Teleportasi Ke Dunia Lain

Teleportasi Ke Dunia Lain
Kembali Pulang


__ADS_3

Rombongan kerajaan sudah tiba di perbatasan Wilayah Utara dan Negara tetangga. Terlihat kuda mereka masih ada di bawah pohon dengan tali yang mengikatnya, sedang memakan rumput di sekitarnya.


Rombongan kerajaan segera menunggangi kuda nya masing-masing dan segera menjalankan kuda nya untuk bergegas pulang ke Istana Kerajaan.


Beberapa jam kemudian rombongan kerajaan mulai terlihat di depan gerbang istana. Segera para penjaga membukakan gerbangnya.


"Ah... Akhirnya kita pulang juga!"


Teriak Jeans yang membuat semua orang meliriknya dan menggeleng-geleng kepalanya karena Jeans sudah mulai bertingkah.


Putri Claire yang mengetahui kembalinya rombongan kerajaan segera berlari kearah depan istana. Melihat semua orang baik-baik saja, tanpa di sadari air matanya menetes. Merasa bersyukur karena mereka telah kembali dalam keadaan baik.


"Terima kasih untuk kerja keras kalian,"


Ucap Putri Claire dengan membungkukkan badan di depan rombongan istana yang masih berada di atas kuda nya.


Segera semua orang turun dari kuda nya, Putri Claire berlari memeluk Putri Stella.


"Terima kasih sudah kembali dengan baik-baik saja," lirihnya pelan di telinga Putri Stella. Dan di jawab dengan Anggukan Putri Stella.


Putri Stella dan Putri Claire juga di ikuti Pangeran Philip di belakangnya. Sedang berjalan menuju kamar Raja. Sedangkan para penjaga sedang beristirahat di belakang istana.


Ketika membuka kamar Raja, sudah ada Ibunda Ratu yang setia selalu menemani Raja.


Ratu menoleh ke arah pintu dan melihat kedua Putri nya Ratu merasa sangat bahagia.


Tabib sudah ada di kamar Raja bersama Azzela pelayanya Ratu.


Putri Stella memberikan bunga naga melati pada Tabib. Semua orang sedang memperhatikan cara Tabib merawat Raja.


"Kita hanya perlu menunggu saja. Nyawa Raja sudah terselamatkan," ucap Tabib kepada Ratu.


Ibunda yang mendengar penuturan Tabib sangat senang dan meneteskan air mata bahagianya. Menoleh ke arah Putri Stella dan segera memeluknya.


"Terima kasih," lirih Ibunda Ratu dengan mata yang masih meneteskan air matanya. Putri Stella juga merasa bahagia bisa menyelamatkan Raja.


Setelah beberapa saat saling mengobrol Putri Stella ijin untuk pergi ke kamar nya. Sedangkan Pangeran Philip ijin untuk kembali ke istana nya.


* * * *


Akhirnya aku kembali ke istana, melihat Ratu tersenyum seperti itu aku jadi merindukan Ibuku. Bodolah aku harus segera kembali ke kamarku.


"Tuan Putri, apakah anda akan mandi sekarang?" tanya Annie ketika tidak sengaja bertemu denganku di lorong istana.

__ADS_1


"Ah ya, segera siapkan Annie! aku akan istirahat sebentar, nanti aku akan kesana sendiri" ucapku lalu Annie pun segera pergi dan aku berjalan kearah kamar ku.


"Bruk!"


Suara pintu, tanpa sengaja aku mendorongnya terlalu keras.


Ops! sorry,


Ah! aku sangat lelah, sudah berapa hari aku tidak bisa tidur nyenyak. Ah sial! memikirkan Pangeran Philip menciumku, itu..., Aaahhh! itu menyebalkan! eum... tidak juga sih itu!mendebarkan. Ha... Ha... Haaa...,


Kasurku....


Sayang, aku merindukanmu muah! muah!


Sudah berapa lama aku disini? karena terlalu nyaman aku hampir melupakan jati diriku!


Aaahh..., apa yang harus kulakukan?


Ketika Putri Stella sedang sibuk berbicara dengan dirinya sendiri, Annie memberitahu untuk segera mandi. Putri Stella pun segera pergi mandi, badannya terasa lengket karena sudah seminggu dia tidak mandi.


* * * *


Annie mengatakan Putri Claire memanggilku ada apa? sekarang aku sedang berjalan menuju ruangan Raja untuk bertemu Putri Claire.


"Kamu sudah disini?" ucap Putri Claire menatap wajahku. Aku hanya menjawabnya dengan anggukan dan senyuman tipis di bibirku.


Putri Claire menceritakan tentang Pangeran Anthony, aku tidak merasa terkejut karena sedari awal aku memang tidak dekat dan tidak tahu Pangeran Anthony seperti apa. Tapi aku memang kurang menyukainya dari pertamakali bertemu, yah bukan berarti aku membencinya juga.


"Lalu dimana Pangeran Anthony sekarang, bolehkah aku mengunjunginya?" tanyaku.


"Tentu, aku akan membawamu ke sana" sahut Putri Claire.


Aku dan Putri Claire sedang menuju penjara bawah tanah tempat Pangeran Anthony di tahan. Ketika melihat Pangeran Anthony dengan tubuh yang memerah seperti cambukan, sontak aku terkejut.


"Mengapa Pangeran Anthony di siksa kak?"


Tanyaku melirik kearah Pangeran, kedua tangan Pangeran Anthony di ikat ke atas, dengan tubuh bertelanjang. Hanya memakai celana pendek saja.


Putri Claire menjelaskan, bahwa itu semua keinginan Pangeran Anthony untuk menembus semua dosa-dosa nya yang sudah dia lakukan pada kerajaan.


Aku melihat tangan kiri Pangeran Anthony bergambar bintang, seperti tidak asing. Dimana aku pernah melihatnya?


"Pangeran Anthony!" panggilku dan Pangeran Anthony menoleh kearah ku.

__ADS_1


"Gambar bintang di tanganmu itu, a-apakah kau yang menyerang kami ketika pergi ke arena perkudaan?" tanyaku ragu-ragu, Putri Claire yang mendengar pertanyaanku segera menoleh ke tangan Pangeran Anthony dan melihat gambarnya.


"Ya itu aku," jawab Pangeran Anthony pelan.


Dia menjelaskan bahwa semua anggota kelompok Ball harus memiliki tanda gambar bintang di tangannya.


"Ah jadi kamu?" tanya Putri Claire terkejut, Pangeran hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Lalu bagaimana dengan anggota Ball yang lainnya?" tanyaku.


Putri Claire yang menjawabnya bahwa Pangeran Anthony sudah memberitahu semua tentang kelompok Ball, pasukan kerajaan juga sudah di kerahkan untuk mencari anggota Ball yang lainnya.


Di tempat pertemuan Pangeran Anthony dulu, kelompok Ball sudah pergi dan jejaknya sudah di hilangkan sejak Pangeran Anthony ketahuan. Putri Diana juga tiba-tiba saja menghilang.


Aku hanya diam mendengar ceritanya Putri Claire dan Pangeran Anthony. Setelah lama tinggal di Istana Kerajaan aku menjadi paham masalah kerajaan. Aduh membuat beban pikiran saja deh.


Setelah berbicara dan melihat Pangeran Anthony aku dan Putri Claire segera pergi dari penjara. Akan tetapi, langkahku terhenti dan berbalik menoleh ke belakang.


"Hei Pangeran Anthony! jika kau ingin menembus kesalahanmu, jangan melakukan hal yang tidak berguna seperti ini, lebih baik kau cepat keluar dari penjara dan membantu kerajaan untuk menemukan anggota kelompok Ball, kau yang paling tahu wajah mereka seperti apa? jika kau laki-laki bersikaplah seperti laki-laki!" ucap ku panjang lebar lalu segera pergi keluar.


Putri Claire terus memperhatikanku, semenjak kami meninggalkan penjara bawah tanah dia terus melirik kearah ku.


"Ada apa kak?" tanyaku karena kesal, aku merasa terganggu olehnya.


"Tidak, hanya saja kata-katamu tadi ketika berbicara dengan Pangeran Anthony itu sangat bijaksana," ucap Putri Claire.


"Ah, benarkah?" aku menggaruk-garuk belakang leherku yang tidak gatal karena merasa malu. Sebenarnya aku juga terkejut dengan apa yang kukatakan tapi mau bagaimana lagi. Itu adalah nasehat yang selalu aku ingatkan pada diriku sendiri ketika di dunia lama.


Aku selalu mengatakan pada diri sendiri, jangan melakukan hal yang tidak berguna, lakukanlah sesuatu yang bisa membuatmu di hargai. Karena di dunia lamaku, hidup tanpa uang sangat sulit. Tidak ada yang mau membantuku secara percuma. Mereka semua membutuhkan kembalian.


Ah sial! aku jadi merasa galau.


"Hei apa yang kau pikirkan?" tanya Putri Claire ketika melihat Putri Stella terdiam dan hanya menunduk menatap lantai.


"Lihat di depanmu!" teriak Putri Claire.


"Bruk!"


"Aw!"


Aku meringgis kesakitan ketika kepalaku terbentur tiang istana. Putri Claire menertawaiku. Dia mengatakan karena aku melamun di sepanjang jalan sehingga tidak menyadari adanya tiang besar di depanku.


"Heump!"

__ADS_1


Aku memalingkan wajahku dari Putri Claire karena kesal, tapi kakak ku terus saja tertawa karena merasa lucu. Yah sebenarnya tidak buruk juga kepalaku terbentur karena itu aku jadi bisa melihat Putri Claire tertawa. Ah tapi kenapa harus kepalaku yang menjadi korbannya?


__ADS_2