Teleportasi Ke Dunia Lain

Teleportasi Ke Dunia Lain
Story Reiko kana


__ADS_3

Ckk.. "Annie! cepat lah!! sebentar lagi kita akan berangkat." teriak ku.


Pagi hari aku sudah di sibuk kan dengan persiapan untuk keberangkatan. "cihh menganggu tidur ku saja."


Hari ini aku akan pergi ke hutan lebat.


Seperti yang di minta Putri Claire, bahwa salah satu dari kami harus pergi.


Kami tidak bisa mempercayakan hal penting ini pada orang lain. Istana kerajaan sedang dalam kondisi mengkhawatirkan.


Musuh sudah mulai menampakan jati diri nya secara terang-terangan. Obat untuk raja adalah proritas utama dalam misi ini.


"Aahh... aku seperti seorang shinobi yang sedang menjalan kan misi nya, sayang nya disini tidak ada Naruto." gumam ku.


Putri Claire harus tinggal di istana kerajaan untuk mengurus semua masalah yang ada. Mengganti kan sang raja untuk sementara waktu.


Di istana aula semua orang sudah berkumpul. Aku dan Annie akan pergi, di ikuti beberapa penjaga.


"Bastian, Will dan Jeans akan ikut bersama mu Putri Stella." ucap Putri Claire.


"Ahh... jadi kalian akan pergi bersama kami?" Putri Stella melirik ke tiga orang penjaga yang berada di belakang nya.


"Yaa tuan putri." sahut para penjaga.


"Aku memberikan misi ini pada kalian berempat! Annie, Will, Bastian, dan juga Jeans. Aku sebagai Putri Claire, memerintah kan kalian untuk mengawal Putri Stella sampai tujuan, dan membawa nya kembali ke istana dengan selamat. Lindungi Putri Stella apa pun yang terjadi! pertaruhkan nyawa kalian untuk kerajaan!" ucap Putri Claire dengan tegas.


"Dan aku juga memohon kepada kalian sebagai kakak nya Putri Stella. Tolong lindungi adik ku, tolong bawa kembali adik ku ke istana dengan selamat." ucap Putri Claire lembut dengan membungkuk setengah pada di depan para penjaga kerajaan.


Para penjaga kerajaan dan juga putri Stella terkejut melihat Putri Claire memohon dengan merendahkan diri nya.


Segera setelah melihat Putri Claire, para penjaga dan juga annie bersujud di depan nya.


"Saya berjanji! saya pasti akan membawa Putri Stella kembali dari hutan lebat." ucap Bastian.


"Saya berjanji! sakan melindungi Putri Stella apa pun yang terjadi tuan putri." kata Will.


"Saya berjanji! akan saya pastikan Putri Stella baik-baik saja tuan putri." Jeans yang menunduk kan kepala nya di depan Putri Claire.


"Saya berjanji, saya akan menjaga Putri Stella, walau harus mempertaruh kan nyawa saya tuan putri." Annie menatap putri Claire dengan percaya diri.


Putri Stella atau Reiko Kana terharu melihat tindakan semua orang kepada nya.


Seumur hidup, Reiko kana tidak pernah di perlakukan seperti itu. Reiko Kana tahu, bibi dan paman nya baik. tapi, walau pun begitu Reiko Kana tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu.


Ketika Reiko Kana terkena masalah, bibi dan paman nya selalu menyuruh nya untuk meminta maaf. Dan mengakui kesalahan nya, sekali pun Reiko Kana tidak bersalah.

__ADS_1


Ketika Reiko Kana ketakutan akan orang-orang di jalan yang hampir meleceh kan nya. Keluarga dari ibu nya selalu tidak percaya, dan hanya mengatakan berhati-hati saja ketika di jalan.


Karena itu lah, Reiko Kana belajar banyak hal. Dari mulai seni bela diri, entah itu kendo pertarungan dengan menggunakan pedang, atau pun pertarungan secara langsung.


Reiko Kana selalu mengatakan pada diri nya sendiri. Bahwa, dia harus bisa bertahan hidup di dunia dimana, dia hanya memiliki diri nya sendiri.


Dunia yang kejam memang!.


Dunia Reiko Kana hidup adalah dunia yang gelap dengan sedikit titik cahaya.


Cahaya yang bisa membuat nya bertahan hidup.


Tidak ada yang peduli, tidak ada yang mengkhawatir kan nya, berdiri di atas diri nya sendiri.


Kesepian? yaa, selama ini Reiko Kana sangat kesepian.


Ketika siang hari mungkin Reiko Kana akan berbaur dengan teman-teman kuliah nya, akan tetapi, ketika pulang ke rumah. Melihat ruangan yang gelap, keheningan yang tenang, diam di rumah seorang diri, hmm... jadi itu yang nama nya kesepian.?


Setelah Reiko Kana berada di dunia bangsawan ini, semua nya berubah.


Kasih sayang yang tulus, yang sudah lama tidak pernah dia dapat kan, disini dia mendapat kan nya.


Seseorang yang tidak pernah merasa di khawatir kan, disini dia mendapat kan nya.


Orang tua yang baik, kakak yang selalu melindungi nya, keluarga yang tulus menyayangi nya.


Walau pun begitu, tetap saja aku sangat bahagia. Aku bahagia berada di dunia ini.


Perlahan air mata ku menetes, mengingat semua perjalanan hidup ku ketika di dunia lama ku, yang bertolak belakang dengan dunia yang sekarang.


"Hikk... hik... hiks..." Aku terisak menangis,


Putri Claire dan para penjaga yang melihat nya terkejut.


"Putri Stella ada apa dengan mu?" tanya Putri Claire dengan wajah khawatir nya.


Aku masih menangis dengan suara yang semua orang bisa mendengar nya.


Air mata ku terus mengalir.


Semua orang bertanya pada ku apa yang terjadi? tapi bibir ku, tidak mampu menjawab nya. Aku hanya mampu mengeluar kan suara isakan tangis, dengan air mata yang tidak bisa berhenti. Tangan ku sudah berkali-kali ku usapkan. tapi air mata ku terus mengalir.


Sementara semua orang terus berbicara, menanyakan apa yang terjadi pada ku.


Beberapa menit kemudian, aku berhenti menangis. Dengan tenang, Putri Claire mengelus-ngelus pundak ku.

__ADS_1


"Apakah sekarang kau sudah tenang?" putri Claire menatap mata ku dan menangkup wajah ku.


"Heumm??" tanya Putri Claire wajah nya tepat di depan wajah ku.


"Ohh ya ampun, adik ku sangat imut sekali, menangis seperti anak kecil." ucap Putri Claire memeluk tubuh ku.


"Terima kasih" gumam ku pelan, di dalam pelukan Putri Claire.


"Ha? untuk apa?" tanya Putri Claire dengan melepaskan pelukan ku.


"Karena sudah mengkhawatirkan ku" lirih ku menatap malu wajah Putri Claire.


"Hmm bodoh! tentu saja, sebagai kakak wajar mengkhawatirkan adik nya" Putri Claire memukul pelan kepala Putri Stella.


"Terima kasih juga untuk kalian" kata ku melihat para penjaga dan juga Annie.


Para penjaga dan Annie tersenyum menatap ku.


"Aaah... Putri Stella, anda sangat lucu wajah tuan putri memerah, seperti pantat ayam." ceplos Jeans.


"Bukk!" Bastian dan Will memukul kepala Jeans secara bersamaan.


"Maaf kan orang idiot ini tuan putri, dia selalu bodoh ketika berbicara." ucap Bastian menunduk kan kepala nya.


"Cepat minta maaf pada tuan putri." perintah Will pada Jeans.


"Eehh... kenapa? apa aku salau bicara?" tanya nya dengan melirik teman-teman di sebelah nya.


"Tentu saja bodoh!" bentak Will pelan pada Jeans.


"Tapi, aku hanya bilang wajah Putri Stella memerah seperti pantat ayam. Apa itu salah? itu benar! lihat lah wajah nya." Jeans polos menunjuk ke arah wajah Putri Stella.


Putri Stella pun malu-malu menutup wajah nya.


"Bodoh! itu salah!, kau tidak sopan, menyamakan pantat ayam dengan wajah tuan Putri Stella.!" geram bastian.


"Hukum saja kami tuan putri, kami sudah menjelek-jelek kan wajah tuan putri" ucap Will bersujud di depan Putri Stella.


"Eehh... t-tidak! aku tidak bermaksud menjelekan wajah tuan putri, m-maafkan aku tuan putri, aku salah bicara." Jeans berbicara dengan terbata-bata.


Putri Stella dan Putri Claire yang melihat para penjaga ribut hanya terdiam, lalu menatap satu sama lain dan tertawa.


"Hhaa... haha... haa haa."


Para penjaga nya terlihat sangat lucu dan konyol.

__ADS_1


Annie yang melihat Putri Stella kembali ceria merasa senang dan ikut tertawa.


__ADS_2