
Raja sudah terbangun dari koma'nya, seluruh istana merasa senang.
Terlihat Putri Stella sedang berjalan ke belakang istana seorang diri, di sana ada Jeans yang sedang berjaga di bagian belakang istana.
Dari kejauhan Putri Stella melihat Jeans dan Will sedang mengobrol, dan bercanda seperti biasanya.
"Hai Jeans!" panggil Putri Stella yang sedang berjalan menghampirinya.
"Tuan Putri apa yang anda lakukan disini?" tanya Jeans menoleh ke arah Putri Stella.
Putri Stella pun menjelaskan bahwa tadi pagi Putri Stela mendapatkan kiriman surat dari Pangeran Philip untuk datang ke Istana Kaisar. Putri Stella berniat mengajak Jeans untuk menemaninya.
Annie tidak bisa menemani Putri Stella, tiba-tiba saja teman sekamar Annie mengatakan bahwa Annie terkena demam.
"Dimana Bastian berjaga?" tanya Putri Claire, Will pun memberitahu Putri Stella bahwa Bastian sedang berada di belakang halaman istana.
Setelah Putri Stella menjelaskan semuanya pada Jeans, dengan segera Jeans dan Putri Stella pergi ke tempat Bastian.
Dari kejauhan terlihat Bastian sedang sibuk membantu para penjaga lain untuk memindahkan barang-barang dari kereta kuda untuk di simpan ke gudang.
"Bastian!" teriak Jeans, Bastian yang mendengar namanya di teriakin segera menoleh ke belakang dan mendapati Jeans dan Putri Stella. Bastian segera berlari kecil menemui Putri Stella. Lalu Jeans pun segera menjelaskan apa yang di katakan Putri Stella.
Mereka bertiga saling menatap satu sama lain dan mengangguk, lalu segera berjalan menuju kamar Raja yang sedang istirahat.
Raja tengah duduk dengan bersender di belakang bantalnya sebagai penyanggah tubuhnya yang masih lemas.
Raja yang melihat kedatangan Putri Stella dan kedua pengawalnya itu pun segera mengerti.
"Apa kalian akan berangkat sekarang?" tanya Raja menatap wajah Putri Stella. Dan mendapat anggukan Putri Stella sebagai jawaban atas pertanyaannya.
"Baiklah, berhati-hatilah. Kita masih belum menemukan Putri Diana dan kelompok Ball jadi Bastian, Jeans! kalian jaga Putri Stella!" perintah Raja
"Baik Maharaja!" jawaban kedua penjaga itu secara bersamaan.
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan Raja, Putri Stella dan para pengawal pun segera menuju ke halaman belakang istana tempat kuda berada.
"Apa anda akan menunggangi kuda Tuan Putri?" tanya Bastian.
"Hmm... Ya, kenapa?" tanya Putri Stella menatap Bastian aneh.
"Tidakkah lebih baik anda menaiki kereta kuda saja agar tidak lelah," ucap Bastian.
Putri Stella pun menolak, karena menurutnya lebih baik menunggangi kuda, karena itu lebih cepat dari pada naik kereta kuda. Dan juga jika bertemu musuh akan lebih mudah untuk melompat dan menyerang, jawabnya. Bastian pun mengerti penjelasan dari Tuan Putrinya itu.
Setelah semua sudah siap, Ketiga orang itu menunggangi kudanya masing-masing dan segera pergi ke luar istana.
"Kluk! kluk! kluk!" Suara kuda yang sedang berlari membawa pemiliknya yang sedang duduk di atas tubuhnya itu menjauh dari istana.
~
Setengah jam kemudian, Putri Stella dan para pengawalnya sudah memasuki hutan untuk bisa sampai ke Istana Kaisar.
Ketika kuda sedang berlari tiba-tiba saja kuda Bastian berteriak dan kudanya bergoyang kesana kemari membuat Bastian terlempar jatuh ke tanah, tidak lama kemudian semua kuda pun bereaksi hal yang sama termasuk kuda Putri Stella juga. Kuda mereka terlihat sangat kesakitan.
"Ack!! Ack!"
Sebuah panah yang melaju dengan cepat berhasil mengenai punggung Bastian dan Jeans. Sontak kedua pengawal itu berteriak kesakitan. Putri Stella terkejut dan segera berlari ke arah Jeans dan Bastian.
"Awas Tuan Putri di belakangmu!" teriak Jeans, ketika Putri Stella hendak menoleh ke belakang. Orang berjubah hitam telah berhasil membius Putri Stella dan membuatnya pingsan.
Bastian dan Jeans ingin berlari menolong Putri Stella tapi, mereka tidak bisa bergerak. Karena panah yang mengenai tubuh mereka, memiliki racun yang membuat mereka tiba-tiba saja tidak dapat bergerak.
"Ayo segera bawa dia!" perintah seorang wanita yang berjubah hitam.
"Temannya yang berjubah hitam pun mengangkatnya di atas kudanya, dan segera meninggalkan Jeans dan Bastian.
Rombongan orang yang berjubah hitam masih dalam perjalanan yang menjauh dari kota dan memasuki hutan yang lebih dalam dengan banyak tebing di atasnya.
__ADS_1
Putri Stella masih tertidur di atas kuda seorang yang berjubah hitam. Tubuhnya tampak terlihat kesakitan karena orang itu menggantungkan tubuh Putri Stella di atas kuda, seperti menggantungkan kain yang sama panjangnya, kaki ada di sebelah kiri, dan kepala ada di sebelah kanan. Tubuhnya tengkurap ke bawah kuda.
Putri Stella yang merasa perutnya sakit, seakan di tertekan itu pun perlahan membuka matanya.
"Ada apa ini? cih! perut dan dadaku sesak," batinnya.
Ketika rombongan berjubah hitam itu lengah, dengan segera Putri Stella melompat menjatuhkan dirinya ke tanah.
Orang berjubah hitam itu menyadari Putri Stella yang ingin melarikan diri, Semua orang turun dari kudanya, ada 5 orang dalam kelompok itu. Putri Stella berlari dan para rombongan terus mengejarnya. Hingga Putri Stella terpojokkan. Di belakang tubuhnya hanya ada tebing curam dengan lautan yang luas.
"Cih! setiap kali sesuatu yang bersangkutan dengan Pangeran pasti aku selalu sial!" decihnya dengan kesal.
"Kau sudah tidak bisa lari lagi Putri Stella," terdengar suara seseorang yang Putri Stella merasa suara itu tidaklah asing.
"Eeeehhh? Putri Diana?! jadi kau ya dalangnya dasar berengsek!" teriak Putri Stella menatap Putri Diana.
"Menyerah sajalah Putri Stella, kau di takdirkan untuk mati di tanganku," ucapnya dengan bangga.
"Cih!! ogah amat! memangnya kau siapa? perbuatanmu sungguh menjijikkan!" teriak Putri Stella membuat Putri Diana marah karena perkataannya. Putri Diana menatap tajam Putri Stella lalu tersenyum licik, segera mengambil panahan dari bawahannya.
"Putri Stella! kau terlalu banyak bicara, tadinya aku ingin menjadikanmu sanderaan, tapi sepertinya aku berubah pikiran, kau lebih baik mati saja, haha... haha...," ucap Putri Diana dengan tertawa senang melihat Putri Stella.
"Syutt! syutt! syutt!"
Tiga kali panahan telah di lepaskan oleh Putri Diana, dua kali Putri Stella beruntung dapat berhasil menghindarinya tapi tidak dengan ketiga kalinya, Putri Stella meringgis kesakitan, ketika perutnya terkena panah Putri Diana.
Putri Stella melihat Putri Diana berjalan untuk mendekatinya. Dengan segera Putri Stella melompat ke belakang tebing itu.
"Byur!"
"Apa!" teriak Putri Diana terkejut melihat Putri Stella melompat ke arah tebing, pasalnya di bawah tebing itu adalah lautan yang sangat dalam, Putri Stella yang terkena panah racun, lalu terjatuh ke lautan yang sangat dalam sudah di pastikan Putri Stella tidak akan bertahan.
"Cih! menyebalkan! padahal aku belum puas untuk bermain-mainnya," decih Putri Diana kesal, lalu mengajak rombongannya untuk kembali ke markas. Karena mereka sudah tidak memiliki harapan lagi.
__ADS_1
"Tuan Putri, apakah anda tidak ingin memastikannya lagi?" tanya seorang lelaki berjubah hitam.
"Untuk apa? sudah pasti dia mati, kalo pun dia selamat, dia tidak akan bertahan sendirian di bawah sana dengan racun yang menyebar di seluruh tubuhnya, sudahlah! misi kita selesai sampai disini, kita harus kembali ke markas untuk menyusun ulang rencananya!" tegas Putri Diana lalu segera meninggalkan tebing itu dengan di ikuti bawahannya di belakang.