Teleportasi Ke Dunia Lain

Teleportasi Ke Dunia Lain
Sakit demam


__ADS_3

Sudah 2 minggu sejak Reiko Kana berada si tubuh Putri Stella. Di kamar, tampak tuan Putri Stella terlihat sakit, dengan tubuh lesu dan pikiran yang sedang berterbangan.


Reiko Kana sedang memikirkan bagaimana cara dia agar bisa kembali ke dunia ya. Dia sudah melakukan cara yang dia ketahui ketika pertama kali berada di tubuh Putri Stella, Annie mengatakan, hari itu Putri Stella terjatuh ke dalam kolam. Dan ketika bangun, Reiko Kana sudah berada di tubuh Putri Stella. Karena itu seminggu yang lalu Reiko Kana mencoba cara yang sama.


1 MINGGU YANG LALU


"Tuan Putri tunggu! kamar mandi anda ada di sebelah sini! kenapa anda pergi kesana?" ucap Annie yang menunjuk ke arah taman kolam.


Tetapi, Putri Stella mengabaikannya dan berlari ke arah kolam yang ada di taman. Dengan cepat Putri Stella melompat masuk ke dalam air.


Annie yang melihatnya pun terkejut dan memanggil-manggil nama Putri Stella.


"Tuan Putri Stella!" teriak Annie dengan wajah yang ketakutan pasalnya Annie takut tuan Putri nya kenapa-napa. Annie segera berteriak memanggil para penjaga.


Sesaat kemudian, seorang penjaga datang. Annie dengan cepat menyuruhnya untuk masuk ke dalam kolam untuk menyelamatkan Putri stella.


Ketika penjaga hendak ingin melompat ke dalam air. Tiba-tiba, Putri Stella muncul di permukaan air.


Annie terkejut melihat Putri Stella bisa berenang, Putri Stella menjelaskan bahwa, setelah Putri Stella terjatuh ke dalam kolam karena tidak bisa berenang. Putri Stella akhirnya memutuskan untuk belajar berenang sendirian. Annie dengan mudah langsung mempercayainya.


Ke esokan hari nya, Putri Stella kembali menyeburkan diri ke dalam kolam. Sudah hampir seminggu Putri Stella melakukan hal yang sama. Yang membuat semua orang terkejut adalah, setiap kali Putri Stella melompat masuk ke dalam air, Putri Stella selalu berteriak "Matilah Stella!"


Annie dan seluruh istana tampak bingung, apa yang sedang Putri Stella lakukan sebenarnya? Putri Stella tidak terlihat seperti akan berenang, dia hanya terlihat seolah-olah terjatuh ke dalam air.


Dan kemudian sekarang.


Aku terbaring sakit terkena demam, karena masuk angin.


Ibunda Ratu, Maharaja dan Putri Claire pun datang melihat Putri Stella yang sedang terbaring di tempat tidurnya.


"Putri Stella, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Ibunda Ratu dengan raut wajah cemas.


Raja dan Putri Claire pun tampak khawatir denganku. Bahkan Annie mengatakan bahwa Raja memperintahkan, para penjaga untuk menguras air di taman kolam!


"Kau sangat suka membuat masalah," ucap Putri Claire dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja Ibunda, kalian tidak perlu khawatir, hacoh! hacoh! hehe...hehe...," Aku menyeringai di depan keluargaku ketika tidak sengaja bersin-bersin.


"Itu yang kau katakan baik-baik saja?" ketus Putri Claire. Aku hanya tertawa bodoh menatap Putri Claire.


Raja memerintahkan Annie untuk menjagaku. dan Raja juga meminta Annie untuk melarangku keluar dari istana sampai aku benar-benar sembuh.


Annie hanya mengangguk menerima perintah Raja.


"Tapi ayahanda, aku ingin jajan keluar," rengekku menatap Raja dan di balas dengan tatapan sinis mata Raja. Aku yang merasakan ancaman pun segera mengalihkan pandanganku dan berhenti membahas soal keluar istana.


"Cepatlah sembuh jika kau ingin segera keluar!" kata Putri Claire dengan menatap wajahku, aku hanya membalasnya dengan senyuman.


Tidak lama kemudian semua orang pun keluar meninggalkanku sendirian di kamar.


Annie juga mengatakan, akan mengambilkan air untuk mengelap tubuhku yang berkeringat. Dan mau meracikkan obat untukku.


Sedangkan di dalam kamar, Aku merasa sangat prustasi memikirkan cara untuk kembali ke duniaku.


Bagaimana bisa cara ini tidak efektif? bukankah ini cara ketika kami bertukar tubuh? seharusnya ini bisa!


Gawat! bagaimana ini? apa yang harus kulakukan? pikiranku buntu, tidak ada jalan lagi.


"Tok...tok...tok...," suara ketokan pintu membuyarkan lamunanku.


Aku dengan cepat segera berbaring tidur ke atas kasurku, membalut seluruh tubuhku.


"Masuklah Annie!" teriakku, karena aku tahu itu pasti Annie.


Tidak lama kemudian, Annie pun masuk ke dalam kamarku untuk memberikan obat penurun demam.


"Ini, tuan Putri minumlah!" Annie memberikan obat padaku, terlihat daun seperti ramuan yang sudah di tumbuk, aku mendekatkan hidungku karena merasa ada sesuatu aroma bau yang keluar dari ramuan itu.


"Ow khockk! khock!, obat apa ini Annie? baunya sangat aneh,"


"Itu obat yang sudah saya racik untuk menyembuhkan demam anda," jelas Annie,

__ADS_1


"Ack! ini pahit Annie!" teriakku ketika sudah memasukan obat itu ke dalam mulutku, dengan menjulurkan lidah karena terasa sangat pahit, Annie dengan segera memberikan minuman padaku.


"Gluk... gluk..."


"Bersabarlah tuan Putri, obat itu memang pahit, tapi obat itu akan sangat bagus, Anda pasti akan segera sembuh setelah meminum nya," jelas Annie panjang lebar, aku hanya menganggukkan kepalaku saja.


"Tidurlah tuan Putri, agar ketika anda bangun nanti, tubuh anda membaik!" ucap Annie ketika aku selesai meminum obat yang dia berikan. Aku hanya mengikuti apa yang Annie perintahkan saja. Lalu berusaha memejamkan mata ku, memikirkan cara untuk kembali ke dunia ku, membuat ku sakit kepala. Dan juga obat yang Annie berikan, sudah mulai bereaksi membuatku mengantuk.


Setelah memastikan Putri Stella tertidur, Annie pun meninggalkan kamar Putri Stella. Dan membiarkannya untuk beristirahat.


* * * *


Hari tampak cerah, Wilayah Kota raja di sinari dengan matahari yang cukup panas.


Duduk seorang Pangeran dengan seorang Putri di sebuah restoran tempat dimana mereka selalu makan bersama.


Pangeran Philip berniat untuk makan sendiri. tapi, seperti biasa Putri Diana selalu tiba-tiba muncul di hadapannya.


"Hallo Pangeran!" sapa Putri Diana dengan segera duduk di hadapan Pangeran Philip.


"Akhir-akhir ini anda terlihat sering datang berkunjung kemari?" tanya Putri Diana.


"Ah, aku hanya mampir sebentar saja," jawab Pangeran Philip.


"Kau tahu Pangeran! saya memiliki rumor yang sangat penting!" bisik Putri Diana.


"Sudahlah Putri, jika anda tidak ada keperluan, anda boleh pergi. Saya sedang ingin sendiri " jawab Pangeran datar karena sedang tidak mood untuk di ajak mengobrol.


"Ini tentang Putri Stella loh," rayu Putri Diana dengan wajah liciknya.


"Hm? ada apalagi dengan dia? paling mencari masalah!" sahut Pangeran Philip dengan ketus.


Mulut dan hati Pangeran tidak sesuai. Sebenarnya, kedatangan Pangeran Philip ke restoran ini untuk melihat Putri Stella. Tapi, sudah hampir dua minggu dia tidak melihat Putri Stella.


"Anda benar pangeran! ini rahasia loh, kalo terdengar orang lain bisa menyebabkan kesalah pahaman," kata Diana dengan senyuman tipis di bibirnya.

__ADS_1


"Kemari, saya akan membisikkannya!" ucap Putri Diana yang mendekat ke arah pangeran.


Dan Putri Diana pun segera membisikkan sesuatu tentang Putri Stella kepada Pangeran Philip.


__ADS_2