
Setelah berselancar di dunia maya untuk mencari informasi tentang tempat tujuan bulan madu mereka, Azura dengan segera menyiapkan segalanya dibantu oleh pelayannya. Mulai dari pakaian renang sampai pakaian untuk pesta, karena beberapa restoran di sana mengharuskan para pengunjung memakai dress code. Tidak lupa obat pribadi yang mungkin susah untuk ditemukan di sana.
"Ada lagi, Bu?" tanya pelayan.
"Saya cek lagi saja, Bi. Takutnya ada yang ketinggalan. Bibi bisa ke dapur untuk menyiapkan makan malam." suruh Azura.
"Baik, Bu Azura." Pelayan pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
Beberapa hari kemudian, Bima datang ke rumah Ravendra untuk membicarakan urusan perusahaan. Selama mereka pergi bulan madu, perusahaan sepenuhnya Ravendra serahkan pada Bima, orang yang sangat dia andalkan.
"Selamat sore, Azura." Bima menyapa.
"Sore, silakan masuk." Azura mempersilakan. "Tunggu sebentar, Bima. Ravendra ada di kamar, saya panggilkan dulu. Silakan duduk."
Bima duduk di sofa empuk dan mewah di ruang keluarga yang luas. Ravendra merupakan keluarga kedua baginya. Bima sudah bekerja sangat lama sebagai asisten Ravendra, kemana pun Ravendra pergi, selalu ada Bima di sana.
Ravendra turun bersama Azura dan menyapa Bima. "Hey, Bima. Bagaimana di kantor?"
"Aman, Ravendra. Semua baik-baik saja." jawab Bima.
"Bima, besok kita akan pergi ke Maladewa. Aku titip perusahaan untuk sementara selama aku dan Azura berbulan madu." jelas Ravendra.
"Baik, Ravendra. Serahkan segalanya padaku, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga perusahaan." tutur Bima.
"Kamu sudah mengetahui semua jadwal rapat dengan klien dan rapat-rapat penting perusahaan. Jika ada masalah, segera hubungi aku." tegas Ravendra.
"Baik, Ravendra. Aku siap menjalankan semuanya." Bima mengangguk tanda mengerti.
"Baiklah, hanya itu saja pesan dariku. Sampai jumpa minggu depan ketika kami kembali." Ravendra mengakhiri pembicaraannya.
"Baik, Ravendra. Semoga kalian selamat sampai tujuan, selamat menikmati bulan madu kalian." Bima pamit pulang. "Jika sudah selesai, aku pamit pulang. Sampai jumpa lagi."
"Hati-hati, Bima." sahut Azura.
Setelah mempersiapkan segalanya, akhirnya pada keesokan harinya mereka pergi untuk bulan madu ke pulau Olhuveli di Maladewa. Azura memilih pulau tersebut untuk bulan madu karena pulau tersebut merupakan pulau romantis yang tenang dan tak berpenghuni. Dia ingin menghabiskan waktu hanya berdua dengan Ravendra.
Ravendra memesan taksi bandara, taksi Blue Bird untuk menjemput sekagus mengantar mereka ke bandara. Semua sudah siap mulai dari paspor hingga Sunscreen. Azura telah memesan tiket secara online jadi mereka hanya tinggal melakukan check-in.
Satu minggu sebelumnya pada saat akan memesan tiket, Azura memastikan terlebih dahulu ketersediaan dan harga tiket pada petugas tiket pesawat. Dia menghubungi petugas tiket melalui sambungan telepon.
Azura menekan tombol telepon dan mulai berbicara, "Halo, selamat pagi. Saya ingin memeriksa ketersediaan dan harga tiket pesawat dari Jakarta ke Maladewa untuk tanggal 10 September."
Petugas Tiket menjawab, "Selamat pagi. Tentu, saya senang bisa membantu. Mohon tunggu sebentar sementara saya memeriksa informasinya."
Beberapa saat kemudian...
Petugas Tiket melanjutkan, "Terima kasih telah menunggu. Untuk tanggal 10 September, kami memiliki beberapa opsi penerbangan untuk Anda. Salah satunya adalah penerbangan dengan Garuda Indonesia dengan transit di Singapura. Harga tiketnya adalah sekitar 700 dollar untuk kelas ekonomi.
Azura bertanya lagi, "Baik, terima kasih atas informasinya. Apa ada opsi lain yang tersedia?"
Petugas Tiket menjawab, "Ada, Bu. Penerbangan dengan Emirates yang memiliki transit di Dubai. Harga tiketnya sedikit lebih tinggi, sekitar 900 dollar untuk kelas ekonomi."
Azura masih penasaran, "Bagaimana dengan waktu perjalanan untuk kedua opsi tersebut?"
__ADS_1
Petugas Tiket menjelaskan, "Penerbangan dengan Garuda Indonesia memiliki total waktu perjalanan sekitar 10 jam, termasuk transit. Sementara penerbangan dengan Emirates memerlukan waktu perjalanan sekitar 12 jam, termasuk transit di Dubai."
Azura ingin mengetahui informasi lainnya, "Saya juga ingin mengetahui apakah ada opsi penerbangan dengan waktu lebih pagi."
Petugas Tiket menjawab, "Sayangnya, penerbangan pagi sudah penuh untuk tanggal tersebut. Namun, kami memiliki pilihan penerbangan yang berangkat sekitar pukul 15.00."
Azura mempertimbangkan, "Baiklah, saya akan pertimbangkan opsi tersebut. Oiya, bagaimana dengan ketersediaan tiket pesawat kelas bisnis atau VIP?"
Petugas Tiket mengecek, "Tentu, saya akan cek informasinya untuk Anda. Mohon tunggu beberapa saat."
Azura menunggu Petugas Tiket yang sedang mengecek. Beberapa saat kemudian...
Petugas Tiket melanjutkan, "Terima kasih atas kesabaran Anda untuk menunggu. Untuk tanggal 10 September, kami memiliki beberapa opsi penerbangan kelas bisnis yang mungkin menarik bagi Anda."
Azura penasaran, "Bagaimana dengan pilihan penerbangan kelas bisnis yang tersedia?"
Petugas Tiket menjelaskan, "Salah satu opsi yang bisa saya tawarkan adalah penerbangan dengan Qatar Airways. Penerbangan ini memiliki transit di Doha, Qatar, dan akan memberi Anda pengalaman kelas bisnis yang nyaman. Harga tiket kelas bisnis dari Jakarta ke Maladewa adalah sekitar 1,800 dollar.
Azura bertanya lagi, "Apakah ada pilihan VIP yang bisa dipertimbangkan?"
Petugas Tiket kembali menjelaskan, "Ya, kami juga memiliki layanan penerbangan VIP dengan maskapai khusus. Layanan ini termasuk penerbangan pribadi dengan kenyamanan ekstra dan layanan eksklusif. Namun, harga untuk layanan VIP ini bisa jauh lebih tinggi, tergantung pada opsi yang Anda pilih dan ketersediaannya."
Azura menanyakan waktu perjalanan, "Bagaimana dengan waktu perjalanan untuk pilihan kelas bisnis dan VIP ini?"
Petugas Tiket menjelaskan, "Penerbangan dengan Qatar Airways memiliki waktu perjalanan sekitar 11 jam, termasuk transit di Doha. Untuk layanan VIP, waktu perjalanan bisa lebih fleksibel tergantung pada jadwal yang Anda inginkan."
Azura agak bingung, 'Baik, terima kasih atas informasinya. Bagaimana cara memesan tiket untuk kelas bisnis atau layanan VIP?"
Azura mempertimbangkan lagi, "Terima kasih banyak atas bantuannya. Saya akan mempertimbangkan dengan matang sebelum mengambil keputusan."
Petugas Tiket berbicara ramah, "Tentu saja. Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau butuh bantuan tambahan, jangan ragu untuk menghubungi kami kembali. Selamat mencari pilihan yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan Anda!"
Azura berterima kasih, "Terima kasih, Anda sangat membantu. Sampai jumpa!"
Petugas Tiket membalas, "Sampai jumpa dan semoga perjalanan Anda nanti menyenangkan!"
Azura menutup sambungan telepon.
Setelah mencari informasi tentang tiket pesawat, Azura membicarakan informasi yang dia dapat dari Petugas Tiket dengan Ravendra. Ravendra baru saja pulang dari kantor, Azura sudah tidak sabar untuk bercerita.
"Sayang... Sayang, tadi aku sudah menanyakan infromasi tiket pesawat, menurut kamu lebih baik kita pilih yang mana?" mata Azura berbinar-binar.
"Terserah, Azura. Aku setuju dengan semua pilihanmu." Ravendra tersenyum.
"Baiklah, kita pilih penerbangan dengan Qatar Airways kelas bisnis, dengan waktu perjalanan sekitar 11 jam, nanti kita akan transit di Doha. Tapi harganya sedikit mahal, bagaimana?" Azura menjelaskan.
"Iya, Azura. Tidak apa-apa, aku setuju. Bahkan aku kira kamu akan memilih kelas VIP." Ravendra mencubit lembut pipi Azura.
"Tidak, Sayang. Kelas VIP terlalu mewah untuk kita, kelas bisnis sudah cukup. Baiklah, aku pesan sekarang ya!" celoteh Azura.
Sekali lagi Azura menekan tombol telepon pada ponselnya dan menyambungkannya lagi ke Petugas Tiket, "Halo, saya ingin memesan tiket pesawat dengan maskapai penerbangan Qatar Airways kelas bisnis untuk tanggal 10 September."
Petugas Tiket menjawab, "Halo! Baik, Bu. Terima kasih, memilih Qatar Airways kelas bisnis merupakan pilihan yang bagus. Anda pasti akan menikmati kenyamanan dan layanan premium mereka. Sekarang, mari kita tentukan tempat duduk yang Anda inginkan. Apakah Anda memiliki preferensi tertentu?"
__ADS_1
"Terima kasih! Saya ingin memastikan tempat duduk yang cukup luas dan juga pemandangan yang bagus. Apakah Anda memiliki rekomendasi?" tanya Azura.
Petugas Tiket menjelaskan, "Tentu, saya bisa membantu Anda dengan itu. Dalam kelas bisnis, tempat duduk biasanya lebih luas dan nyaman. Jika Anda ingin pemandangan yang baik, biasanya tempat duduk di dekat jendela adalah pilihan yang tepat. Saya akan memeriksa ketersediaan tempat duduk di penerbangan yang Anda pilih. Mohon tunggu sebentar."
Sesaat kemudian, Petugas Tiket berbicara kembali. "Baik, Bu. Saya menemukan beberapa pilihan tempat duduk di dekat jendela untuk Anda. Ada tempat duduk di baris 5, 8, dan 10. Semua tempat duduk ini menawarkan pemandangan yang bagus dan cukup luas. Manakah yang mau Anda pilih?"
Azura memilih, "Saya akan memilih tempat duduk di baris 8, jika memungkinkan."
Petugas Tiket berbicara ramah, "Tentu, saya akan memproses permintaan Anda. Tempat duduk di baris 8 sudah diatur. Anda akan menikmati pemandangan yang indah dari sana. Apakah Anda memiliki permintaan khusus lainnya atau apakah Anda siap untuk melanjutkan proses pemesanan?"
Azura berpikir sejenak, "Saya pikir saya sudah siap untuk melanjutkan proses pemesanan. Bisakah Anda memberi tahu saya langkah-langkah berikutnya?"
Petugas Tiket menjawab, "Tentu saja. Saya akan membutuhkan beberapa informasi tambahan dari Anda seperti nama lengkap sesuai paspor, tanggal lahir, dan detail kontak. Setelah itu, saya akan memandu Anda melalui proses pembayaran. Apakah Anda ingin melanjutkan sekarang?"
Azura menjawab dengan ramah, "Ya, saya akan memberikan informasi yang Anda butuhkan."
Setelah menerima informasi data dari Azura, Petugas Tiket kembali berbicara, "Baik, terima kasih atas informasinya. Saya akan memasukkan detail Anda dan memproses pemesanan tiket kelas bisnis Qatar Airways untuk dua orang di baris 8. Anda akan segera menerima email konfirmasi beserta detail perjalanan Anda."
Azura tersenyum senang, "Terima kasih banyak atas bantuannya! Saya sangat berterima kasih atas pelayanannya."
Petugas Tiket membalas, "Tidak masalah, Bu. Senang bisa membantu Anda. Selamat menantikan perjalanan yang menyenangkan dengan Qatar Airways. Jika ada yang perlu Anda tanyakan nanti, jangan ragu untuk menghubungi kami lagi. Semoga Anda memiliki pengalaman perjalanan yang luar biasa!"
"Terima kasih, saya pasti akan melakukannya. Sampai jumpa dan selamat tinggal!" Azura berterima kasih.
Petugas Tiket mengakhiri pembicaraannya, "Sampai jumpa, Bu! Semoga hari Anda menyenangkan dan memiliki waktu yang indah di Maladewa, serta kembali dengan kenangan tak terlupakan. Selamat tinggal!"
Azura menutup sambungan telepon dan bernapas lega. Azura telah memesan tiket dengan memilih masakapai penerbangan Qatar Airways dari Bandar Udara Soekarno-Hatta menuju Bandar Udara Internasional Ibrahim Nasir di Malé, Maladewa. Mereka akan transit terlebih dahulu di Doha.
"Azura, sudah siap?" tanya Ravendra.
"Iya, Sayang. Ayo berangkat!" Azura bersemangat.
Mereka menaiki mobil taksi Blue Bird yang telah dipesan. Mereka duduk di kursi penumpang di belakang. Koper-koper sudah dimasukkan ke bagasi. Kini mereka hanya membawa tas punggung yang cukup untuk barang-barang yang sangat penting saja.
Mereka tiba di bandara sekitar satu jam sebelum waktu keberangkatan. Sepanjang perjalanan menuju bandara, Azura tak hentinya berceloteh tentang apa saja yang akan mereka lakukan di sana. Ravendra hanya tersenyum saja.
Bagi mereka, perjalanan ke luar negeri merupakan hal yang biasa. Namun, perjalanan bulan madu bersama orang tercinta merupakan hal yang luar biasa.
Mereka melakukan check-in, kemudian melewati proses keamanan, dan menunjukkan paspor serta dokumen yang diperlukan. Setelah menunggu di tempat duduk yang nyaman dan menyantap makanan dan minuman yang enak sekitar satu jam di Lounge yang disediakan untuk kelas bisnis dan VIP, akhirnya mereka naik pesawat menuju Bandar Udara Internasional Ibrahim Nasir di Malé yang akan transit terlebih dahulu di Doha.
Azura dan Ravendra sangat menikmati penerbangan mereka. Mereka menikmati penerbangan selama 11 jam dengan pelayanan yang diberikan berupa hidangan gourmet yang lezat yang dimasak langsung oleh koki ternama dan minuman premium. Tak ketinggalan, Azura menikmati kit perawatan pribadi, seperti masker tidur, perlengkapan mandi, dan produk perawatan kulit, dia merasakan kenyamanan selama penerbangan.
Setelah penerbangan yang panjang, mereka mempersiapkan diri untuk tiba di Malé. Setibanya di Bandar Udara Internasional Ibrahim Nasir, mereka melewati proses imigrasi dan pemeriksaan kesehatan. Mereka menginjakkan kaki di tanah Maladewa dengan perasaan campur aduk antara gembira dan antusiasme. Di sekitar mereka, suasana tropis membaur dengan suara deburan ombak yang tenang dan semilir angin yang mengusap lembut. Langit biru yang tak berbatas tampaknya memberi sambutan hangat kepada mereka, seolah-olah merangkul kedatangan mereka dengan penuh keramahan.
Dengan mata berbinar, mereka berjalan melalui lorong bandara yang terang dan teratur. Azura tak sabar ingin melangkah ke dalam keindahan pulau tropis yang sudah lama dia impikan, sementara Ravendra, merasa seperti dia masuk ke dalam surga yang nyata.
Petugas di resor telah memberikan instruksi sebelumnya, dan begitu mereka keluar dari bandara, mata mereka segera mencari tanda-tanda untuk transfer ke Pulau Olhuveli. Seorang pria dengan seragam resor tersenyum dan menghampiri mereka. "Selamat datang di Maladewa! Saya akan mengantar Anda ke resor dengan speedboat," ujarnya dengan ramah.
Dalam perjalanan menuju pelabuhan, pandangan Azura dan Ravendra tertuju pada cakrawala yang tak terputus dari biru laut yang menakjubkan. Speedboat yang mewah dan nyaman menunggu mereka di dermaga, dan perlahan-lahan, dengan mesin yang berdentum lembut, mereka meluncur ke laut biru yang mengundang.
Angin laut mengusap wajah mereka dengan lembut, dan sinar matahari yang memancar membuat laut berkilauan seperti permata. Mereka menikmati perjalanan yang singkat namun penuh keindahan ini, seperti memasuki dunia baru yang hanya bisa mereka bayangkan sebelumnya.
***
__ADS_1