
"Ulangi lagi semua nya...!! " teriak putri stella.
Jreng, jreng, sraat, sret ( suara pedang yang saling menggores satu sama lain)
Para penjaga sedang berlatih pedang dengan berpasang-pasangan.
"kak! lurus kan pedang mu ke atas, seperti ini !" stella yang sedang mengajarkan kakak nya putri claire.
"ketika pedang ku akan menebas mu, pedang mu! harus segera menghadang nya. seperti ini! jrengg srett srat.. " putri stella mencontoh kan cara bermain pedang.
"aaahh baik lahh, kita ulangi sekali lagi stella!" ajak putri claire.
"okee! Kembali ke posisi!" ucap putri stella.
"Jreng.. Srat.. Sret... " Suara pedang yang saling beradu satu sama lain.
"ah, cukup cukup cukup putri stella! aku lelah, tangan ku sakit. kita istirahat sebentar," putri claire yang merasa tangan nya sakit dan telapak tangan yang memerah karena terlalu lama memegang pedang.
Putri claire dan putri stella pun beristirahat.
Para penjaga yang sudah kelelahan juga ber istirahat.
*
"aahh tangan ku keram." ucap jeans dengan menggoyang-goyang kan telapak tangan nya.
"yaaa ini cukup melelah kan, heii bastian !tangan mu tidak pegal? Kau sudah berlatih setiap hari! " teriak will.
Bastian yang mendengar teman-teman nya memanggil nya pun tidak bergeming.
bastian tetap melanjut kan latihan nya seorang diri.
steven yang menjadi pasangan nya bastian, ikut beristirahat bersama will dan jeans.
"kenapa bastian berlatih terlalu keras?" tanya steven.
"ohh itu mungkin karena dia ingin balas dendam" sahut jeans, yang sedang membersihkan pedang nya dengan kain lap.
"wah pedang ku berkilau!" jeans yang mengangkat pedang nya.
"lihat-lihat, pedang ku bersinar!" ucap jeans, dengan memamerkan pedang nya pada will dan steven.
"aishh,! dari tadi memang seperti itu! apa nya yang berkilau! kau idiot! pukk!" will memukul pelan kepala jeans.
"aww,, kau sangat kejam!" kata will yang mengelus-ngelus rambut nya.
"hufttt " helaan nafas steven, melihat 2 pria konyol di depan nya.
"hmm?? balas dendam? kenapa?" tanya steven.
"kau lihat, lengan di sebelah kanan bastian? " will yang menunjuk ke arah lengan bastian.
"ahh yaa, itu di perban." jawab steven, melihat tangan bastian.
"itu karena dia kalah, ketika bertarung dengan orang yang menggunakan pedang." kata will.
"hmm begitu ya? bukan kah kalian juga ikut bertarung ya?" tanya steven.
__ADS_1
"ya, memang benar. tapi kami semua bukan lah lawan nya. putri stella membantu kami. dia mengalah kan beberapa orang berjubah hitam itu. " jelas will.
"wah tuan putri stella ternyata sangat hebat, ku pikir dia seorang penakut dan pemalu" steven menoleh ke belakang, menatap putri stella yang sedang mengajarkan kakak nya berlatih pedang.
"yaa kau benar, aku juga berpikir begitu," will yang juga menoleh untuk menatap putri stella.
"bahkan semua orang juga berpikir kalo tuan putri stella sangat lemah. tapi siapa sangka, dia ternyata sangat berbeda dengan yang orang-orang bicara kan." lanjut will lagi.
"apa? ada apa?" jeans yang tiba-tiba berada di tengah-tengah will dan steven yang sedang melihat tuan putri stela.
"waahh tuan putri stella sangat keren! prok prok prok" jeans yang berteriak dan bertepuk tangan di antara will dan steven.
"bukk !! bukk !! " will dan steven secara bersamaan memukul kepala jeans.
"berisikkk!!" ucap will dan steven bersama'an.
"aww!! sakit!! sakit.. sakit.. saaakitt..!!!!!" teriak jeans.
will dan steven yang melihat jeans berteriak, segera menghampiri nya. will dengan cepat menutup mulut dan hidung jeans, dan steven memegang tubuh jeans dengan mengelus-ngelus kepala jeans.
putri stella dan putri claire yang mendengar teriakan jeans, segera menghentikan latihan nya. dan menoleh ke arah 3 penjaga yang sedang berpelukan.
"ada apa steven?" tanya putri claire.
"ah ha? t-tidak ada apa-apa tuan putri" sahut steven berbohong.
"ada apa dengan jeans, kenapa dia seperti mau menangis?" tanya putri stella.
"e-etoo.. kepala jeans, tadi tidak sengaja terbentur. ketika berlatih tuan putri, seperti nya dia terkena hiperventilasi." jawab steven.
tangan steven berpura-pura menangkup hidung jeans.
"Huftt, haah.. hah.. hah.." jeans yang bernafas lega, setelah steven melepaskan tangan nya.
"s-saya baik-baik saja tuan putri!" teriak jeans.
"huftt syukurlah kalo kau baik-baik saja" ucap putri stella. lalu melanjutkan latihan nya lagi bersama putri claire.
"bukk !! bukk !!" jeans memukul kepala will dan bastian.
"kalian gila ! kalian ingin membunuh ku?" tanya jeans.
"maaf.!! kan bercanda..." sahut will.
"cihh kalian menyebalkan !! " jeans dengan wajah cemberut nya.
bastian yang melihat ketiga teman nya asyik bercanda, segera menghentikan latihan nya. dan bergabung bersama mereka.
"akuu lelah, " kata bastian yang tiba-tiba merentang kan tubuh nya di lantai.
" kau sudah bekerja keras" ucap steven.
"yaa, beristirahat lah! kita pasti akan membalas para jubah hitam itu" sahut will.
"tangkap ini" jeans melemparkan botol minuman ke arah bastian, dan dengan segera bastian menangkap botol nya.
"terima kasih" ucap bastian, lalu duduk dan segera meneguk minuman nya.
__ADS_1
"eehh steven! bukan kah kau sudah bisa menggunakan pedang? kenapa kau ikut latihan dengan kami?" tanya bastian.
"yaa, aku memang bisa, tapi tidak sehebat tuan putri stella, jadi aku harus terus berlatih.
agar aku bisa menjadi lebih kuat, dan bisa menjaga kerajaan dengan lebih baik lagi" jawab steven.
"begitu ya?" gumam bastian pelan.
semua para penjaga sedang ber istirahat karena kelelahan.
*
putri stella dan putri claire masih berlatih.
"kau disini putri claire?" grand duke edward tiba-tiba datang.
putri stela dan putri claire pun menghentikan latihan nya.
"grand duke edward? apa yang kamu lakukan disini? " tanya putri claire.
"aku disini untuk menemui mu putri claire" jawab grand duke edward.
"hm? aku? kenapa? apakah ada masalah?" tanya putri claire, mengambil sebotol minuman lalu meminum nya. gluk gluk gluk.
"kau terlihat capek, " ujar grand duke edward.
"aahh? yaa! lumayan capek" sahut putri claire.
"mari mengobrol disana? sambil kau beristirahat" ajak grand duke edward.
"ahh okee,"
"putri stella!" panggil putri claire.
"yaa?" sahut putri stella.
"aku akan berbicara sebentar dengan grand duke edward disana, " ucap putri claire.
" ohh yaa pergi lah" putri stella yang sedang membuka tutup botol minuman nya.
putri claire pun pergi menjauh dari lapangan tempat para penjaga berlatih pedang. dan berjalan ke arah taman bersama grand duke edward.
sedang kan pangeran philip mendekat ke arah putri stella.
"nihh ambil lah " pangeran philip memberikan sapu tangan bercorak bunga, kepada putri stella.
"hm? apa ini maksudnya?" tanya putri stella bingung melihat sapu tangan yang di pegang pangeran philip.
"huftt" helaan nafas pangeran philip.
"ini untuk mengelap keringat mu, lihat lahh wajah mu merah dan berkeringat" ucap pangeran philip dengan mengelap wajah putri stella.
"eehhh a-apa yang kau lakukan?" putri stella terkejut dengan apa yang di lakukan pangeran philip.
"menurut mu?" tanya pangeran Philip.
"t-tidak bukan itu maksud ku, k-kau tidak perlu melakukan nya. a-aku bisa sendiri" ujar putri stella, dengan segera mengambil sapu tangan dari pangeran dan mengelap wajah nya sendiri.
__ADS_1