
Putri Claire dan Steven sedang berada di Istana Kaisar untuk bertemu Pangeran Philip dan Grand Duke Edward.
"Lebih baik kita segera berangkat ke Wilayah Timur," ucap Grand Duke membuka suara di tengah-tengah kegelisahan Putri Claire.
Putri pun menyetujuinya untuk segera berangkat, tiba-tiba Pangeran Philip ijin pergi sebentar untuk mengambil pedangnya. Sebenarnya para bangsawan sangat jarang ada yang bertarung dengan menggunakan pedang.
Wilayah kerajaan bahkan tidak berlatih pedang. Kebanyakan bangsawan hanya fokus berlatih bela diri saja. Setelah beberapa sa'at kemudian, Pangeran Philip pun telah kembali.
Setelah berkumpul mereka semua segera berangkat di ikuti Steven dan para pengawal Kaisar, yang bergegas ke wilayah timur.
Sesampainya tiba di wilayah timur, banyak rumah warga yang menjadi korban kobaran api di tengah malam itu.
Para warga yang menjadi korban kebakaran segera di evakuasi ke wilayah selatan, di sana terdapat tanah kosong yang bisa didirikan tenda untuk para korban.
Maharaja memberikan makanan dan bantuan untuk korban kebakaran.
Beruntung bencana dari kebakaran ini tidak merenggut korban jiwa, hanya luka-luka ringan akibat terkena pecahan-pecahan tiang rumah yang beruntuhan.
"Karena hutan ini lumayan cukup besar, bagaimana kalo kita membentuk tim, untuk berpencar agar cepat di selesaikan," ucap Grand Duke Edward.
"Bukan ide buruk," sahut Pangeran Philip.
Dengan segera mereka pun membentuk team, Grand Duke Edward bersama Putri Claire menuju ke arah sisi kanan hutan, Pangeran Philip bersama Steven ke arah kiri, sedangkan para pengawal Kaisar menuju ke arah tengah. Segera mereka pun memasuki hutan, sedangkan Putri Claire masih terdiam menatap rumah warga yang sudah rusak karena terbakar.
"Hanya ada kita berdua Putri, sebaiknya kita juga harus segera bergegas," ajak Grand Duke Edward membuyarkan lamunan Putri Claire.
"Ah yaa ayo..., " sahut Putri Claire.
Grand Duke Edward dan Putri Claire pun memasuki hutan. Berjalan di arah sisi kanan, Hutan yang awalnya dipenuhi dengan warna hijau sekarang berubah menjadi gersang. Putri Claire yang melihat sekeliling hutan itu merasa sedih.
"Sebenarnya siapa yang tega melakakukan hal keji seperti ini? bahkan dia tidak memikirkan para penduduk yang rumahnya dekat dengan hutan ini!" kesal Putri Claire.
"Siapa yang tahu putri, hati manusia berbeda-beda. Kita tidak bisa melihat seseorang hanya dari luarnya saja," ucap Grand Duke Edward.
__ADS_1
Putri Claire bercerita bahwa akhir-akhir ini kerajaan memiliki banyak masalah, Putri Claire sangat mengkhawatirkan Raja. Grand Duke Edward melihat Putri Claire tampak sedih pun segera memeluknya dan menenangkannya.
Putri Claire merasa nyaman berada di pelukan Grand Duke Edward.
"
"Hm? Ada apa Grand Duke?" tanya Putri Claire yang merasa sedang di perhatikan.
"Aahh t-tidaak apa-apa Putri," sahut Grand Duke Edward dengan wajah yang memerah.
" Wajahmu merah Grand Duke Edward," ucap Putri Claire dengan menyentuh pipi Grand Duke.
Sontak Grand Duke Edward terdiam kaku ketika Putri Claire menekan-nekan pipinya dengan lembut. Grand Duke Edward merasa hawanya di sekitarnya begitu panas, wajahnya terlihat memerah. Putri Claire diam-diam memperhatikan tingkah laku Grand Duke Edward.
"Lucu," kekehnya pelan.
Grand Duke Edward pun akhirnya memutuskan untuk berpencar ke sudut-sudut pohon untuk mencari sesuatu yang bisa menjadi bukti dalang penyebab kebakaran.
Lalu setelah lama tidak menemukan apa pun Putri Claire dan Grand Duke Edward pun memutuskan untuk kembali ke tempat titik awal perkumpulan.
Pangeran Philip dan Steven sudah berada lebih dulu di sana, tidak lama kemudian para pengawal Kaisar pun datang.
Sudah hampir satu hari rombongan yang mencari jejak pelaku kebakaran di kerahkan, tapi semuanya masih tidak menemukan petunjuk apa pun.
Hari mulai sore. Setelah lelah mencari petunjuk yang tidak ada, semua rombongan pun kembali ke istana.
"Kalo begitu terimakasih atas bantuan Grand Duke Edward dan Pangeran Philip hari ini. Kalo begitu sampai di sini kita harus berpisah," ucap Putri Claire di pertengahan jalan.
"Sebaiknya untuk sekarang kita mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba berkuda minggu nanti," ucap Pangeran Philip.
"Benar Pangeran, maafkan aku karena masalah kerajaan kalian jadi harus sibuk membantuku, alih-alih berlatih berkuda," ucap Putri Claire yang merasa tidak enak hati pada Pangeran Philip dan Grand Duke Edward.
"Tidak apa-apa tuan Putri, kami senang bisa membantu kerajaan, benarkan Pangeran?" sahut Grand Duke Edward, dengan menoleh ke arah Pangeran Philip, Pangeran mengangguk seraya tersenyum ramah agar Putri Claire tidak merasa bersalah.
__ADS_1
"Syukurlah kalo kalian baik-baik saja dengan ini, kalo begitu sampai ketemu minggu nanti di perlomba'an," kata tuan Putri Claire dengan melambaikan tangan dan perlahan berjalan meninggalkan Grand Duke Edward dan Pangeran Philip.
Di tengah-tengah perjalanan Putri Claire mampir ke toko makanan untuk membelikan kue pesanan yang di minta Putri Stella tadi pagi sebelum Putri Claire meninggalkan istana.
"Steven sepertinya ini sudah cukup," ucap Putri Claire menoleh ke arah Steven
"Baikk tuan Putri," sahut Steven yang segera keluar toko, mengikuti Putri Claire,
Di perjalanan menuju istana Steven dan Putri Claire mengobrol ringan.
"Terimakasih Steven sudah mau menemaniku ke luar istana," ucap Putri Claire.
"T-tidak apa-apa tuan Putri itu sudah menjadi tugas saya," jawab Steven dengan gugup karena merasa tidak pantas ketika seorang Putri Raja berterimakasih kepada pengawal yang memang sudah seharusnya mengawal Keluarga Kerajaan.
"Baiklah, baiklah, haha... haa...," Putri Claire tertawa keras, karena respon Steven yang terlihat lucu.
Putri Claire dan Steven sudah sampai di depan gerbang istana, Steven pamit kepada tuan Putri Claire untuk kembali bertugas menjaga keamanan kerajaan.
Sedangkan Putri Claire berjalan ke arah kamar Putri Stella, sesampainya di kamar Putri Stella dia tidak melihat siapa pun.
"Hmm kemana perginya Putr Stella?" gumam Putri Claire. Lalu keluar kamar, untuk kembali mencari Putri Stella.
"Pelayan!" panggil Putri Claire kepada pelayan yang sedang membawa botol minuman di tangannya.
Putri Claire menanyakan di mana Putri Stella berada, lalu pelayan pun memberitahu Putri Claire, bahwa Putri Stella sedang berada di belakang halaman istana,
"Ahh di belakang ya, hmm... Kemana kau akan pergi dengan membawa botol air itu?" tanya Putri Claire yang menatap botol minum yang ada di tangan pelayan.
"Ini botol air minum untuk tuan Putri Stella, wahai Putri Claire," jawab pelayan, yang membuat Putri Claire kebingungan.
"Ah begitu ya? baiklah kau boleh pergi," titah Putri Claire. Lalu pelayan pun segera pergi meninggalkan Putri Claire.
Tidak lama setelah pelayan pergi Putri Claire pun berjalan menuju belakang halaman istana untuk menemui Putri Stella.
__ADS_1