
Hari mulai gelap, rombongan kerajaan hampir tiba di hutan lebat.
"Waahh...," teriak Jeans yang membuat semua orang terkejut.
"Pangeran! lihat di depan, apakah kita sudah sampai di hutan lebat?" tanya Jeans dengan wajah yang ceria dan penasaran. Sontak semua orang menatap lurus ke depan, karena kelelahan mereka hanya fokus pada jalan yang di laluinya.
"Ah, ya! sepertinya begitu," jawab Pangeran.
"Kalo begitu, kita harus segera kesana sebelum malam tiba," ucap Putri Stella.
Semua orang pun bergegas berjalan memasuki hutan lebat, seperti yang di katakan tabib, di hutan ini benar-benar gelap, hanya setitik terang yang menandakan bahwa waktu malam belum tiba.
Matahari yang tadi masih terlihat sekarang sudah menghilang. Seluruh hutan di penuhi daun-daun bercabang di atasnya dan itu sangat rimbun. Pantas saja di sebut hutan lebat.
Rombongan kerajaan mulai beristirahat mendirikan tenda, dan membuat api unggun untuk malam hari. Tenda telah selesai didirikan, Will dan Bastian sedang menyalakan api.
Annie tengah sibuk menyiapkan sate daging, pasalnya sebelum mereka memasuki hutan lebat.
Di jalan mereka berburu hewan liar, Pangeran berhasil menangkap rusa. Daging rusa telah di bersihkan. Annie sedang menusukkan kayu kecil ke daging rusa agar memudahkannya ketika di panggang.
Putri Stella dan Jeans sedang Asyik bermain, dan Pangeran sedang bersender di pohon rimbun, memperhatikan dua manusia yang tengah sibuk tertawa.
"Cih! menyebalkan, haruskah dia tertawa seperti itu?"
"Hei! Jeans!"
"Ya Pangeran?" Jeans menoleh ke arah ku.
"Apa yang kau lakukan? lihatlah! semua orang sedang sibuk bekerja! kenapa kau malah asyik berman tertawa seperti itu?!"
"Ah, y-yaa! pangeran, saya akan membantu mereka," ucap nya dan langsung berlari meninggalkan Putri Stella.
Mengapa? kenapa kau menatap ku seperti itu Putri Stella?
Ah, mungkinkah dia ingin aku menggantikan Jeans untuk bermain bersamanya? astaga itu sangat imut.
Hm... t-tunggu, mengapa kau berjalan ke arah ku? sebentar! Aku harus memikirkan nya dulu. Permainan Apa yang harus ku tawarkan pada mu. Ah tidak! dia semakin mendekat.
"Bug!"
__ADS_1
"Aw!" ringisku ketika Putri Stella memukul kepala ku.
"Apa yang kau katakan pada Jeans?" tanya Putri Stella menatap wajah Pangeran Philip.
"Apa yang salah? aku hanya mengatakan untuk bekerja," jawab Pangeran Philip.
"Pekerjaan seperti apa? semua telah siap! Jeans menemaniku bermain karena dia tidak memiliki kerjaan? dan kau! apa-apaan kau berteriak seperti itu?" cecar Putri Stella. Pasalnya Putri Stella kesal karena ketika dia sedang asyik bermain, Pangeran Philip mengganggu nya.
"Padahal sebentar lagi semut nya akan keluar, dan kau! tiba-tiba merusaknya!" teriaknya, dengan tatapan Putri Stella tajam ke arah mata Pangeran.
"Glup!"
"Glup!"
Terdengar suara dari tenggorokan Pangeran yang menelan beberapa kali air liurnya.
"Hei Jeans! apakah aku tadi salah?" tanya Pangeran, mencoba mengubah suasana.
"Eh? t-tidak pangeran! a-anda benar," jawab Jeans dengan gugup.
"Lihatlah Putri, dia baik-baik saja,"
"Cih!" decih Putri Stella dengan melipatkan kedua tangannya di dada.
Jeans yang melihat itu pun merasa deg-degan. "Apa-apaan ini? mengapa mereka bertengkar seperti itu, jangan jadikan saya seperti perusak rumah tangga orang Ah.... huhu...," tangisan batin Jeans
Entah sejak kapan pasukan team gosip sudah berkumpul, Annie menatap tajam mata Jeans. Will dan Bastian sedang berbisik-bisik melirik ke arah Jeans. Putri Stella dan Pangeran Philip masih saling diam dengan wajah menatap tajam satu sama lain.
Jeans merasa ingin berlari, menghilang dari dunia ini, kenapa jadi seperti ini? Aku hanya bermain menggali semut di tanah, itu pun permintaannya Putri Stella! teman macam apa kalian! bersikap manis ketika ada butuhnya saja, sekarang kalian semua menghindariku?Ah tidak! tidak!! ini seperti aku sedang berada dijurang maut! aku ingin kembali ke istana...!
Setelah beberapa saat terjadinya perang dingin.
"Ah! i-itu daging nya terbakar Annie!" teriak Jeans yang mengembalikan suasana seperti semula.
Suasana telah kembali seperti biasanya. Semua orang menikmati makanannya. Hanya Jeans yang sedang kesal, karena kebagian makanan yang hampir gosong.
"Cih! kalian semua benar-benar jahat!"
"Ah Ha...ha...ha..., maaf, kami hanya tidak ingin leher kami menghilang," ucap Will.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Jeans dengan mengunyah daging di mulutnya.
"Hei Jeans! apa kau tidak melihat raut wajah Pangeran?" tanya Bastian.
"Memang apa yang salah?" Jeans melirik ke arah Pangeran.
"Sudahlah Bastian! percuma saja kau menjelaskan, otak bodoh nya ini! tidak akan mengerti," sambung Will yang sedang menikmati daging panggang nya.
"Haha... ya kau benar! lihatlah Jeans, semua orang yang melihatnya pasti akan berpikir Pangeran akan menerkam seseorang!" Bastian memutar kan kepala Jeans ke arah Pangeran yang sedang memakan daging panggang nya dengan wajah datar.
Jeans yang melihatnya pun baru menyadari dan tubuhnya dengan cepat bergidik. Atmosfernya berubah menjadi menakutkan.
Semua orang telah mendapatkan perutnya merasa kenyang, Jeans yang sudah menguap lebar ingin segera beralih kedunia mimpi, hari tampak larut malam.
Walaupun di hutan lebat matahari tidak terlihat, tapi tetap saja ini waktu malam hari. Karena jika waktu siang hari, setidaknya akan ada setitik cahaya yang bisa menampakkan wujud manusia.
Berbeda dengan malam hari, jika api unggun di matikan. Suasana akan terlihat seperti sedang menutup mata.
Semua orang memasuki tendanya untuk menyusul Jeans yang sudah jauh dari alam mimpi. Malam hari sangat hening, semua orang sedang terlelap tidur. Suara berisik dari alam menjadi penghantar mimpinya. Suasana menjadi tenang dan damai.
* * * *
Putri Claire sedang berjalan ke kamar Raja. Terlihat ibunda Ratu sedang mengelap tubuh Raja dengan kain kecil dan air di wadah besar di samping tempat tidur Raja.
"Ibunda Ratu," Putri Claire menghampiri Ratu.
"Beristirahatlah, biar aku yang membasuh tubuh ayahanda."
Ibunda Ratu hanya tersenyum, dan mengelus pundak Putri Claire.
"Tidak Putri, anda sudah sangat sibuk seharian. Istirahatlah," pinta Ratu dengan lembut, dan melanjutkan aktivitasnya lagi.
Putri Claire hanya bisa menuruti perintah ibunda nya, lalu segera keluar dari ruangan meninggalkan Raja dan Ratu berduaan.
Malam hari sangat hening, Istana Kerajaan terlihat jauh lebih sepi. Mendengar Raja sakit, seluruh istana ikut berduka.
Salah satu penjaga menghampiri Putri Claire. mengatakan bahwa Putri Claire mendapatkan surat dari Pangeran Louis.
Setelah menerima suratnya, Putri Claire kembali ke ruangan kerja sang Raja. Surat dari Pangeran Louis berisi tentang kecuriga'an nya terhadap istana Marquis.
__ADS_1
Pangeran Louis menulis di suratnya bahwa, kain robek yang dia temukan. Bercorak sama dengan pakaian Pangeran Anthony. Akan tetapi, Pakaian nya sudah berada di pasar obral baju.
Pangeran Anthony menyuruh pelayan untuk membuang nya. Akan tetapi, pelayan nya malah membawa dan menjualnya ke pasar.