dari bahan yang nyaman dan lentur. Wajahnya segar tanpa riasan berlebihan, menampilkan kecantikan alaminya.


Meskipun penampilan mereka sederhana, kedua sahabat ini tetap terlihat segar dan bahagia, siap untuk menikmati malam romantis mereka bersama-sama. Yang terpenting, penampilan mereka mencerminkan kenyamanan dan keakraban yang mereka miliki sebagai sahabat baik.


Azura yang duduk di sebelah Lita dengan ponselnya di tangan, penasaran kira-kira film apa yang akan mereka tonton.


Azura bertanya, "Lita, film apa yang akan kita tonton malam ini?"


Lita mengambil remote TV, "Hmm, bagaimana kalau kita pilih film romantis klasik? Aku selalu suka film-film seperti itu."


Azura setuju, "Ide bagus! Mari kita cari film romantis klasik yang bagus."


Mereka berdua pun berdiskusi sebentar untuk memilih film yang akan mereka nikmati malam ini, menciptakan antusiasme dan kebersamaan dalam memilih hiburan mereka.


Ketika Azura dan Lita mencari film yang akan mereka tonton, Azura tak sengaja melihat trailer drama Korea yang sangat populer berjudul Goblin. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak memberitahukan kepada Lita tentang dramanya.


Azura dengan antusias, "Lita, tahu nggak, aku baru saja melihat trailer drama Korea yang sangat bagus. Namanya 'Goblin', ceritanya sangat romantis, menarik, dan ada unsur kolosalnya juga."


Lita terlihat penasaran, "Oh, benarkah? Bagaimana trailernya?"


Azura pun menunjukkan trailer "Goblin" kepada Lita di layar ponselnya. Mereka berdua menikmati melihat potongan-potongan dari drama tersebut, yang diwarnai dengan adegan-adegan romantis dan misteri.


Lita terkesan, "Wow, Azura, ini terlihat menarik. Apa kita bisa menontonnya malam ini?"


Azura sambil tersenyum, "Tentu saja, Lita. Ayo kita nikmati drakor 'Goblin' malam ini!"


Kedua sahabat ini semakin antusias untuk menonton drama Korea ini bersama-sama, menambahkan elemen baru dalam malam mereka yang penuh kebersamaan.


Azura membuka aplikasi menonton berbayar dan dengan cermat mencari drama Korea Goblin. Setelah menemukannya, dia menyiapkan episode pertama dan mulai memutar dramanya.


Saat layar televisi mereka memancarkan cerita yang memikat dan adegan yang mendalam, Azura dan Lita duduk bersama-sama, tertarik sepenuhnya oleh drama yang sedang mereka saksikan. Mereka tertawa, merasa haru, dan merasakan semua emosi yang disuguhkan oleh cerita yang indah ini.


Dengan suasana yang hangat dan layar penuh dengan cerita romantis "Goblin," Azura dan Lita menjalani malam mereka yang menyenangkan dan penuh kenangan bersama-sama.


Lamunan Azura tentang kebersamaan bersama Lita tiba-tiba buyar oleh suara sapaan Ravendra yang baru saja pulang.


Ravendra dengan senyuman menyapa, "Halo, Azura. Maaf, aku agak lama. Tadi di kantor ada yang harus diselesaikan."

__ADS_1


Azura tersentak kaget dan segera berbalik untuk melihat Ravendra yang baru tiba. Senyumnya kembali muncul, dan dia merasa senang melihat suaminya pulang. Namun, saat yang sejenak sebelumnya tentang Lita masih terbersit dalam pikirannya.


***


__ADS_2