Teleportasi Ke Dunia Lain

Teleportasi Ke Dunia Lain
Racun bunga melati


__ADS_3

Seperti biasa, hari ini sangat membosankan. Aku mengeluh dengan berjalan mengelilingi istana kerajaan.


Kalo di dunia sebelumnya, aku selalu mengeluh karena tidak ada pekerjaan, tapi di dunia ini malah sebaliknya.


Aku mengeluh karena hidup ku tidak melakukan apapun, aku seorang putri bangsawan yang dengan bebas sepuas nya bisa menikmati dan melakukan apa pun yang ku ingin kan.


Aku melihat para penjaga dan para pelayan sibuk berlarian kesana dan kemari. Sebenarnya ada apa dengan mereka? mengapa wajah mereka terlihat panik dan terburu-buru.


"Heii kau penjaga!" panggil ku pada salah satu penjaga yang sedang tergesa-gesa.


"Ada apa? kenapa semua orang terlihat panik?" Aku melirik mata nya.


"Ohh tuan putri stella,i-itu maharaja sedang sakit tuan putri," ucap penjaga itu.


Hm sakit? sejak kapan? kemaren aku melihat dia baik-baik saja.


"Sakit apa?"


"Saya tidak tahu tuan Putri, maaf saya harus segera pergi untuk memanggil tabib,"


"Ah oke pergilah!" dengan cepat tabib pun segera pamit dan pergi keluar istana.


Aku masih bingung dengan apa yang terjadi.


*


Putri Stella pun segera pergi berjalan menuju kamar Raja, untuk melihat apa yang terjadi.


Sesampai nya di kamar Raja, sudah ada Ibunda Ratu dan Putri Claire sedang berdiri di samping tempat tidur Raja.


"Kak!" panggil ku dengan berjalan menghampiri ranjang tempat ayahanda tertidur.


"Kau disini?!" Putri Claire mendekatkan tubuh nya di samping ku.


"Hmm. Apa yang terjadi dengan ayahanda?"


"Entah lah, aku juga tidak tahu bagaimana ini bisa terjadi!?" jawab putri claire dengan raut wajah yang tampak sedih.


Tidak lama kemudian, tabib pun datang dan segera memeriksa kondisi maharaja.

__ADS_1


"Khok... Khok... " maharaja batuk dengan mengeluarkan darah tetapi mata nya masih terpejam.


"Astaga! seperti nya maharaja terkena racun bunga melati!" tabib terkejut ketika selesai memerika tubuh maharaja.


Semua orang terlihat terkejut.


"Racun bunga melati? apa itu?" aku bertanya pada tabib karena aku baru mendengar nama racun seperti itu, aneh.


"Itu adalah racun yang sangat berbahaya tuan putri" jawab tabib.


"Ya, bukan kah penawar racun nya susah di dapat kan tabib" Sambung Putri Claire.


"Itu benar tuan Putri Claire, tapi bagaimana bisa maharaja terkena racun bunga melati?racun itu termasuk racun yang sangat langka, dan juga penawar nya tidak mudah di temukan." Jelas tabib.


"Ya! kenapa kak?! kenapa ayahanda bisa terkena racun?" Aku penasaran bagaimana cerita nya.


"Sebelum aku masuk ke ruangan maharaja, aku melihat seorang pengawal keluar dari ruangan nya.


Para penjaga mengatakan, pengawal itu ingin bertemu maharaja untuk menyampai kan pesan Kaisar.


Akan tetapi, ketika aku masuk ke ruangan maharaja, aku melihat maharaja sudah tergeletak di lantai dengan darah di mulut nya," ucap putri claire dengan menutup mulut nya, dan badan yang bergetar, serta wajah tampak pucat ketika membayang kan ayahanda nya dalam kondisi mengerikan.


"Aku sudah menyuruh seluruh penjaga istana untuk mencari pengawal itu, tapi pengawal itu hilang tanpa jejak," kata putri claire.


"Jadi bagaimana cara untuk menyembuhkan nya tabib?" tanya ibunda ratu yang sedang terisak menangis.


"Ada satu obat yang bisa memulihkan racun nya wahai ratu, obat itu di nama kan bunga naga melati," kata tabib.


"Aku baru mendengar nya, tabib," Putri Claire menatap wajah tabib.


"Itu adalah obat langka tuan putri, obat itu hanya akan tumbuh di lembah yang lebat pinggiran tebing" jawab tabib.


"Seperti apa bentuk nya tabib?" tanya Putri Claire penasaran.


Tabib pun menjelaskan tentang obat bunga naga melati, obat itu berbentuk seperti bunga dengan tangkai berwarna coklat, daun berwarna putih berbentuk panjang seperti naga, di pucuk nya terdapat buah kecil berwarna emas. Buah itulah yang bisa menghilangkan racun yang ada di tubuh maharaja.


"Jadi dimana kita bisa mendapatkan obat itu?"


"Obat itu bisa di dapat kan di hutan wilayah utara. Perbatasan wilayah kerajaan dan negara tetangga.

__ADS_1


Tetapi, untuk bisa ke hutan sana, kita tidak bisa menunggangi kuda, kuda hanya bisa masuk sampai di wilayah hutan utara. Untuk masuk ke dalam hutan nya lagi, kita harus melewati pinggiran sungai. Disana lah kuda sudah tidak bisa melewati nya.


Hutan itu cukup lebat, semakin kita masuk ke dalam nya semakin lebat hutan nya, dan jalan akan terlihat seperti malam hari. Karena matahari tidak bisa menembus hutan lebat itu. Di paling ujung hutan, kita akan melihat air terjun, kita hanya perlu mengikuti jalan menuju air terjun itu.


Disana kita akan melihat lembah lebat dengan tebing yang curam, ada air tenang yang mengalir di bawah nya.


Di pinggiran tebing itu lah bunga naga melati biasa tumbuh. Berhati-hati lah ketika memetik nya, di sekitar tangkai nya terdapat duri-duri tajam," tabib yang menjelas kan keberadaan penawar racun bunga melati.


"Hm... begitu yaaa, cukup sulit," batin ku.


"Putri Stella, besok kau kerah kan beberapa penjaga untuk pergi ke hutan lebat disana!" perintah Ibunda ratu.


"Ya, kalo begitu besok aku akan membentuk team untuk pergi ke daerah hutan disana," jawab Putri Stella.


"Hm, yaa... lebih cepat lebih bagus," lirih ku yang sedang memperhatikan wajah pucat maharaja.


"Aahh... keluarga istana ini sungguh kasian"


"Tapi aku sedikit khawatir, jika aku menyuruh para penjaga yang pergi kesana," pikir Putri Claire melihat ayahanda nya terbaring lemah.


"Putri stella, bisa kah kita keluar, aku perlu berbicara sebentar dengan mu," panggil Putri Claire.


"Aku? " ucap ku dengan tangan menunjuk pada diri ku, dan Putri Claire mengangguk.


Aku dan Putri Claire keluar meninggalkan ruangan maharaja.


"Ada apa kak?" tanya ku curiga, pasti hal-hal tidak menyenangkan lagi akan menghampiri diriku. Aku seperti merasa bisa melihat masa depan ku yang suram.


"Kau sudah mendengar apa yang di katakan tabib bukan?" tanya putri claire.


"Aahh yaaa..."


"Aku ingin pergi ke hutan lebat sana tapi aku tidak bisa, ayahanda sedang dalam keadaan koma, jadi aku harus mengganti kan posisi ayahanda untuk sementara waktu," ucap Putri Claire.


"Aku ingin mengerah kan para penjaga untuk pergi kesana, tapi aku khawatir. Aku tidak bisa mempercayakan para penjaga untuk mencari obat itu, obat itu cukup langka. alAku takut, di antara para penjaga ada yang berhianat dan malah akan memperburuk masalah kerajaan" jelas Putri Claire.


"Ah... aku sudah paham," pikir ku dalam hati.


"Salah satu di antara kita harus ada yang pergi", lanjut Putri Claire dengan wajah sedih nya.

__ADS_1


"Lalu kenapa?" tanya ku menatap wajah Putri Claire.


"Karena itu lah mau kah kau yang pergi kesana?!"


__ADS_2