Teleportasi Ke Dunia Lain

Teleportasi Ke Dunia Lain
Bertemu anak kecil


__ADS_3

Aku merasa tubuhku sangat sakit terutama di bagian perutku. Sama-samar aku mendengar seseorang yang memanggil-manggil. Suara anak kecil. Perlahan aku membuka mataku. Pemandangan pertama yang kulihat adalah anak kecil.


"Ibu... Tuan Putri sudah bangun!" teriak anak kecil itu, lalu berlari keluar. Tidak lama kemudian masuk seorang wanita paruh baya bersama anak kecil yang tadi.


"Tuan Putri?" panggil wanita itu.


Aku perlahan bangun, tapi tubuhku sangat sakit. Bahkan untuk duduk saja terasa ngilu.


"Jangan dulu bangun Tuan Putri, perut anda masih sakit, saya sudah mengobati lukanya dan racunnya juga sudah mulai menghilang. Saya sudah meminumkan anda obat racunnya," jelas wanita itu. Aku masih merasa dalam keada'an linglung.


Benar juga setelah di pikir-pikir perutku terkena panah Putri Diana, dan aku menjatuhkan diriku ke lautan. Astaga aku hampir mati, dan aku masih ada di dunia ini?


Ah sial! aku pikir, jika aku hampir mau mati, mungkin saja aku bisa kembali ke dunia lamaku. Tapi ternyata tidak! Aku masih disini di dunia ini dengan keada'an sekarat. Berarti semua yang aku lakukan selama ini sia-sia?!


Ahh, sungguh mengecewakan! lalu bagaimana caranya aku bisa kembali ke duniaku? sampai kapan aku akan terus berada disini?


Putri Stella terus berpikir dalam batinnya, sedangkan orang yang ada di depannya terus memanggil-manggil namanya. Putri Stella menatap seorang ibu dan anak itu.


Ketika Putri Stella melihat anak kecil, dia merasa tidak asing. Itu seperti anak kecil yang pernah di temuinya.


"Bagaimana perasa'an anda Tuan Putri?" tanya wanita itu. Menatap Putri Stella.


"Ah iyaa, aku baik-baik saja. Lukanya tidak begitu sakit," jawabnya.

__ADS_1


"Bukankah kamu anak kecil yang ada di kota itu?" tanya Putri Stella yang menatap anak kecil itu, lalu di jawab dengan anggukan dan senyuman manisnya. Anak kecil itu bernama Qinara, sedangkan Ibunya bernama Rizz.


"Bagaimana saya bisa berada disini?" tanya Putri Stela, melirik ke arah Rizz. Rizz pun menjelaskan bahwa Qinara sedang bermain di tepi laut. Dan tiba-tiba saja terdengar suara keras yang jatuh ke dalam air. Ketika Qinara pergi untuk melihatnya, Qinara terkejut bahwa seorang manusia mengambang di atas air.


Qinara berteriak memanggil Ibunya. Rizz pun segera mengangkat Putri Stella dari air dan membawanya ke gubuk mereka. Qinara menceritakan pada Ibunya tentang Putri Stella.


Melihat Putri Stella terkena racun Rizz pun mencari-cari obat herbal untuk mengobati racun yang ada di tubuh Putri Stella. Rizz bilang Putri Stella tidak sadarkan diri selama 2 hari. Putri Stella terkejut bahwa dirinya ternyata sudah tidur selama itu.


Lalu, Putri Stella pun menjelaskan kepada Rizz tentang bagaimana dia bisa terjatuh ke laut. Putri Stella juga membahas tentang kelompok berjubah hitam yang sedang mengejarnya.


Rizz pun meyakinkan Putri Stella bahwa dirinya yang sedang berada di gubuk Rizz itu aman. Jadi Putri Stella tidak perlu merasa takut atau khawatir. Rizz akan melindunginya.


"Terimakasih sudah menolong saya," ucap Putri Stella sangat bersyukur. Rizz hanya mengangguk dan tersenyum lalu kembali ke belakang dapur.


Rizz dan Qinara tinggal di hutan yang dekat dengan lautan, Ayah Qinara telah meninggal. Mereka hidup hanya berdua. Rizz hanyalah seorang yang bekerja di kebun dengan menanam beberapa sayuran. Jika sayuran mereka sudah tumbuh besar dan cukup untuk bisa di masak, mereka akan menjualnya ke kota.


Putri Stella menatap Qinara yang sedang bermain sendirian di samping tempat tidurnya. Sedangkan Ibunya sedang berada di dapur untuk menyiapkan makanan.


Setelah beberapa sa'at kemudian, makanan telah siap. Ibunya membawa semua makanan seadanya di depan Putri Stella.


"Tuan Putri, makanlah! ma'af makannya hanya ada ini saja. I-itu, saya juga mau berterima kasih karena hari itu, Tuan Putri telah melindungi Qinara dari gangguan anak-anak di kota," ucap Rizz dengan sedikit gugup.


"Ahh itu, tidak masalah. Qinara anak yang baik, jadi memang sudah seharusnya saya sebagai orang dewasa melindunginya. Dan juga sekarang saya telah di selamatkan oleh kalian. Saya sangat berterima kasih," ujar Putri Stella dengan tersenyum ramah.

__ADS_1


Setelah berbincang-bincang sebentar Rizz pamit pada Putri Stella, dia mengatakan akan pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar. Karena ini musim dingin jadi mereka harus selalu menyalakan api untuk membuatnya tetap hangat. Qinara tetap di gubuk tua itu menemani Putri Stella.


Rizz pun pergi mencari kayu bakar ke hutan. Ketika Rizz sedang mengambil ranting-ranting pohon yang kering, sama-samar Rizz mendengar suara orang mengobrol. Rizz pun langsung bersembunyi di semak-semak pohon yang lebat. Terlihat ada beberapa orang yang berjubah hitam sedang berjalan.


"Orang berjubah hitam? itu seperti yang di katakan Putri Stella, apakah mereka disini mencari Putri Stella," batin Rizz.


"Sial! aku tidak dapat menemukannya, walaupun Putri Diana bilang orang itu pasti mati. Tapi aku tidak percaya sebelum mematikannya!" ucap salah seorang yang berjubah hitam.


"Tapi sudah 2 hari kita mencarinya dan tidak menemukan Tuan Putri sama sekali. Mungkin saja dia memang tenggelam ke dalam lautan," jawab temannya.


Beberapa sa'at mereka berdebat. Akhirnya mereka pun pergi. Rizz yang merasa sudah tidak ada orang lain lagi, segera keluar dari semak-semak lalu dengan cepat kembali ke gubuknya.


"Hosh... hosh... hosh....,"


Kecape'an karena berlari, Rizz segera meneguk beberapa air di dapur.


"Ibu, kenapa Ibu berlarian?" tanya Qinara ketika melihat Ibunya berlari dengan keringat yang bercucuran. Alih-alih menjawab pertanya'an Qinara. Rizz malah bertanya tentang Putri Stella, yang ternyata ada di kamarnya. Rizz segera pergi menemui Putri Stella.


"Tuan Putri, Ini jubah saya pakailah! ketika saya tadi keluar saya melihat orang-orang yang sedang mencari anda," ucap Rizz yang tiba-tiba saja mengambil jubah miliknya dan langsung di berikan ke Putri Stella.


Putri Stella menatap Rizz lama, lalu dia pun mengerti apa yang di maksud perkata'an Rizz dengan menyuruhnya memakai jubah milik Rizz.


Rizz juga meminta izin untuk membuang pakaian bangsawan Putri Stella. Karena takut orang-orang itu datang ke rumah ini lalu melihat pakaiannya. Rizz mengatakan akan merobek-robek gaunnya dan membuang gaun Putri Stella ke laut. Agar orang berjubah hitam menganggap Putri Stella telah di makan oleh hewan buas yang ada di laut.

__ADS_1


Putri Stella tentu saja memberikan izin pada Rizz. Bahkan Putri Stella sangat bersyukur Rizz telah berusaha untuk membantunya lolos dari kejaran orang berjubah hitam itu.


Setelah mendapatkan Izin Rizz pun segera pergi untuk melakukan apa yang dia ingin lakukan. Lalu segera pergi ke arah lautan. Sebelum Rizz pergi. Rizz juga berpesan ada Putri Stella untuk bersembunyi dan ketika ada orang yang mengetuk pintu. Biarkan hanya Qinara yang melihatnya.


__ADS_2