
Hari sudah mulai gelap, rombongan kerajaan berhenti untuk beristirahat malam ini.
Bastian dan Pangeran Philip mulai mencari kayu-kayu pohon untuk mendirikan tenda.
Will dan Jeans sibuk mengeluarkan kain besar untuk di jadi kan atap tempat berteduh, Annie dan Aku sibuk menyiapkan barang-barang untuk persiapan tidur. Ada beberapa kain yang bisa di jadikan selimut.
Tenda sudah di pasang dengan baik. Para pria membuat 2 tenda, kelompok pria pun mulai masuk ke tenda nya masing-masing untuk beristirahat. Aku dan Annie juga memasuki tenda kami.
"Tuan Putri? ini pakailah! malam hari akan terasa dingin," Ucap Annie yang memberikan kain untuk di jadikan selimut tidur.
Malam hari sangat hening, hanya ada suara kodok dan hewan lain nya yang berbunyi di malam hari.
Para penjaga sudah memasuki mimpi nya masing-masing, aku melihat Annie juga sudah terlelap nyenyak ke dalam mimpi nya, dengan balutan kain yang menutupi seluruh tubuh nya.
Mata ku masih terbuka, aku belum merasakan ngantuk, aku pun beranjak dari tenda, berjalan keluar meninggalkan Annie yang sedang tertidur.
Di luar sedikit dingin tapi Aku baik-baik saja, udara alam memang yang terbaik. Aku berjalan ke arah depan dan duduk di bawah pohon. Tempat yang kami singgahi cukup tinggi mungkin kami berada di atas gunung. Entah lah.
Aku berjalan pelan ke depan, melihat batangan kayu besar tergeletak di atas tanah. Aku menghampiri nya dan duduk di atas batang kayu nya, "nyaman," lirih ku pelan.
Dari tempat ku duduk, aku bisa melihat hutan yang berada di bawah nya. Langit nya bumi juga terlihat lebih luas dari tempat ku duduk.
Cuaca malam ini sangat bagus, bulan bersinar sangat terang sehingga bisa menampakan tubuh ku di antara pohon-pohon yang ada di hutan.
Ada hewan kecil berterbangan di sekitarku, hewan itu mengeluarkan cahaya berwarna kuning. Aku menatap lama hewan kecil yang berterbangan itu. "Cantik," batin ku yang masih melihat cahaya berterbangan.
"Itu kunang-kunang," terdengar suara seorang pria dari belakang tubuh ku. Aku menoleh ke belakang, Pangeran Philip berdiri dengan menyandarkan tubuh nya di pohon dan tangan yang di lipat di depan dada nya.
Aku menatap wajah Pangeran Philip. Begitu juga dengan Pangeran Philip yang melihat ke arah ku.
"Itu di nama kan kunang-kunang, cantik bukan?" tanya Pangeran Philip.
"Em! ya! cantik," jawab ku, beralih melihat cahaya yang berterbangan itu.
Pangeran Philip perlahan berjalan menghampiri ku, dan berdiri tepat di sebelah tubuh ku.
"Kunang-kunang bisa ditemukan di rawa atau hutan yang basah seperti sekarang. Hutan disini sangat sejuk, wajar saja banyak kunang-kunang berkeliaran." jelas nya.
__ADS_1
"Bolehkah aku menangkap nya? aku ingin membawa nya ke istana, agar bisa bermain dengan kunang-kunang itu?"
Ketika Aku melihat hewan cantik itu, aku merasa mereka sangat imut. Aku menginginkan nya! Pasti menyenangkan bisa melihat hewan bercahaya itu sebelumn Aku tidur.
"Lebih baik jangan Putri Stella," Jawab Pangeran Philip.
"Kenapa?" tanya ku menatap wajah Pangeran Philip.
"Lebih baik mereka tetap berada di hutan, karena disini! memudahkan hewan kecil itu untuk mendapatkan persediaan makanan untuk larvanya. Jika di bawa ke istana, Aku takut dia tidak bisa bertahan." Ucap Pangeran Philip.
"Ah, begitu ya!" gumam ku,
Pangeran Philip membuka telapak tangan nya mendekat ke arah kunang-kunang tak lama kemudian, kunang-kunang berterbangan di atas telapak tangan Pangeran Philip.
"Cantik," gumam Pangeran Philip yang sedang menatap kunang-kunang di atas telapak tangan nya.
Beberapa saat aku melihat wajah Pangeran Philip, tanpa sadar Aku menatap wajah nya yang tenang, tersenyum tipis ketika bermain dengan kunang-kunang.
Pangeran Philip menoleh menatap mata ku, sontak Aku terkejut dan segera mengalihkan pandangan ku ke atas langit.
"Aw!"
"Cup!" Pangeran Philip mencium bibir ku.
Aku yang terkejut hanya terdiam, dan untuk beberapa saat Pangeran Philip melepaskan bibir nya dari bibir ku lalu menatap lekat wajah ku.
"Lucu," gumam nya.
"A-apa yang kau lakukan?" tanyaku, aku segera menutup mulut ku ketika Pangeran Philip melepaskan bibir nya dari mulut ku.
"Wajah mu memerah itu sangat lucu," ucap nya dengan santai.
"Ha? kenapa kau lakukan itu? bukankah kau membenci ku? kenapa kau mencium orang yang tidak kau sukai?" cecar ku pada nya.
"Hm?" Pangeran Philip menatap wajah ku lama, aku hanya terdiam ketika dia melihat wajah ku dari jarak yang sangat dekat.
"Tidak!" lanjut nya lagi.
__ADS_1
Cih! Aku sangat kesal ketika mendengar dia mengatakan tidak! apa maksudnya tidak? jelas-jelas dia tidak menyukai ku. Omong kosong macam apa itu?!
"Bohong!" teriak ku.
Pangeran Philip menyentuh tangan Putri Stella, reflek Putri Stella menepis nya.
"A-aku a-aku...."
Belum selesai Putri Stella berbicara, dia segera berlari masuk ke dalam tenda nya.
* * * *
Terdengar suara Annie memanggil nama ku, perlahan aku membuka mata ku. Pagi hari sudah tiba.
Sial! Aku tidak bisa tidur nyenyak, semalam setelah kami berciuman. Itu membuat ku terus-terusan kepikiran, dan akhirnya aku tertidur ketika pagi hampir tiba.
Sekarang Aku mengantuk, Annie mengajakku keluar untuk mencuci wajah, Annie mengatakan ada air sungai kecil yang mengalir dari tempat mereka mendirikan tenda.
Dengan lunglai dan wajah bantal, aku mengikuti Annie berjalan menelusuri jalanan kecil yang di penuhi tanaman-tanaman lebat yang membuat ku susah melewati nya.
* * * *
Ketika kami kembali dari sungai Aku melihat semua orang sedang sarapan. Pangeran Philip juga ikut makan dengan mereka.
Aku terkejut melihat Pangeran Philip menatap ke arah ku, ah! jantung ku kenapa berdegup kencang seperti ini! hentikanlah! kau bisa membuat ku serangan jantung! Aku memukul dadaku begitu keras.
"Putri Stella apa yang anda lakukan?" panggil Annie menyadarkan kegilaan ku.
"Ah! tidak ada Annie," jawab ku dengan menyengir tidak karuan.
Aku dan Annie pun berjalan menghampiri para penjaga, dan bergabung bersama mereka.
"Ini makanan mu!" Pangeran Philip menyodorkan makanan yang sudah siap di wadah nya, aku dengan malu-malu mengambil makanan dari tangan nya.
"Pangeran! apakah kita masih jauh untuk memasuki ke hutan lebat nya?" tanya Jeans penasaran, karena dari kemaren Jeans sudah tidak sabar ingin melihat hutan lebat yang tidak bisa di masuki oleh sinar matahari. Bagi Jeans itu sangat keren.
"Em, kalo kita berangkat sehabis sarapan ini, mungkin kita akan sampai kesan sekitar sore hari," jawab Pangeran.
__ADS_1
"Benarkah?" teriak Jeans dengan mata yang berbinar-binar.
"Buk! diam dan habiskan lah makanan mu!" ucap Will memukul pelan kepala Jeans, dan hanya di balas dengan wajah cemberut Jeans.