
Putri Claire sudah memerintahkan Steven dan beberapa penjaga istana untuk pergi ke istana Marquis, bukti penangkapan Pangeran Anthony sudah di dapatkan.
"Tok! tok! tok!"
Suara ketukan pintu dari luar ruangan Putri Claire, Steven masuk menghadap ke Putri Claire.
"Tuan Putri, saya sudah menangkap Pangeran Anthony, sekarang Pangeran ada di penjara bawah tanah," jelas Steven.
Steven juga menjelaskan, ketika pasukan kerajaan datang ke istana Marquis, terlihat Pangeran Anthony seperti sudah menunggu kedatangannya. Pangeran Anthony bahkan tidak menyangkal semua apa yang dikatakan Steven tentang penangkapan nya. Malah sebaliknya, raut wajah Pangeran Anthony terlihat sedih. Karena itulah pasukan kerajaan dengan mudahnya membawa Pangeran Anthony tanpa perlawanan sedikitpun darinya.
Setelah mendengar apa yang di katakan Steven. Putri Claire segera pergi ke ruang bawah tanah, penjara tempat Pangeran Anthony berada.
* * * *
Aku menghampiri Pangeran Anthony yang berada di penjara, di dalam kurungan besi Pangeran Anthony tampak murung.
"Pangeran!" panggil ku, suara ku berdengung karena, ruangan bawah tanah sangat tertutup. Sehingga suara kecil yang kukeluarkan saja seakan menggema ke seluruh ruangan. Pangeran Anthony menoleh kearah ku.
"Apakah kau membenci kerajaan?" tanyaku menatap wajahnya.
"Ya sepertinya dulu begitu," jawabnya melirik singkat ke arahku. Aku tidak mengerti apa yang di maksudkan dulu.
"Dulu? apa maksudmu? lalu bagaimana dengan sekarang?"
"Kurasa tidak lagi!" jawabnya singkat.
Aku bingung dengan apa yang dikatakannya itu masih membuatku tidak mengerti. Akhirnya Pangeran Anthony menjelaskan semuanya, tentang dendamnya pada keluarga kerajaan yang dulu telah memfitnah dan memasukannya ke penjara, sehingga membuat ibunya meninggal. Pangeran Anthony juga marah pada keluarga kerajaan bahwa mereka bahkan tidak meminta maaf atas kesalahan mereka.
"T-tunggu? apa maksudmu tidak meminta maaf?"
"Raja tahu, bahwa Raja salah karena memenjarakanku tanpa bukti. Tapi Kerajaan bahkan tidak meminta maaf padaku!" teriak Pangeran Anthony menatap wajah Putri Claire
"Sepertinya ada kesalahpahaman Pangeran, saya jelas datang ke istana Marquis untuk menyampaikan permintaan maaf dari Raja.
Tapi Putri Diana mengatakan, kau sedang dalam perjalanan bisnis ke Negara tetangga. Karena itu aku menitipkan pesan pada Putri Diana untuk menyampaikan permohonan maaf dari keluarga kerajaan. Aku tidak tahu bahwa kau tidak menerima pesannya." Aku berusaha memperjelas semuanya. Pangeran Anthony tampak terkejut.
__ADS_1
"Ah begitu ya? ternyata semuanya sudah di atur oleh Putri Diana," ucapnya dengan nada rendah dan menunjukkan kepalanya.
"Apa Maksudmu Pangeran?" aku tidak mengerti yang dengan ucapan Pangeran, tetapi setelah Pangeran Anthony menjelaskan semua kejadiannya.
Sekarang aku paham, bahwa dari awal semuanya sudah di atur oleh Putri Diana. Pangeran Anthony hanyalah boneka sekaligus korban yang sedang di permainkan dan digunakan oleh Putri Diana.
* * * *
Disisi lain rombongan kerajaan sudah sampai di air terjun. Mereka juga sudah melihat lembah lebat yang berada diujung pohon besar. Semua orang berjalan ke arah lembah itu. Ada tebing yang sangat curam dan benar saja yang di katakan tabib, di bawah lembah terdapat aliran air yang tenang.
Semua orang sedang mencari bunga naga melati dan berpencar agar mempercepat pencariannya.
"Hati-hati," ucap Pangeran Philip memegang tangan Putri Stella, pasalnya didepannya ada jurang yang dalam.
"Kau selalu saja ceroboh, bisakah kau lebih berhati-hati," tatap Pangeran Philip. Putri Stella yang menyadari genggaman tangan Pangeran pun segera melepaskannya, dan berlari ke arah Annie.
Hampir setengah hari rombongan kerajaan menelusuri pinggiran tebing lembah lebat itu. Tapi belum ada yang menemukan bunga naga melati.
"Ah ternyata susah sekali menemukan bunga nya?" keluh Putri Stella yang duduk di atas rumput hijau.
"Glup!
"Glup!
"Aahh segarnya!"
Teriak Putri Stella setelah membasahi tenggorokannya yang mulai mengering akibat cuaca panas. Di air terjun, matahari bisa menembus hutannya, karena mereka sedang berada di atas gunung yang tinggi, di atas sana bisa terlihat hamparan daun yang menutupi hutan lebat.
"Pantas saja di namakan hutan lebat, lihatlah seluruh hutan di selimuti oleh daun," teriak Jeans yang berbicara pada Will.
Seluruh rombongan pun memutuskan untuk mengisi perut terlebih dulu, sebelum melanjutkan pencariannya.
Annie dan Putri Stella menuruni tebing menuju ke air tenang yang berada di bawah tebing.
Ketika sudah sampai di paling bawah tebing, air terlihat sangat bersih bahkan bisa untuk di minum. Tanpa ragu Putri Stella mengambil air itu dengan kedua tangannya dan langsung meminumnya.
__ADS_1
"P-putri Stella apa yang Anda lakukan? kita kesini untuk mengambil air dan menggunakannya untuk masak, Annie yang terkejut melihat tuan Putri nya.
"Annie air ini lebih segar bahkan sebelum dimasak, cobalah," titah Putri, Annie menatap Putri Stella dan diberi anggukan tanda untuk segera mencobanya. Perlahan Annie memasukan kedua tangannya ke dalam air dan meminumnya, ternyata benar apa yang di katakan Putri Stella airnya sangat segar. Mereka berdua pun tertawa gembira.
Kelompok pria di atas gunung yang melihat kebersamaan tuan Putri dan seorang pelayannya terlihat bahagia. Membuat mereka juga ikut bahagia.
"Tuan Putri itu apa?" Annie menunjuk ke arah tebing yang tingginya tiga kali lipat dari tubuh mereka.
"Ah, bukankah itu bunga naga melati?" teriak Putri Stella menatap mata Annie, mereka berdua saling bertatapan dan berteriak gembira.
Annie segera memanggil para pria untuk turun ke bawah, dan memberitahunya bahwa bunga naga melati sudah di temukan.
Pria yang mendengarnya pun segera bergegas berlari menghampiri Putri Stella dan Annie. Pantas saja bunga naga melati tidak terlihat dari atas. Karena beberapa daun besar menutupinya sehingga dari atas tidak akan pernah terlihat.
Akhirnya rombongan kerajaan pun mencari cara untuk mengambil bunga naga melati dari atas tebing lembah lebat itu.
Dengan bersusah payah, semua orang mengerahkan tenaganya untuk bisa mencapai tangkai bunga naga melati.
"Sebelah sana!" teriak Bastian.
Terlihat kayu panjang yang sudah di pasang pisau di kerahkan ke atas bunga naga melati yang ada di tebing.
"Ah, ini melelahkan," Jeans yang merebahkan tubuhnya di atas bebatuan yang berada di pinggir aliran air yang tenang itu.
Setelah susah mencarinya sekarang susah pula mendapatkan nya. Walaupun begitu, mereka semua tetap berjuang dan tidak menyerah demi mencapai tujuannya.
Berkali-kali mencoba akhirnya bunga naga melati berhasil di dapatkannya.
* * * *
Disisi lain, di istana kerajaan Raja tetap menutup matanya, dan Ratu setia berada di sampingnya.
"Ini sudah hari ketujuh, apakah rombongan kerajaan masih belum kembali?" tanya Ratu kepada pelayan yang sedang membantunya menyiapkan racikan obat Raja, Raja dalam keadaan koma, karena itu dia harus selalu di berikan asupan obat untuk bisa membuatnya bertahan. Sebelum mendapatkan penawar racunnya.
"Belum wahai Ratu," jawab Azzela, pelayan setia Ratu. Azzela berumur sama seperti Annie. Pangkat Azzela juga setara dengan Annie. Seorang pelayan akan tetapi lebih tinggi tingkatannya. Karena itu, pakaian Annie dan Azzela berbeda dari pelayan yang ada di istana.
__ADS_1