
Terlihat Grand Duke Edward sedang berjalan memasuki istana, dan Pangeran Louis yang berjalan keluar istana. Bertemu satu sama lain mereka hanya sekedar menyapa singkat.
Grand Duke Edward memasuki ruangan Raja untuk bertemu dengan Putri Claire.
"Kau sudah disini Grand Duke?" sapa Putri Claire.
"Ya, apa yang di lakukan Pangeran Louis disini? tadi kami berbertemu di lorong istana," ucap Grand Duke.
Putri Claire pun memberitahu Grand Duke Edward, bahwa Pangeran Louis menemukan sesuatu tentang kebakaran di wilayah timur.
"Hm? apa itu Putri?" tanya Grand Duke Edward.
Putri Claire mengatakan, Pangeran Louis menemukan kain robek di antara pohon-pohon yang habis terbakar. Kain itu seperti tidak asing, itu seperti pakaian dari bangsawan Marquis. Pangeran Louis akan mengabarkan nya lagi jika sudah memastikan nya.
Mendengar penjelasan Putri Claire, Grand Duke Edward juga akan memerintahkan beberapa prajurit nya untuk memata-matai bangsawan Marquis.
* * * * *
Di sisi lain, Putri Diana dan Pangeran Anthony berdebat karena masalah kebakaran.
"Bukankah kau mengatakan tidak akan merugikan warga? hanya hutan saja?" Tanya Pangeran Anthony dengan kesal.
Pasalnya Pangeran Anthony hanya ingin membuat beberapa kegaduhan untuk kerajaan, tapi siapa sangka kalo perbuatannya akan merugikan warga di sekitar yang rumah nya ikut terbakar.
Pangeran Anthony masih kesal dengan Putri Diana. Karena apa yang di perintahkan ketua kelompok Ball! itu membuat suasana memburuk.
"Aish! kau jangan menyalahkan ku Pangeran! bukan aku yang menyuruh mu!" kesal Putri Diana, karena di jadikan pelampiasan oleh Pangeran Anthony.
Pangeran Anthony memang mempunyai dendam pada keluarga kerajaan, tapi Pangeran Anthony tidak ingin balas dendam nya membuat warga yang tidak bersalah terkena imbas nya.
~ Setahun yang lalu. ~
Pangeran Anthony sedang bersama Putri Stella, Pangeran Anthony menyukai nya. Dan berusaha untuk mendapatkan hati Putri Stella, mereka sedang berjalan di festival wilayah ibukota kerajaan pada malam hari.
Putri Stella sangat pemalu, walaupun begitu,dia tidak menolak ajakan Pangeran Anthony untuk keluar bersama nya, tentu saja Annie juga ikut dengan nya.
__ADS_1
Annie sedang mengantri untuk membeli beberapa makanan, Pangeran Anthony melihat Putri Stella sedang memperhatikan kinciran kecil berwarna emas yang di jual oleh seorang kakek di jalanan, Pangeran pun berinisiatif ingin memberi suprise pada Putri Stella, dia ijin untuk pergi sebentar lalu meninggalkan Putri Stella sendirian.
Ketika Putri Stella berdiri sendirian di pojok yang sedikit jauh dari keramaian, tiba-tiba datang beberapa pria menggoda nya, ada 3 pria yang menganggu Putri Stella, kedua pria memegang lengan Putri Stella. Dan satu nya lagi memeluk dari arah depan tubuh Putri Stella dengan tangan yang meraba-raba pinggulnya.
Sontak Putri Stella berteriak, Pangeran Anthony yang mendengar teriakkan Putri Stella pun segera berlari menghampiri nya. Para pria yang melihat Pangeran Anthony berjalan ke arah nya pun segera pergi meninggalkan Putri Stella yang sedang ketakutan.
"Apa anda baik-baik saja Putri?" tanya Pangeran dengan wajah khawatir.
Ketika Pangeran hendak memenenangkan Putri Stella dengan memegang lengannya, sontak Putri Stella terkejut dan berteriak. Annie melihat ke arah Pangeran Anthony dan Putri Stella. Putri Stella menepis tangan Pangeran Anthony dan segera berlari meninggalkan nya.
Annie yang melihat itu pun segera mengejar Putri Stella yang kembali ke istana kerajaan. Semenjak kejadian itu, Putri Stella mengurung dirinya di kamar selama hampir satu minggu, makanannya hanya di letakan di depan pintu kamarnya saja.
Selama Putri Stella mengurung diri, Raja mendengar dari seseorang bahwa Pangeran Anthony hendak melecehkan Putri Stella. Annie juga mengatakan bahwa dia melihat Pangeran memegang tangan tuan Putri nya, lalu Putri Stella menepisnya dan segera berlari pergi.
Pangeran Anthony pun di hukum dan di kurung di bawah penjara. Seminggu kemudian, Putri Stella mendengar dari Annie bahwa Pangeran Anthony di kirim ke penjara, Putri Stella segera memberitahu Raja jika Pangeran Anthony tidak bersalah.
Pangeran Anthony pun di bebaskan. Lalu Pangeran Anthony kembali ke istana nya, ketika sesampai di istana, Pangeran Anthony terkejut ketika mendapatkan ibu nya yang tengah sakit telah meninggal.
Pangeran Anthony sangat marah kepada kerajaan, karena mereka memenjarakan Pangeran Anthony, sehingga membuat ibu nya meninggal.
* * * *
"Ku dengar Raja terkena racun bunga melati," ucap Putri Diana menoleh ke arah ku.
"Benarkah? bukankah itu racun yang sangat langka? bagaimana bisa racun itu sampai pada tubuh Raja?" tanyaku menatap mata Putri Diana.
"Entahlah," sahut nya dengan menatap mataku balik.
"Mungkinkah itu ketua kelompok Ball?" tanya Putri Diana lagi. Aku hanya terdiam tidak menanggapi nya, karena aku sendiri tidak begitu mengetahui nya.
"Aku akan pergi keluar!" kata ku, yang segera meninggalkan Putri Diana ditaman istana sendirian.
Aku sedang duduk di luar, di pinggiran ibukota. Dari kejauhan aku melihat seorang wanita paruh baya.
"Bukankah itu pelayan yang mengurus ibuku?" aku menatap tajam ke arah wanita tua yang sedang duduk di pinggir jalan dengan pakaian yang terlihat kotor. Aku berjalan menghampiri nya.
__ADS_1
"Hei!" panggil ku pelan, seorang wanita itu menoleh ke samping arah wajah ku, ketika mata nya menatap lekat mata ku. Dia tiba-tiba mengeluarkan air mata. Dan terisak menangis dengan tersedu-sedu, aku terkejut melihatnya.
Segera ku bawa wanita itu ke sebuah penginapan yang dekat dari tempat kami bertemu, karena jika membiarkan dia menangis dijalanan Aku takut orang akan berpikir yang tidak-tidak.
"Apakah kau sudah tenang?" tanya ku pelan melihat wajah nya.
"Ya Pangeran, terima kasih," ucap nya.
"Pelayan? kemana saja kau selama ini?semenjak ibuku meninggal Aku tidak pernah melihat mu lagi?" tanya ku, setelah di pikir-pikir Aku juga merasa aneh, setelah kepergian ibuku, pelayan ini tiba-tiba menghilang begitu saja. Padahal pelayan ini sangat setia pada ibuku, dan sudah mengabdi selama 10 tahun di istana Marquis.
Pelayan menatap mataku cukup lama.
"Pangeran, s-sebenarnya ibu anda meninggal karena s-seseorang meracuni nya," ucap pelayan dengan suara terbata-bata dan air mata nya mulai menetes membasahi wajah nya.
Aku yang mendengar itu masih tidak mengerti.
"Apa maksudmu pelayan?" tanya ku dengan sedikit merasa takut.
"Ibu anda meninggal karena di racuni pangeran," ucap nya lagi dengan jelas.
Aku yang mendengar nya merasa seakan nafas ku berhenti, tubuh ku bergetar. Apa maksud semua ini? mengapa?
"Saya melihat seorang wanita masuk ke dalam kamar yang mulai, dia memaksa ibu anda untuk meminum nya," ucap pelayan itu dengan menangis sejadi-jadi nya.
"Maafkan saya pangeran, hari itu saya tidak bisa memberitahu anda, karena wanita itu mengancam akan membunuh anak saya yang sedang sakit hiks... hiks... hiks...."
Pelayan itu menangis dengan suara keras, air mata nya terus-terusan menetes membasahi wajah dan pakaian nya.
"Hiks... hiks... Pada akhirny-a... Anak saya tetap meninggal karena sakit nya,"
Pelayan itu berkali-kali meminta maaf dan menangis di depan ku dengan bersujud di bawah kaki ku.
Aku yang mendengar semua itu sudah tidak tahu harus bagaimana lagi? dendam yang selama ini Aku lakukan seperti hal yang sia-sia, hati ku merasa pilu, jantungku berdegup kencang, aku ingin berlari.
Aku ingin berteriak, aku ingin menangis tetapi air mataku tidak ingin menetes hanya dada yang terasa sesak. Perasaan apa ini? mengapa? kenapa? Apa yang sebenarnya terjadi?
__ADS_1