Teleportasi Ke Dunia Lain

Teleportasi Ke Dunia Lain
Rencana besar


__ADS_3

Di istana terlihat Pangeran Philip mondar-mandir berjalan tanpa tujuan.


"Ada apa denganmu?" tanya Grand Duke Edward yang sedang berada di istana Pangeran Philip.


"Kau terlihat gelisah," ucapnya.


"Ah, benarkah? tidak ada," jawab Pangeran Philip menoleh ka arah Grand Duke Edward.


"Baiklah, jangan terlalu stress! wajah mu nanti cepat tua!" kata Grand Duke Edward tersenyum tipis meledek Pangeran Philip.


"Aku harus pergi sekarang! aku harus menemui Putri Claire," ucap Edward.


"Akhir-akhir ini kau selalu menemui Putri Claire, ada apa dengan kalian?" Curiga Pangeran Philip menatap wajah Grand Duke Edward.


Grand Duke Edward menjelaskan, seperti yang mereka diskusikan kemaren, ada beberapa rakyat kerajaan yang memberontak.


Grand Duke Edward membantu Putri Claire untuk mencari tahu apa penyebab mereka memberontak?


Pangeran Philip sebenarnya mengerti, dia hanya ingin menganggu Grand Duke Edward saja.


Lalu, Setelah berbincang sebentar dengan Pangeran Philip. Grand Duke Edward pun pamit untuk segera pergi ke Istana Kerajaan.


Pangeran Philip sedang berdiam diri sendirian setelah Grand Duke Edward pergi. Pangeran Philip masih mengingat apa yang Putri Diana katakan kemaren.


Putri Diana mengatakan ketika Putri Diana mengunjungi Istana Kerajaan, dia mendengar gosip dari para pelayan, mereka mengatakan Putri Stella berusaha untuk bunuh diri.


Putri Stella yang dengan sengaja menceburkan dirinya ke dalam kolam air dengan berteriak "Matilah Stella!" Sedang ramai di perbincangkan di istana. Tapi Maharaja memerintahkan semua orang untuk tidak mengungkitnya.


Pangeran Philip tentu paham, karena sebelum acara pesta, Putri Stella pingsan setelah jatuh ke dalam kolam. Tapi bagaimana bisa?sekarang dia bisa berenang dan dengan sengaja menjatuhkan dirinya sendiri.


Apa yang sebenarnya Putri Stella pikirkan?


Tiba-tiba, Pangeran Philip merasa khawatir dan sedikit bersalah. Dia berpikir, apakah karena Aku selalu mengabaikannya?


Beberapa hari kemudian, Putri Stella pun sembuh dari sakitnya.


"Arghh! badan aku telah sehat kembali yey!" teriaknya dengan wajah yang ceria.


"Annie!" teriakku, memanggil Annie, Karena Aku tahu, Annie pasti ada di depan kamarku untuk berjaga-jaga jika Aku membutuhkan sesuatu.

__ADS_1


"Annie! masuklah!" teriakku lagi, perlahan pintu terbuka menampilkan sosok Annnie.


"Selamat pagi tuan Putri, anda sudah bangun?" sapa Annie berjalan mendekati kasurku.


"Hei Annie! segera siapkan Aku bak mandi dan pakaian yang rapi, Aku akan pergi menemui Ayahanda Raja" ucapku dengan segera turun dari kasur, dan meregangkan badan, melakukan beberapa olahraga kecil. Karena tubuhku pegal terlalu lama berbaring di kasur.


"Baik tuan Putri!" jawab Annie yang langsung segera meninggalkanku untuk mempersiapkan apa yang aku perintahkannya.


"Yosshh! hari ini aku akan menemui Raja. Sekalian, aku akan mencari tahu bagaimana caranya Aku mati? eeehh maksudku caranya kembali ke tubuhku, tapi bukankah sama saja aku harus mencoba bunuh diri untuk bisa kembali ke dunia lamaku," gumam Putri Stella yang masih mencari tahu bagaimana cara agar bisa kembali ke dunianya.


Beberapa saat kemudian, Putri Stella pun telah selesai mandi dan bersiap untuk menemui Raja.


"Tok... Tok... Tok... ini Putri Sella," Aku mengetuk pintu ruangan kerja ayahanda.


Di ruangan Raja, Aku melihat Raja dan Ratu yang sedang sibuk menulis-nulis di atas kertas. Dengan tumpukan buku-buku di samping mejanya. "Ruangan yang cukup luas," gumamku pelan.


"Putri Stella anakku!" kata ibunda ratu. Dan segera berdiri dari tempat duduknya berjalan mendekatiku lalu memelukku lembut.


"Bagaimana keadaan mu? apakah tubuh mu sudah kembali sehat?" tanya Ibunda Ratu dengan menangkup wajahku.


"I-iyaa ibunda, aku baik-baik saja," jawabku malu-malu.


"Apa yang membawamu kemari menemui kami? kau jarang sekali datang kesini jika tidak ada hal penting, hem?" Ratu menatap curiga ke arahku.


"Oohh tidak ada, Aku hanya merasa bosan saja dan sesekali ingin menemui kalian, tidak apakan?" Tanyaku menatap wajah Ratu dan melirik ke tempat Raja duduk.


"Hmm... anak kami sekarang menggemaskan yaa!" kata Ratu dengan mencubit-cubit pipiku gemas.


"Tok! Tok! Tok! Penjaga yang segera masuk menemui Raja.


"Lapor Maharaja! di luar ada pengawal utusan dari Baginda Kaisar, dia mengatakan, ingin menemui Maharaja untuk menyampaikan pesan dari Baginda Kaisar" ucap penjaga itu.


"Persilahkan dia masuk!" jawab Maharaja.


Setelah mendapatkan persetujuan Raja, penjaga pun segera keluar. Lalu, mempersilakan pengawal Kaisar masuk ke dalam ruangan, untuk bertemu dengan Raja.


"Beri salam untuk yang Mulia Maharaja dan Baginda Ratu!" ucap pengawal yang sedang memberi salam dengan membungkukkan setengah badannya.


"Saya pengawal utusan Baginda Kaisar, ingin menyampaikan surat untuk baginda Raja!" kata pengawal. Dengan menyodorkan gulungan kertas yang ada di tangannya. Raja pun bangkit dari tempat duduknya berjalan mendekati pengawal untuk mengambil gulungan kertas itu.

__ADS_1


Lalu, pengawal Istana Kaisar segera pamit dan keluar meninggalkan ruangan Raja.


Dalam gelar bangsawan, para bangsawan memiliki tingkat jabatan yang berbeda-beda. Di mulai dari jabatan yang paling tinggi yaitu Kaisar atau bisa di sebut juga Emperor, Raja, Grand Duke, Pangeran, Marquis, Count, Earl, dan Viscount.


Raja pun membuka surat dari Baginda Kaisar. Isinya tentang akan di adakannya lomba berkuda di Wilayah Kerajaan bagian Utara.


Ayahanda dan Ibunda Ratu pun sibuk berbincang tentang lomba berkuda, berbeda dengan Putri Stella yang diam-diam berpikir tentang rencana besarnya.


"Berkuda ya?" gumamnya dengan wajah licik yang tersenyum tipis.


Mendengar tentang lomba berkuda Aku merasa seperti ada kupu-kupu berterbangan, apakah ini yang di namakan setelah badai akan ada pelangi, eh salah! setelah hujan akan ada pelangi.


Aku sudah selesai dengan masalah kolam, sepertinya rencanaku akan beralih ke rencana B, aku yang terus berpikir tentang perlombaan kuda.


"Ada apa Putri Stella? apa yang membuatmu tersenyum?" tanya Ratu menatap wajahku, aku terkejut, mungkinkah dia melihat senyuman licikku? Ah! bodolah aku tidak perduli. Aku hanya menjawab dengan menggelengkan kepala dan sedikit seringai nampak di wajahku.


Aku bertanya pada Raja apakah aku bisa datang untuk melihatnya? Raja mengatakan, semua orang bebas melihatnya. Mendengar hal bagus seperti itu, membuat jantungku semakin bergejolak. Aku tidak sabar untuk menantikan lomba perkudaan.


Ayahanda Raja juga bilang bahwa kakakku Putri Claire akan ikut berpartisipasi di acaranya.


Setelah beberapa waktu mengobrol dengan Raja dan Ratu, aku pun segera pamit untuk pergi karena ada sesuatu yang harus Aku lakukan.


"Putri Stella! jangan berlari-lari," teriak Ibunda Ratu, yang melihat Putri Stella berlari keluar ruangan. Akan tetapi, Putri Stella tidak dapat mendengarnya.


"Ada apa dengan anak kita?" tanya Raja kepada Ratu, dan Ratu pun hanya menggeleng-geleng kan kepala tanda tidak tahu.


Akhir-akhir ini sifat Putri Stella berubah-ubah, kadang-kadang dia terlihat bersemangat, kadang-kadang lagi dia terlihat lesu, Annie yang melihat pun tidak mengerti apapun tentang perubahan mood Putri Stella.


"Hei... Annie!" teriak Putri Stella dari arah depan, yang melihat Annie sedang mengobrol, dengan pelayan di depan pintu ruangan lainnya.


"Yaa... tuan Putri Stella! kalian lanjutkan pekerjaan kalian!" kata Annie kepada para pelayan. Lalu Annie segera bergegas menghampiri Putri Stella.


"Apakah urusan anda dengan Maharaja sudah selesai?" tanya Annie.


"Hm sudah, sekarang ayok ikut Aku keluar, sudah lama sekali kita tidak menghirup udara segar," kata Putri Stella dengan gelagat wajah yang seperti menghirup udara.


"Yaa tuan Putri," jawab Annie yang mengikuti Putri Stella berjalan menuju keluar istana.


Annie dan Putri Stella pun akhirnya keluar istana setelah beberapa minggu berdiam di istana untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2