
Hai aku Reiko Kana, sudah ku katakan sebelum nya bukan? entah bagaimana tiba-tiba aku ada di dunia para bangsawan. Terlebih lagi, aku menjadi salah satu anggota keluarga bangsawan.
Aku seorang anak yatim piatu yang lahir di sebuah desa hokkaido di negara jepang, ayah ku meninggal ketika aku masih bayi. Sedangkan ibu ku meninggal ketika aku berumur 5 tahun karena sakit.
Selama ini, aku hidup bersama saudara-saudara ibu ku. Mereka merawat ku dengan baik, ketika lulus SMA, aku memutuskan pergi ke kota Tokyo untuk belajar dan bekerja, aku tidak ingin terus menerus menyusahkan orang-orang di sekitar ku.
Kehidupan ku setiap hari tidak ada yang menarik. Pergi untuk belajar, setelah itu bekerja lalu pulang untuk tidur, hampir setiap hari selalu seperti itu. Aahh tidak, aku memiliki 1 sahabat bernama sakura. Setiap kali aku di rumah, dia selalu datang tanpa di jemput, pulang tanpa di anter sudah seperti jelangkung saja.
"Aarghh Sakura-chan... Aku kangen dengar suara berisik nya kamu, kira-kira apa yang sedang kamu lakukan sekarang? dan bagaimana dengan tubuh ku yang ada disana?"
Apakah aku mati? atau koma di rumah sakit? gawat! Aku tidak tahu apa yang terjadi.
Ku harap tubuh ku masih utuh seperti sedia kala.
"Cukup! cukup! cukup!" kata ku dengan menampar-nampar wajah pipi ku.
Berusaha menyadar kan diri bahwa, sekarang aku sedang menghadapi keadaan kritis. Dimana sekarang aku dan seluruh keluarga ku sedang berjalan di tangga menuju ke aula.
Tentu saja semua para tamu bangsawan yang ada di aula pesta sedang menatap kami.
"Tenang laahh wahai jantung jangan grogi, dulu kamu di strap pas SMA berdiri di depan kelas aja ga malu malah biasa aja. Bayangkan mereka semua temen sekelasmu, Aarghh! mana ada temen sekelas tapi gada yang aku kenal dan juga, pakaian mereka ga bermanusiawi mewaaahh... udah pasti itu sangat mahal." Aku yang sedang berperang dengan isi hati dan pikiran ku.
"Prok... prokk... prokk...." Tepung tangan meriah dari para tamu yang ada di aula.
Putri Stella dan seluruh keluarga nya pun menyapa para tamu yang ada di pesta. Putri Claire sebagai anak pertama raja, mengajak Putri Stella untuk berkeliling menyapa para tamu.
Sebelum Reiko menghadiri pesta, untuk berjaga-jaga, dia mencari informasi tentang anggota keluarga nya dan para tamu yang mungkin berhubungan dengan keluarga nya.
Tentu saja Annie yang memberitahu semua nya, Annie hanya berpikir bahwa, tuan Putri nya mungkin bermain drama lagi. Jadi dia hanya perlu menjawab semua pertanyaan tuan Putri tanpa ada rasa curiga sedikit pun.
Tuan Putri Stella adalah Putri pemalu yang mudah sakit, dia juga Putri yang sangat lemah. Karena itu, banyak Putri-Putri dari bangsawan lain yang memandang rendah Putri Stella dengan cara yang elegant.
Seperti menyenggol badan Putri Stella, yang membuat minuman tumpah ke baju nya. lalu Putri-Putri lain akan meminta maaf. Tetapi setelah itu, di belakang Putri Stella mereka akan menertawai kebodohan Putri Stella.
Aku mengikuti Putri Claire untuk menyapa para tamu yang ada. Dari arah depan, seseorang melambai-lambai kan tangan ke arah kami. Mulut nya seperti memanggil "kemari!"
Putri Claire tersenyum lebar ke arah Pangeran itu, putri Claire juga mengatakan pangeran yang ada di sebelah nya adalah tunangan ku. Sejak kecil aku sudah menyukai nya hanya saja, aku masih malu-malu di depan nya.
"Ha? tunangan? " teriak ku! Orang-orang di sekitar ku menatap tajam ke arah ku.
"Ssutt! pelankan suara mu!" ucap putri Claire dengan meletakan jari telunjuk nya pada bibir ku, isyarat agar aku diam.
"Ahh yaa! maafkan aku kak!" bisik ku pada telinga putri Claire.
Putri Claire memberitahu ku bahwa Pangeran Philip memang belum menyukai ku, dia meminta ku untuk bersabar. Dan mengatakan suatu hari nanti Pangeran Philip pasti akan melirik ku.
Hmm... kasian sekali stella, mengejar lelaki yang tidak menyukai nya. Bukankah hanya membuang-buang waktu saja.
__ADS_1
"Jangan sedih putri Stella, kakak yakin kamu pasti bisa membuat pangeran Philip berbalik menyukai mu," ucap Putri Claire dengan mengelus-ngelus pundak ku, se akan menengkanku. Padahal aku hanya sedang melamun tapi biarkanlah, salah paham yang sangat bagus.
aku dan putri Claire pun berjalan menghampiri para pangeran.
"Selamat ulang Putri Claire," Grand Duke Edward membuka suara pertama. Dia yang orang yang melambai kan tangan dan memanggil kami untuk menghampiri nya.
"Saya berdoa untuk kebahagiaan dan kesehatan tuan putri," lanjut Edward lagi.
"Terimakasih Grand Duke Edward!" Putri Claire tersenyum ramah di depan Edward.
Tak lama kemudian, Pangeran Philip, dan juga Pangeran Louise dengan gelar bangsawan Viscount, juga mengucapkan selamat untuk ulang tahun Putri Claire.
Adik kakak Pangeran Charles dan Putri Shopia dari gelar Earl juga menghampiri nya, berdoa untuk kebaikan tuan Putri Claire.
"Aahhh...!" teriak Shopia yang tiba-tiba sengaja menyenggol bahu Putri Stella dengan sedikit minuman tumpah di atas bahu nya.
"Aaishhh! yang benar saja, bukan kah anda tuan Putri? bisakah anda berjalan dengan mata terbuka! lihat gaun ku menjadi kotor! aku bersiap untuk pesta ini cukup lama! sampai Annie terus-terusan menceramahiku dan sekarang? kau menumpahkan anggur mu?! " cecar ku dengan wajah kesal.
"Cih.!! menyebalkan! kak? Aku akan pergi untuk membersihkan gaun ku," Aku memperlihatkan gaun kotor ku pada Putri Claire. Setelah mendapatkan persetujuan nya, aku segera pergi meninggal kan kerumunan orang-orang di aula.
Stella pun terburu-buru pergi meninggalkan kakak nya dan para pangeran menjauh sampai tidak terlihat.
Sedangkan disini, Putri Claire dan para Pangeran terkejut tentu saja Putri Shopia tidak kalah terkejut lebih ke syock mungkin.
Putri Stella yang pendiam dan pemalu, tiba-tiba bersikap seperti itu.
"A-aku juga tidak mengerti apa yang terjadi" jawab Putri Claire yang masih terkejut karena sikap adik nya yang tiba-tiba berubah.
Sedangkan di belakang istana, ketika Stella berlari dengan terburu-buru tanpa sengaja menabrak seseorang.
"Ahh! maafkan aku!" ucap ku dengan membungkuk setengah badan lalu segera pergi. tapi tiba-tiba, dari belakang tangan ku di tarik oleh seorang.
"Putri Stella?" suara lelaki dari belakang badan ku memanggil nya, dengan posisi memegang tangan ku.
"Ahh, ini siapa lagi? " gerutu ku dalam hati.
"Aahh hallo!"
"Kenapa anda terburu-buru, acara masih berlangsung kemana tuan Putri akan pergi? " tanya nya.
"Aahh, ini! baju ku kotor. Salah satu putri menumpahkan minuman nya ke pakaian ku. Aku akan membersihkan nya sebentar," Kata
ku dengan segera berlari melepaskan tangan ku dari genggaman lelaki itu.
"Dadah! sampai ketemu lagi!" teriak ku di lorong istana.
"Aahh...." Pangeran Antony terkejut segera menutup mulut nya.
__ADS_1
"Putri Stella benarkah dia? kenapa sangat berbeda dengan cerita yang orang-orang katakan, apakah mereka semua membohongi ku?"
Lelaki yang bertabrakan dengan Putri Stella adalah Pangeran Antony yang memiliki gelar bangsawan Marquis.
Di aula istana, para bangsawan sedang menikmati acara pesta nya.
Pangeran Antony terlihat berjalan menuju Putri Claire dan para pangeran bangsawan.
"Selamat ulang tahun tuan Putri Claire, saya berdoa kesejahteraan dan kebahagiaan untuk tuan Putri dan seluruh keluarga," ucap Antony dengan setengah membungkuk kan badan.
"Terimakasih Pangeran Antony" jawab Putri Caire yang juga membungkuk kan badan.
Pangeran Anthony bertanya pada Putri claire, apa yang terjadi dengan Putri stella. Dia terlihat terburu-buru.
Seketika semua orang melihat ke arah Shopia.
"A-apa? kenapa ka-kalian semua menatap ku? sudah ku katakan aku tidak sengaja menumpahkan nya. Heumphh!" ucap Shopia dengan wajah yang cemberut.
"Aahh begitu kah?" Anthony yang langsung Memahami situasi nya.
Putri stella kembali ke kamar nya melepaskan gaun yang sangat berat itu.
"Aduhh... kalo terus terusan memakai gaun ini lama-lama tubuh ku ambruk juga nih!" gerutunya sendirian.
"Aaahh... kasur tercinta ku!" dengan mengelus-ngelus kasur nya.
"Lihatlah betapa lembut nya kamu, kamu membuat ku nyaman setiap berada di samping mu. Marilah temani ku dalam mimpi indah ku," kata Stella yang melupakan acara pesta nya.
Acara pemotongan kue pun berlangsung, mata Raja dan Ratu tampak gusar mencari-cari keberadaan Putri Stella, bukan khawatir karena melewatkan pemotongan kue, tapi mereka khawatir karena anak nya tidak pandai bergaul.
"Ibunda ratu, ayahanda raja, tidak perlu mengkhawatirkan Putri Stella.
Dia tampak lelah, mungkin sekarang sedang berada kamar nya," ucap Putri Claire yang menenang kan kedua orang tua nya.
"Mari kita lanjutkan pemotongan kue nya."
"Baik lah kalo begitu" jawab maharaja.
Seperti biasa, para bangsawan mulai bergosip tentang Putri Stella.
Ada yang mengatakan, Putri lemah yang tidak bisa berbuat apa-apa. Ada yang mengatakan Putri Stella sangat berbeda jauh dengan Putri Claire yang sangat cerdas. Ada yang mengatakan Putri Stella sangat bodoh.
dan masih banyak lagi Omongan-omongan kotor yang keluar dari mulut para bangsawan.
Acara berlangsung dengan meriah, terlihat wajah Putri Claire sangat bahagia. Semua orang menikmati pesta nya.
Bagaimana dengan Putri Stella?
__ADS_1