Teleportasi Ke Dunia Lain

Teleportasi Ke Dunia Lain
Kebakaran


__ADS_3

"Waahh... Hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya, ini sangat panas...," ucap Putri Stella dengan mengibaskan tangannya di depan wajahnya.


"Iyaa tuan Putri, sekarang sedang musim panas," ucap Annie dengan meletakan tangan di atas kepalanya untuk menutupi matanya yang terkena sinar matahari.


Ketika Putri Stella dan Annie sedang berjalan tiba-tiba Pangeran Anthony menghampiri kami.


"Hallo tuan Putri Stella!" ucap Pangeran Anthony yang berada tepat di depan tubuh Putri Stella.


"Ahh kau?" Putri Stella menunjuk-nunjukkan tangan ke arahnya, karena dia seperti pernah bertemu sebelumnya. Tapi Putri Stella lupa.


"Itu Pangeran anthony dari bangsawan Marquess," ucap Annie ketika melihat Putri Stella kebingungan.


"Aahh Anthony ya?" Tanya Putri Stella menatap wajahnya.


"Pangeran Anthony, tuan Putri!" Annie membenarkan omongan Putri Stella,


"Ah ya! Pangeran Anthony hallo!" sapa Putri Stella dengan tersenyum lembut.


Putri Stella meminta maaf pada Pangeran Anthony karena telah bertindak kasar ketika memanggilnya. Putri Stella lupa bahwa di dunia kerajaan, seseorang yang memiliki gelar bangsawan harus di hormati.


Pangeran Anthony hanya tersenyum menatap wajah Putri Stella.


Apa maksud senyumannya? apa dia bisu? kenapa tidak bisa menjawabnya? kesalku.


"Apa yang anda lakukan disini tuan Putri? " tanya Anthony lagi


"Tidak ada, aku hanya berkeliling saja,"


"Tuan Putri anda sangat santai ya!" tanya Anthony.


Aku bingung dengan pertanyaannya, santai apanya? mengapa dia berbicara berbelit-belit?


"Santai? Memang ada yang salah?" tanya ku.


"Tentu saja tidak, anda tuan Putri, jadi anda bebas melakukan apa pun yang anda ingin kan," ucap Anthony, lalu pamit untuk pergi meninggalkanku dan Annie.


Omongan Anthony sedari tadi membuatku pusing tujuh keliling, pembicara'annya tidak mudah ku pahami.


"Hei Annie! bukankah Pangeran Anthony terlihat seperti tidak menyukaiku?"


"Hmm itu mungkin karena insiden setahun yang lalu Putri," jawab Annie, membuatku semakin pusing karena tidak tahu.


"Ha? Kenapa emangnya?"


"Itu loh tuan Putri, hari dimana anda di lecehkan oleh Pangeran Anthony? " jawab Annie menatap wajahku.

__ADS_1


Sontak Aku terkejut, karena menurutku Pangeran anthony tidak seperti itu. Tapi Aku hanya diam dan tidak mengatakan apapun pada Annie.


"Hm, begitu ya?" gumamku pelan.


Setelah bertemu dengan Pangeran Anthony aku merasa moodku tiba-tiba saja berubah, aku mengajak Annie untuk kembali ke istana.


Annie hanya mengikutiku seperti biasanya.


* * * *


Putri Stella sedang duduk dengan menikmati teh di kebun mawar belakang istana.


"Hei anak manja!" sapa Putri Claire yang tiba-tiba menghampirinya.


"Ha? Anak manja! siapa yang kakak panggil?" tanya Putri Stella.


"Disini hanya ada kau dan Annie, menurutmu siapa lagi?" tanya Putri Claire dengan menaikan sebelah alisnya menatap wajah Putri Stella.


"Aish, panggilan itu tidak cocok untukku heumph!" jawab Putri Stella memalingkan wajahnya.


"Hahahaa... Hari ini kau tidak keluar istana?"


"Sudah, tapi tidak ada yang menarik," jawab Putri Stella dengan meminum tehnya.


"Ano-san ano-san kakak!" panggilku.


"Sudahlah apa saja boleh, kakak! minggu depan kau akan ikut lomba berkuda?" tanyaku bersemangat.


"Hm, ya! ayahanda menyuruhku mengikuti lombanya," jawab Putri Claire.


"Waahh kakak pasti sangat hebat berkuda, aku jadi tidak sabar ingin melihatmu berkuda" kataku dengan girang ketika memikirkan rencanaku, itu membuat moodku menjadi bagus.


"Tentu saja, walaupun Aku perempuan Aku tidak akan kalah hebat dari Pangeran Philip," sahut Putri Claire.


"Ha? itu sudah pasti kau jauh lebih hebat dari nya, Pangeran hanya mengandalkan ketampanannya saja, dia pasti lemah ketika berkuda," kataku kesal setiap kali mendengar nama Pangeran Philip.


"Eeehh... tumben sekali kau menjelek-jelekkan Pangeran Philip, biasanya kau selalu memuji dan mendukungnya," ucap Putri Claire.


"Itu dulu! sekarang tidak lagi!"


"Emm begitu ya? kenapa apakah kalian bertengkar lagi?" tanya Putri Claire menatap wajahku.


Ketika aku mengatakan pada Putri Claire bahwa Aku ingin memutuskan pertunangannya, Putri Claire mengatakan Aku harus berusaha menerimanya. Karena bagaimana pun kami sudah di jodohkan dan harus menikah. Aku ingin memberitahu Raja kalo Aku tidak ingin menikah dengan orang yang tidak menyukaiku.


Kata Putri Claire, kami adalah putri keturunan Raja, pernikahan kami sudah di atur. Itu semua demi kemakmuran para rakyat-rakyat kerajaan. Setidaknya sebagai keluarga bangsawan kami harus berkorban walaupun hanya sedikit.

__ADS_1


"Kau tidak bisa menolaknya begitu saja. Perjodohan hanyalah pengorbanan kecil yang bisa kau lakukan untuk kedamaian kerajaan dan rakyatnya!" ucap Putri Claire dengan wajah tegas.


Aku hanya terdiam mendengarkan semua omongan yang di katakan Putri Claire.


"Hm yasudahlah, mungkin sekarang kau tidak mengerti! tapi suatu saat kau pasti akan memahaminya sendiri," ucap Putri Claire.


Putri Claire pun pamit pergi karena ingin menemui Raja, katanya ada hal penting yang harus Putri Claire bicarakan pada Raja.


Aku tidak begitu mengerti jadi biarkanlah.


* * * *


Sesampai bertemu raja. Putri Claire pun memberitahu kedatangannya menemui Raja untuk mengatakan hal penting.


"Ayahanda, Putri ingin menyampaikan, bahwa wilayah kota timur sedang terjadi kebakaran," ucap Putri Claire menatap wajah Ayahandanya.


"Apa yang terjadi?" tanya Maharaja.


"Putri juga tidak tahu ayahanda, pengawal kaisar sedang membantu menyelidiki apa penyebabnya?" kata Putri Claire.


"Akhir-akhir ini banyak kejadian yang tak terduga yang mengancam wilayah kerajaan," ucap Maharaja.


"Hm ya! ini seperti ulah satu orang,"


"Entahlah, kita belum bisa memastikannya putri, lebih baik jangan berburuk sangka dulu sebelum kita mengetahuinya dengan jelas," ucap Maharaja.


"Baik ayahanda, hari ini putri akan pergi ke istana kekaisaran. Grand Duke Edward juga mengatakan, akan mengirim pasukannya untuk membantu menyelidiki, apa penyebab yang mengakibatkan kebakaran terjadi. Karena kebakaran kali ini sangat merugikan para rakyat kerajaan yang ada di wilayah timur," jelas Putri Claire.


"Baik putri, kau pergilah untuk memeriksanya. Ayahanda akan menghubungi bangsawan Earl untuk mendiskusikankan masalah ini" perintah Maharaja.


"Dan ucapkan terima kasihku pada Baginda Kaisar dan Grand Duke atas bantuannya,"


"Baik ayahanda, Putri akan menyampaikannya. Kalo begitu Putri pamit pergi ayahanda," ucap Putri Claire dengan setengah membungkuk, lalu meninggalkan ruangan Maharaja.


Putri Claire memanggil beberapa penjaga untuk mengawalnya pergi menuju istana Kaisar.


"Steven!" panggil Putri Claire kepada pria bertubuh kekar itu, ksatria yang setia untuk menjaga keamanan di kerajaan, di percaya Maharaja karena kesetiaan dan tugasnya yang selalu dapat di selesaikan olehnya.


"Iyaa tuan Putri," sahut Steven.


"Kau ikutlah denganku mengunjungi istana Kaisar," titah Putri Claire.


"Baik tuan Putri!" jawab Steven.


"Karena kau yang pergi, sepertinya sudah cukup 1 penjaga saja," ucap Putri Claire yang menurutnya membawa Steven untuk menjadi pengawalnya saja sudah cukup bisa di percaya.

__ADS_1


Steven dan Putri Claire pun pergi untuk mengunjungi Istana Kaisar.


__ADS_2