
Azura merasa hatinya hangat oleh kata-kata Ravendra. Dia merasa beruntung memiliki pria yang begitu kuat dan penuh pengertian di sisinya. Mereka mungkin menghadapi cobaan besar, tetapi dengan cinta dan dukungan satu sama lain, mereka memiliki harapan untuk menjalani perjalanan ini dengan penuh tekad.
Malam itu, mereka berbicara dengan jujur tentang perasaan masing-masing, tanpa menutupi rasa takut atau kebingungan yang mereka alami. Mereka mengambil langkah untuk tetap bersama dan menghadapi masa depan, meskipun jalannya mungkin tidak mudah. Dalam kehadiran satu sama lain, mereka menemukan kekuatan untuk melewati rintangan yang mungkin menghadang mereka di depan.
Akhirnya Azura memberikan cintanya pada Ravendra seutuhnya. Dia mengizinkan Ravendra untuk menyentuhnya layaknya suami istri. Azura merasakan sensasi yang luar biasa yang membuatnya ingin melakukannya lagi. Begitupula dengan Ravendra, sampai-sampai Ravendra menawarkan Azura untuk pergi bulan madu.
Pada keesokan malam, Azura dan Ravendra merasakan kemesraan yang begitu mendalam, tak tergambarkan dengan kata-kata. Setelah melalui perjalanan panjang penuh liku-liku, Azura merasa bahwa dia telah membuka hatinya sepenuhnya pada Ravendra. Dia merasa nyaman dan aman bersama suaminya.
Di tengah keintiman mereka, Azura merasakan sentuhan lembut Ravendra yang penuh kasih. Setiap sentuhan, setiap kecupan, terasa begitu tulus dan membawanya ke dunia yang sama sekali baru. Azura merasa begitu diberdayakan oleh perasaannya sendiri, dan dia merasakan bahwa cinta sejatinya memang ada bersama Ravendra.
Ravendra, di sisi lain, merasa bahagia dan terhormat. Dia merasa bahwa Azura telah memberikannya kepercayaan penuh, memilih untuk berbagi hati dan raganya. Baginya, momen ini adalah lambang cinta yang dalam dan tulus di antara mereka.
Setelah momen intim yang penuh makna, Ravendra dengan penuh kelembutan menatap mata Azura. Dia mengecup lembut bibir istrinya. "Azura, apakah kamu ingin pergi bulan madu?"
Azura terkejut dengan tawaran itu, tapi matanya bersinar penuh kebahagiaan. "Benarkah, Sayang?"
Ravendra tersenyum bahagia. "Aku ingin memberikanmu pengalaman yang tak terlupakan. Apa kamu mau memilih tempat tujuan bulan madu kita?"
Azura memandang suaminya dengan penuh cinta. "Mungkin kita bisa pergi ke sebuah pulau tropis yang indah. Tempat yang tenang dan jauh dari keramaian."
Ravendra mengangguk setuju. "Baiklah, aku akan mengurus semuanya. Aku ingin memberikanmu kenangan indah selama perjalanan kita."
Azura merasakan hatinya penuh dengan kebahagiaan. Dia merasa bahwa akhirnya, dia dan Ravendra benar-benar bersatu, bukan hanya dalam ikatan pernikahan, tetapi juga dalam cinta yang tulus dan dalam. Bulan madu yang akan datang adalah awal dari babak baru dalam hidup mereka, penuh dengan cinta, petualangan, dan harapan untuk masa depan yang lebih cerah.
Keesokan harinya, Azura sudah tidak sabar untuk pergi bulan madu. Dia mencari informasi melalui internet tentang pulau tropis yang indah dan nyaman untuk berbulan madu.
Ravendra yang duduk di sebelahnya, tersenyum bahagia melihat istrinya yang kebingungan mencari tempat tujuan bulan madu mereka.
"Sudah ketemu, Azura?" Ravendra melihat Azura kebingungan.
"Belum, Sayang. Aku sedang mencari informasi di internet. Ini aku bacakan ya, mudah-mudahan kamu bisa bantu aku memilihnya." Azura melihat informasi tentang pulau tropis yang indah di seluruh dunia.
"Nah, ini dia. Aku bacakan ya!" lanjut Azura. "Terdapat banyak pulau tropis yang indah di seluruh dunia. Beberapa pilihan populer termasuk di antaranya yaitu satu, Maladewa, dengan pantai pasir putih, air laut yang jernih, dan terumbu karang yang menakjubkan, Maladewa adalah surga tropis bagi para wisatawan.
Dua, Bora Bora di Polinesia Prancis, terkenal dengan lagunanya yang berkilauan dan bungalow-bungalow mewah mengapung di atas air, Bora Bora adalah destinasi yang menakjubkan. Tiga, Seychelles, kepulauan ini menawarkan pantai-pantai eksotis, batu granit raksasa, dan kehidupan laut yang kaya. Salah satu pulau yang terkenal adalah Praslin, rumah bagi Lembah Mayungu yang menakjubkan.
Empat, Hawaii di Amerika Serikat, kepulauan ini memiliki beragam pantai, gunung berapi yang menakjubkan, dan budaya unik. Pantai Waikiki di Oahu dan pantai-pantai di Maui sangat populer. Lima, Fiji, dengan pantai yang indah, kehidupan laut yang luar biasa, dan budaya yang kaya, Fiji adalah tujuan tropis yang menarik.
Enam, Mauritius, pulau ini dikenal dengan pantai-pantai yang indah, laguna biru, dan kehidupan laut yang kaya. Tujuh, Bali di Indonesia, terkenal dengan budaya unik, sawah hijau, pantai-pantai yang menakjubkan, dan kuil-kuil kuno.
Delapan, Tahiti di Polinesia Prancis, selain Bora Bora, Tahiti juga menawarkan keindahan alam tropis yang menakjubkan, termasuk air terjun dan pegunungan. Sembilan, Maldive Islands di Kepulauan Solomon, pulau-pulau ini memiliki keindahan alam laut yang luar biasa, terumbu karang, dan kehidupan laut yang beragam. Sepuluh, Mauritius di Samudra Hindia, terkenal dengan pantai-pantai berpasir putih, air laut yang tenang, dan keindahan alam bawah laut."
Azura selesai membacakan pilihan pulau tropis indah yang ada di dunia. Azura nampak bingung dengan pilihannya, dan melirik pada Ravendra.
__ADS_1
"Sayang, yang mana pilihanmu?" tanya Azura.
"Aku pilih Bali saja, biar dekat." Ravendra tertawa menggoda Azura.
"Iiihhh, Sayang. Yang benar saja, aku sudah bosan pergi ke Bali. Liburan ke sana sudah tidak terhitung, belum kunjungan dari perusahaan, sering deh pokoknya." Azura mencubit mesra Ravendra.
"Ya sudah, terserah kamu. Aku ikut saja." Ravendra mencoba untuk mengalah.
"Sayang, aku penasaran dengan pulau Maldewa. Menurut informasi, Pangeran William dan Kate Middleton berbulan madu di sana. Kemudian, Angelina Jolie dan Brad Pitt, dan juga aktor favorit aku Tom Cruise berbulan madu di sana sewaktu bersama Katie Holmes.
Aku coba cari informasi dulu ya tentang pulau Maladewa." Azura begitu semangat mencari tempat tujuan bulan madu mereka.
"Baik, Azura cintaku. Aku selalu mendukungmu." Ravendra tersenyum.
"Nah ini dia, Sayang, dengar ya. Maladewa sering dijuluki sebagai The Last Paradise on Earth karena sejumlah alasan yang membuatnya begitu istimewa, di antaranya yaitu, pertama, keindahan alam bawah laut, terumbu karang yang luar biasa indah dan ragam hayati laut yang melimpah membuat Maladewa menjadi surga bagi para penyelam dan penyelam snorkeling. Kita dapat menemukan spesies ikan tropis yang beragam, hiu paus, penyu, dan masih banyak lagi.
Yang kedua, laut yang jernih, air laut di sekitar Maladewa memiliki kejernihan yang luar biasa. Ketika kita berada di atas air, kita bisa melihat hingga kedalaman besar dan menikmati pemandangan yang spektakuler. Yang ketiga, pantai pasir putih, pulau-pulau di Maladewa dikelilingi oleh pantai pasir putih yang lembut dan indah. Kehadiran pantai-pantai ini menciptakan pemandangan yang memukau dan suasana relaksasi.
Keempat, vila mengapung, banyak resor di Maladewa menawarkan vila mengapung di atas air yang memberikan privasi dan pemandangan yang tak tertandingi. Ini menciptakan pengalaman menginap yang eksklusif dan mewah. Kelima, kehidupan laut yang unik, selain ikan-ikan tropis yang cantik, Maladewa juga dikenal dengan manta ray, hiu paus, dan berbagai spesies laut langka lainnya yang membuat pengalaman penyelaman semakin istimewa.
Keenam, pulau romantis, pulau-pulau di Maladewa sering dijadikan destinasi bulan madu karena suasana yang romantis dan pemandangan alam yang memukau. Ini membuatnya menjadi tempat yang populer untuk pernikahan dan liburan romantis.
Ketujuh, konservasi alam, upaya konservasi terumbu karang dan lingkungan laut di Maladewa memiliki peran penting dalam menjaga keindahan alam pulau-pulau tersebut. Banyak resor dan komunitas lokal berusaha menjaga ekosistem laut yang rapuh ini.
"Nah, kepulauan Maladewa bagus tuh. Aku setuju jika kamu memilihnya sebagai tempat tujuan kita bulan madu. Tapi, Azura, kamu tahu... kemana pun kita pergi, akhirnya kita akan hanya sibuk di ranjang." goda Ravendra.
"Sayaang...," Azura tersipu malu. "Sepertinya pulau ini cocok untuk kita. Sejenak kita bisa istirahat dari kesibukan pekerjaan kita."
"Aku setuju, Azura. Pulau mana yang akan kamu pilih, yang aku tahu pulau di kepulauan Maladewa itu banyak." tanya Ravendra.
"Iya, Sayang. Aku juga sedang mencari pulau yang cocok untuk kita." Azura tak hentinya memandangi layar ponsel miliknya dan bergumam sendiri. "Maladewa terdiri dari lebih dari seribu pulau, beberapa pulau terkenal di Maladewa di antaranya, Malè, ibu kota Maladewa, pulau yang sibuk dan merupakan pusat pemerintahan, bisnis, dan budaya.
Kemudian ada, Hulhumalé, pulau buatan manusia yang terletak dekat Malé, lalu ada pulau Olhuveli, salah satu pulau yang indah dan terkenal di Maladewa, menawarkan pantai berpasir putih dan pemandangan laut yang menakjubkan. Lalu, Baros Maldives, pulau kecil yang indah dengan keindahan terumbu karang yang menakjubkan dan vila-vila pribadi yang mengapung di atas air.
Dan juga ada Cocoa Island, pulau ini dikenal dengan vila-vila air yang elegan dan penyelaman yang luar biasa. Maafushi Island juga menawarkan suasana lokal yang hangat serta kegiatan air seperti menyelam dan snorkeling. Lalu ada Kandolhu Island yang menawarkan keindahan pantai dan resort mewah yang sempurna untuk berlibur romantis.
Kemudian, Veligandu Island yang terkenal dengan airnya yang jernih dan penyelaman yang luar biasa, serta suasana yang romantis dan damai. Kuramathi Island juga menawarkan berbagai jenis akomodasi, pantai yang indah, dan kegiatan menyenangkan seperti snorkeling dan menyelam. Terakhir ada Gulhi Island, pulau lokal dekat dengan Pulau Olhuveli yang menawarkan suasana lokal yang autentik."
"Azura, sedang baca apa?" tanya Ravendra.
"Ini, aku mau pilih pulau yang mau kita kunjungi, tapi aku bingung di antara pulau Olhuveli dengan Baros Maldives." Azura kebingungan.
"Ya sudah, kita kunjungi keduanya saja." Ravendra memecahkan kebingungan Azura.
__ADS_1
"Benarkah, Sayang?" Azura tidak percaya, namun dia tahu jika Ravendra mampu mengabulkan semua keinginannya.
"Apa sih yang tidak boleh untuk istriku tersayang." Ravendra menggenggam tangan Azura.
"Baiklah, aku akan mencari informasi seputar pulau Olhuveli dulu, lalu menyiapkan apa saja yang harus kita siapkan." Azura kembali berselancar di internet. "Sayang, bagaimana dengan paspor kita, masih amankah? "
"Aman, Azura. Kamu tidak perlu khawatir!" jelas Ravendra.
"Di sini dijelaskan jika warga Indonesia biasanya mendapatkan visa on arrival di Maladewa. Jadi kita harus memastikan paspor kita masih berlaku minimal enam bulan setelah tanggal kedatangan." Azura menjelaskan. "Kita juga harus membawa dress code yang lebih formal untuk restoran-restoran tertentu katanya. Di sana kita juga bisa menikmati kegiatan snorkeling, menyelam, atau berjemur di pantai pasir putih. Sepertinya aku harus menyiapkan banyak hal sebelum pergi."
"Apa saja yang harus aku lakukan, Azura?" tanya Ravendra.
"Peluk aku, Sayang." Azura menggoda Ravendra.
Mereka berpelukan sangat erat. Azura sudah tidak tahan ingin segera pergi bulan madu ke pulau Olhuveli. Baginya, ini merupakan salah satu impiannya, pergi mengunjungi tempat indah bersama orang yang dicintai.
"Sepertinya kamu sudah tidak sabar untuk pergi, apa kita perlu ke kamar dulu untuk latihan supaya nanti lancar di sana." goda Ravendra.
"Iiihhh, Sayang." Azura tersipu malu dan mencubit mesra Ravendra.
"Jadi di sana nanti kita mau melakukan apa saja? Kalau aku sih maunya di kamar terus." lagi-lagi Ravendra menggoda Azura.
"Sayaang...," Azura tersenyum. "Nanti di sana kita bisa melakukan banyak hal, Sayang. Mulai dari snorkeling sampai kunjungan ke pulau lokal yang dekat dengan pulau Olhuveli."
"Sepertinya mengasyikan. Apa ada diving juga?" tanya Ravendra.
"Iya, Sayang. Tentu, kita bisa melakukan beberapa aktivitas seperti snorkeling untuk menikmati pemandangan bawah laut yang menakjubkan, ada terumbu karang yang indah dan beragam hayati laut yang dapat kita jelajahi hanya dengan berenang di sekitar pantai. Biasanya, resor akan menyediakan peralatan snorkeling atau kita dapat membawa sendiri."
"Lebih baik kita sewa saja, terlalu ribet jika bawa peralatannya dari sini." Ravendra menyarankan.
"Aku setuju, oiya selain diving untuk melihat terumbu karang yang hidup dan beragam spesies ikan tropis, kita juga bisa menyewa perahu khusus untuk menjelajahi terumbu karang yang lebih dalam. Kita juga bisa memancing, tapi aku tidak terlalu suka memancing.
Aku lebih suka berjemur di pantai pasir putih yang indah. Juga menikmati cuaca hangat dan pemandangan yang menakjubkan. Ada Sunset Cruise juga, banyak resor yang menawarkan perjalanan perahu saat matahari terbenam. Kita bisa menikmati pemandangan matahari terbenam yang spektakuler sambil berlayar di atas air biru laut Maladewa katanya.
Terus ada Spa dan Wellness untuk menikmati relaksasi total dengan perawatan spa di resor. Kita bisa dipijat juga, kemudian perawatan wajah, dan berendam di kolam air panas. Atau kita bisa melakukan parasailing, jet ski, kayak, dan berlayar dengan papan selancar angin." tutur Azura.
"Kalau pulau-pulau yang dekat, pulau apa saja? Jika memungkinkan, kita bisa mengatur rencana untuk pergi ke sana juga." Ravendra mulai membayangkan kegiatan yang akan mereka lakukan di sana.
"Ada Gulhi Island, letaknya tidak jauh dari Pulau Olhuveli, dapat dicapai dalam waktu singkat dengan perahu. Kemudian ada Maafushi Island yang terkenal sebagai tujuan pariwisata yang ada toko-toko suvenir, restoran lokal, dan bahkan menyewa peralatan snorkeling atau menyelam. Jadi kita bisa menyewa peralatan di sana.
Kemudian, Fihalhohi Island yang memiliki pantai yang indah dan suasana yang damai. Kita bisa mengeksplorasi keindahan alam pulau ini. Jika sudah di sana, kita bisa menanyakan caranya pergi ke pulau-pulau ini, Sayang." jelas Azura.
"Baiklah, Azura. Aku serahkan padamu semuanya, jika ada yang kamu butuhkan, katakan saja." Ravendra tersenyum.
__ADS_1
***