
Hari ini Pangeran Philip dan Grand Duke Edward berniat untuk mengunjungi Istana Keraja'an. Ketika kedua orang itu mulai memasuki hutan mereka terkejut ketika melihat 2 penjaga yang berasal dari Istana Keraja'an tiba-tiba saja tergeletak di tanah. Dengan segera mereka menghampiri kedua penjaga tersebut.
"Ada apa dengan kalian Jeans? Bastian?" tanya Pangeran Philip. Ketika melihat orang yang dia kenali itu terkena panah di tubuhnya.
"P-putri Stella b-baru saja di bawa oleh orang berjubah hitam," ucap Jeans dengan terbata-bata. Ketika Pangeran Philip menghampirinya. Sontak Pangeran Philip terkejut dan segera berdiri. Ketika Pangeran Philip hendak pergi Grand Duke Edward mencegahnya.
"Bukankah lebih baik kita mengobati mereka terlebih dahulu. Sebelum racunnya menyebar keseluruh tubuhnya, aku tahu yang ada di pikiranmu. Tapi tolong tenanglah dulu," ucap Grand Duke menatap Pangeran Philip yang tampak khawatir. Lalu kedua penjaga tersebut segera di bawa ke Istana Keraja'an. Selama perjalanan Bastian menceritakan kejadiannya pada Grand Duke dan Pangeran Philip.
Sesampai di Istana. Jeans dan Bastian segera di obati. Setelah di rasa keada'an kedua penjaga tersebut dalam kondisi baik. Mereka pun menceritakan apa yang terjadi selama di perjalanan. Pangeran Philip juga memberitahu Raja bahwa dirinya tidak pernah mengirim surat untuk Putri Stella.
Ratu yang mendengar tersebut sangat terkejut. Tubuhnya lemas tidak berdaya dengan segera Putri Claire menyanggah tubuhnya.
* * * *
Sudah 3 hari sejak Putri Stella di culik. Semua penjaga sudah di kerahkan untuk mencari Putri Stella. Salah satu penjaga melapor pada Raja. Bahwa dia menemukan pakaian Putri Stella di pinggir lautan. Sontak semua orang sangat terkejut. Grand Duke dan Pangeran Philip yang sudah di Istana Keraja'an selama beberapa hari pun terkejut.
Mereka semua berpikir bahwa Putri Stella hanyut karena tidak bisa berenang. Istana Keraja'an di selimut kesedihan. Annie berada di kamarnya sepanjang hari. Annie merasa bersalah karena tidak bisa menjaga Putri Stella dengan baik.
"Tidak Raja, Aku yakin Putri Stella baik-baik saja. Percayalah!" ucap Putri Claire yang meyakini bahwa adiknya masih hidup. Raja juga yakin anaknya masih hidup hanya saja Raja sedikit khawatir.
__ADS_1
Ibunda Ratu berada di kamarnya. Bersedih sepanjang hari menunggu kedatangan Putri Bungsunya. Pangeran Anthony yang mendengar kabar itupun memutuskan untuk keluar dari penjara dan pergi membantu Putri Claire mencari markas orang berjubah hitam itu.
Pangeran Anthony dan Putri Claire sudah pergi ke beberapa tempat yang dulu pernah di jadikan markas kelompok Ball. Akan tetapi, mereka masih belum menemukan Putri Stella.
* * *
Di tempat lain terlihat Putri Stella dan Qinara sedang bermain-main di depan gubuknya. Bersyukur orang yang berjubah hitam sudah tidak terlihat lagi di sekeliling hutan itu. Tubuh Putri Stella sudah merasa baikan. Tetapi, dia tidak ingin segera kembali ke Istana Keraja'an. Menurutnya dia ingin tinggal sebentar lagi di gubuk itu. Di karenakan tempat di hutan itu sangat nyaman dan membuat otaknya segar. Selama ini Putri Stella sudah sangat prustasi memikirkan cara untuk kembali ke dunianya. Sampai di titik dia sekarat dia masih juga belum bisa kembali.
Putri Stella akhirnya memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi. Mulai sekarang dia akan menjalani hidupnya sebagai anak keluarga keraja'an dengan santai.
"Qinara! kemarilah!" panggil Putri Stella yang sedang berada di belakang gubuknya. Menatap tanah yang bergelembung. Senyuman manisnya tampak di wajahnya. Qinara sedang berada di dalam rumah. Walaupun begitu suara Putri Stella tetap terdengar karena gubuknya terbuat dari bambu-bambu yang di anyam yang di jadikannya sebagai dinding rumahnya.
Qinara sedang di dapur melihat Ibunya yang sedang memasak. Sesekali Qianara mengambil makanan yang sudah jadi. Mendengar Putri Stella memanggilnya. Dengan segera Qinara berlari ke belakang rumahnya.
"Lihat! lihat!' ucap Putri Stella menunjuk ke bawah tanah. Qinara pun ikut menoleh ke arah bawah tanah.
"Tanahnya bolong-bolong Tuan Putri," ucap Qinara yang mengambil ranting pohon kecil mengikuti Putri Stella.
"Benar, jika kita terus mengorek-ngorek ranting kayu ini ke bawah tanah. Nanti keajaiban akan muncul dari bawah tanah," bohong Putri Stella.
__ADS_1
"Benarkah? waaahhh," sahut Qinara dengan mata berbinar-binar yang dengan mudahnya ditipu oleh Putri Stella.
Beberapa sa'at setelah mereka berdua mengorek gelembung tanah itu. Semut-semut pun bermunculan di permuka'an. Qinara yang melihatnya pun terkejut.
"Aahh! Semutnya banyak sekali Tuan Putri," teriak Qinara yang melompat-lompat ketika semut-semut berjalan di kakinya. Putri Stella yang melihat itupun terkekeh menertawakan Qinara. Mereka berdua tertawa bersama-sama. Tidak tahu apa yang lucu hanya saja permainan itu terasa seru.
Tiba-tiba Ibu Qinara memanggil mereka berdua agar segera masuk ke dalam gubuk. Qinara dan Putri Stella pun mengakhiri permainannya. Dan segera masuk ke dalam gubuk. Beberapa makanan telah di sediakan.
"Jangan lupa cuci tangan," ucap Rizz mengingatkannya. Ketika melihat tangan mereka kotor. Setelah selesai mencuci tangan. Mereka semua pun makan bersama. Makanan terhidang seadanya. Kentang yang di jadikan sebagai pengganti nasi dan sayuran yang di petik dari kebunnya. Walaupun begitu mereka sangat bersyukur. Putri Stella pun juga ikut memakannya. Walaupun sederhana mereka merasa bahagia.
Sudah hampir 2 minggu Putri Stella berada di gubuk itu. Putri Stella pun berbincang dengan Rizz. Dia ingin meminta tolong pada Qinara untuk pergi ke Istana Keraja'an. Untuk memberitahu Putri Claire bahwa Putri Stella berada di sini. Karena Putri Stella khawatir jika dia yang pergi. Dia takut bertemu dengan orang berjubah hitam di tengah jalan nanti.
Rizz pun menyetujuinya dan langsung berbicara dengan Qinara. Dengan senang hati Qinara mau membantunya.
Ke'esokan harinya. Qinara sudah siap pergi ke Istana. Rizz memberikan beberapa sayuran dan mengatakan pada Qianara agar dia membawanya. Jika Qinara bertemu beberapa orang aneh di jalan. Katakan saja bahwa dia akan pergi ke ibukota untuk menjual sayurannya. Qinara paham dengan apa yang di maksud oleh Ibunya.
"Qinara, ma'af karena aku, kamu harus melakukan semua ini," ucap Putri Stella merasa bersalah karena sudah melibatkan Ibu dan anak itu.
"Tidak Tuan Putri, saya sangat senang bisa membantu Tuan Putri," sahut Qinara dengan menampilkan senyuman di wajahnya. Dan Rizz pun menatap Putri Stella dengan wajah yang sangat senang. Pasalnya Ibu dan anak itu merasa terhormat bisa membantu Keluarga Keraja'an.
__ADS_1
Setelah mengobrol sebentar, Qinara pun segera pergi berjalan menjauhi gubuknya untuk segera pergi ke Istana Keraja'an.
Dari arah gubuk terlihat Putri Stella menatap kepergian Qinara hingga tidak terlihat lagi. Rizz yang melihat Putri Stella pun segera menghampirinya. Dan meyakinkan Putri Stella bahwa Qinara pasti baik-baik saja. Dan tidak perlu mengkhawatirkannya lagi. Putri Stella merasa sedikit tenang setelah Rizz berbicara dengannya.