
Putri Claire berjalan ke arah belakang halaman rumah untuk menemui Putri Stella.
Terdengar suara ramai-ramai orang berteriak.
"Satu, satu! dua, dua! tiga, tiga!"
"Ulangi lagi lebih keras!" teriak Putri Stella, menatap semua para pelayan yang ada di depannya.
Putri Claire yang mendengar teriakan Putri Stella. Dengan segera mempercepat langkahnya. Ketika sampai di halaman belakang istana. Putri Claire terkejut karena banyak para pelayan yang berada di sana.
"Sebenarnya apa yang mereka lakukan disini?" batin Putri Claire. Lalu berjalan menghampiri Putri Stella.
"Putri Stella, apa yang sedang kau lakukan disini? Dan apa-apa'an ini. Mengapa kau bersama para pelayan?" tanya Putri Claire menatap bingung Putri Stella.
"Kakak! ah-pakah kau tidak melihat kami sedang senam sore," sahut Putri Stella dengan suara terengah-engah.
"S-senam? Apa senam? Kau selalu saja mengatakan dengan bahasa aneh lagi," tanya Putri Claire.
"Aahh senam artinya kita berolahraga. Menggerakkan tubuh kita agar aliran darah kita lancar," jawab Putri Stella. Dengan tubuh yang masih bergoyang-goyang.
"Semuanya! Buka lebar kaki kalian, condongkan badan kalian ke depan, tangan kalian luruskan. Itu harus menyesuaikan dengan badan kalian! tarik pantat kalian sedikit ke belakang agar tubuh condong kalian lebih membungkuk," teriak Putri Stella dan para pelayan segera mengikuti intruksi Putri Stella yang sedang mencontohkannya.
"Hitung bareng-bareng sampai 50 hitungan, tahan badan kalian dengan baik" teriak Putri Stella.
Satu dua tiga empat lima....
Para pelayan pun sedang rame menghitung. Dan tubuh yang bergerak mengikuti ajaran Putri Stella.
"Kakak tunggulah sebentar. Setelah senam ini selesai aku akan berbicara dengan mu," ucap Putri Stella. Lalu kembali berhitung mengikuti para pelayan, 48, 49, 50. Teriak para pelayan ketika sudah selesai berhitung.
"Sah pinggangku benar-benar merasa lebih baik," ucap salah satu para pelayan.
Para pelayan pun berterima kasih kepada Putri Stella. Walaupun tubuh mereka terasa seakan remuk akan tetapi, karena olahraga mereka merasa tubuhnya menjadi lebih baik.
Lalu setelah senam selesai, semua para pelayan pun dibubarkan.
Yang tersisa dihalaman belakang hanya ada Putri Claire, Annie dan Putri Stella.
__ADS_1
"Ahh... lelah sekali, sudah berapa lama aku tidak melakukan olahraga. Pantas saja semua otot-otot tubuhku berasa keram," ucap Putri Stella dengan mengambil sebotol air dan meminumnya.
Tanpa Putri Stella sadari Putri Claire sedari tadi menatap tajam tingkah laku Putri Stella. Annie yang menyadari itu segera memanggil Tuan Putri Stella.
"Tuan Putri Stella!" panggil Annie dengan suara pelan.
"Hmm...." sahut Putri Stella dengan air minum yang masih mengalir di tenggorokannya.
"Tuan Putri Stella!" panggil Annie lagi dengan suara yang sedikit keras.
"Ada apa Annie? " tanya Putri Stella setelah meneguk minumannya dan menatap wajah Annie.
Mata Annie mengisyaratkan melirik ke arah Putri Claire, setelah beberapa sa'at Putri Stella pun mengerti dan segera menengok ke arah Putri Claire.
"Hehe... Ada apa kak? kenapa kau menatap tajam seperti itu, itu menakutkankan," ucap Putri Stella dengan menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal. Akan tetapi wajah Putri Claire tidak berubah.
"Bisa kau jelaskan apa artinya ini semua?" tanya Putri Claire.
"Ha? ohhh... ini? yah, seperti yang tadi aku katakan kak. Aku sedang berolahraga, agar ketika aku kembali ke duni... Ekhm! ehem! maksudku, Akhir-akhir ini kerjaanku hanya makan, tidur, dan maen itu sangat bosan. Dan juga aku takut tubuhku nanti akan membengkak karena itu aku berolahraga," jawab Putri Stella yang hampir saja keceplosan menyebutkan dunia lain.
"Lalu kenapa para pelayan juga ada disini?" tanya Putri Claire melirik wajah Putri Stella yang sedang cengengesan.
"Astaga... tapi tetap saja! para pelayan disini bekerja untuk istana, kalo kau menyuruh semua pelayan istana ikut bersamamu untuk maen-maen disini! lalu bagaimana dengan kerjaan mereka? itu membuang-buang waktu mereka! bukannya aku tidak mengijinkan kamu berolahraga. Tapi kamu harus tahu! semua orang di istana mempunyai tugasnya masing-masing!" ucap Putri Claire yang memberikan tatapan tajam ke arah Putri Stella.
"Maafkan aku kak, aku tidak berpikir kesitu" sahut Putri Stella dengan menundukkan kepala. Tiba-tiba saja dirinya merasa takut.
"Huh... Yasudahlah lain kali jangan melakukan hal seperti ini lagi," ucap Putri Claire mengalah ketika melihat ekpressi wajah Putri Stella.
"Ah! bail! terima kasih kak," wajah Putri Stella kembali ceria.
"Nah ini pesanan makananmu," Putri Claire memberikan makanan yang dia beli ketika dalam perjalanan pulang ke istana.
Terlihat wajah bahagia Putri Stella ketika mendapatkan makanan dari kakaknya.
"Wah ini benar-benar weak!" teriak Putri Stella.
"Annie! ini cobalah, ini makanan yang kita kasih ke anak kecil di jalanan hari itu," ucap Putri Stella.
__ADS_1
"Terima kasih, tapi tidak usah Tuan Putri, anda dapat menikmatinya sendiri," tolak Annie karena merasa tidak enak hati. Jika harus mengambil makanan Tuan Putrinya.
"Makanlah Annie! aku membeli banyak kuenya. Jika Putri Stella memakan semuanya sendirian. Olahraga yang barusan dia lakukan akan sia-sia," titah Putri Claire, dengan melirik-lirik ke ke arah Putri Stella.
"Wah... kakak! kau tidak perlu mengatakannya seperti itu," keluh Putri Stella yang menanggapi candaan kakaknya.
Setelah Putri Claire menyuruhnya. Akhirnya Annie pun mengambil beberapa kue dan memakannya.
"Ini beneran sangat enak," batin Annie, yang menikmati makanannya.
Annie dan Putri Stella pun sama-sama menikmati makanan yang di berikan Putri Claire. Dari arah samping Putri Claire menatap lama Putri Stella.
"Ahh Putri Stella!" panggil Putri Claire.
"Ya?" sahut Putri Stella dengan makanan yang masih ada di mulutnya.
"Kau bilang kau sangat bosan tinggal di istana karena tidak melakukan apa pun. Bagaimana kalo besok kau ikut bersama denganku ke Wilayah Delavan,"ajak Putri Claire.
"Eh... wilayah selatan? ada apa memangnya disana?" tanya Putri Stella bingung.
"Sudahlah kau tidak perlu bertanya. Besok kau akan mengetahuinya sendiri. Dan Annie kau juga akan ikut menemani Putri Stella" ucap Putri Claire menatap Annie.
"Baik Tuan Putri Claire. Kemana pun Tuan Putri Stella pergi, selama saya di butuhkan saya akan ikut pergi," jawab Annie dengan membungkuk'kan setengah badannya di depan Putri Claire.
"Baguslah. Kalo begitu besok page kalian berdua bersiaplah," final Putri Claire.
Setelah olahraga selesai, Putri Stella pun beristirahat. Putri Claire yang sudah memberikan makanannya kepada Putri Stella juga kembali untuk melakukan pekerjaannya.
Annie sedang menyiapkan bak mandi untuk Putri Stella pun telah pergi bersama para pelayan lainnya.
Setelah Annie dan para pelayan selesai menyiapkan bak mandi untuk Tuan Putri Stella. Mereka pun pergi, dan hanya ada Putri Stella yang sedang memasuki bak mandi berisikan air bunga.
"Ahhh ini sangat nyaman," gumam Putri Stella seorang diri.
Ada apa dengan besok? mengapa Putri Claire Ingin membawaku ke Wilayah Selatan?
Huft... lomba berkuda lama sekali. Minggu depan ya?
__ADS_1
Aku sudah tidak sabar ingin kembali ke duniaku. Aku merindukan suasana di Tokyo dengan lampu yang berkelap-kelip di tengah malam. Suara klakson mobil dan motor. Aku juga ingin menongkrong di caffe tempat biasaku minum soju. Ahh... rindunya.....
Putri Stella yang sedang terbaring di bak mandi dengan segala pikiran-pikiran yang melayang-layang. Menghabiskan waktu Mandinya dengan berpikir dan mengkhayalkan keinginannya.