Tentara Dan Cintaku

Tentara Dan Cintaku
Cantik


__ADS_3

Braaak


Alana terus berlari tanpa memperhatikan ke arah jalan hingga tanpa disadari dirinya hampir saja Jeep militer menabraknya. Alana lari sambil menangis dengan kondisi hamil.


“Astafirllahu.. hampir saja. Kamu enggak lihat jalan” tegur seorang laki-laki pada seorang anggota yang menemaninya


“Siap salah, kapten”


Alana terus berlari hingga berhenti disalah supermarket terdekat dengan kondisi berantakan dan haus. Dirinya lalu masuk ke dalam mencari minuman dingin


“Sungguh teganya dirimu bang” gumam alana


“Berhenti didepan, saya ingin cari minuman dulu”


“Siap iya, kapten”


Turunlah seorang laki-laki dengan berpakaian kedinasannya yg dibanggakannya dan masuk kedalam. Dirinya melihat seorang gadis dengan kondisi yang tak bisa dijelaskan


“Cantik..”


Alana yang merasa ada yang memperhatikan dirinya, dia mengabaikannya dan asik dengan minuman yang ada dipegangannya. Pusing dan lelah yang dia rasakan sekarang tak lama kemudian..


Braakkk..


“Dia pingsan” kata laki-laki itu dan langsung membawanya pulang.


- -

__ADS_1


“Tidak apa-apa Hardhan. Dia baik-baik saja. Mama sudah periksa kondisinya. Dia lagi hamil!!” Kata ibu dewi. Seorang dokter dan juga mama dari Kapten Hardhan Pratama. Laki-laki yang menemukan alana pingsan tadi.


“Kondisinya lemah, matanya sayu seperti habis menangis. Apa mungkin dia tadi abis lari dari kejaran seseorang? Atau mungkin abis mengalami KDRT?” Gumam ibu dewi


“Hmm, ada-ada saja kelakuan laki-laki jama sekarang. Laki macam apa tega melakukan seperti ini ke wanita” keluh Hardhan


“Andai mama sudah punya menantu. Pasti sekarang mama sudah punya cucu banyak” kata bu dewi


“Ya allah ma, Hardhan bukannya tidak mau. Tapi jodohnya belum allah kirim buat Hardhan”


“Umurmu sudah 27 tahun loh ndan” kata ibu dewi


“Lebih baik Hardhan menikah tua dari pada saah pilih jodoh ma. Menikah hanya sekali seumur hidup saja” jelas Hardhan


alana yang terbaring lemah dikasur hanya bisa mengeluarkan air mata dan pikirannya yang kosong


“Ini gimana ma? Dia demam. Tidak ada identitas atau petunjuk apapun yang dia bawa” kata Hardhan


“Mama sudah beri obat. Mama kan sudah bilang dirinya ini seperti tertekan. Mungkin keluarganya memperlakukan dia tidak baik” kata bu dewi


“Ini pelajaran buat dirimu. Jangan sekali sekali menyakiti hati wanita terutama istrimu kelak” kata pak Rudi papanya Hardhan


“Iyalah pa, insha allah Hardhan akan menjaga istriku kelak baik-baik”


- -


Bu dewi tak tega melihat wanita yang ditemukan anaknya itu menangis didalam kamar. Bu dewi memindahkan alana di dalam kamar Hardhan

__ADS_1


“Siapa namamu cah ayu? Kalau boleh ibu tau ada masalah apa nak?” Tanya bu dewi mengusap rambut alana


“Nama saya Alana bu. Alana sengaja kabur dari rumah” jawab alana


“Kenapa? Disini saya dokter. Saya harus melaporkan kalau ada tindak kekerasan dalam rumah tanggamu”


“Alana tidak ingin ibu mertua alana bertengkar dengan bang andre hanya karena alana” kata alana


“Apa suamimu kasar padamu?” Tanya Hardhan yang sedari tadi menguping pembicaraan mamanya dan alana. Ia tidak tahan jika wanita dipelakukan dengan buruk


“Enggak! Bang andre sangat baik dan menyayangi alana. Alana takut karena ibu ingin menggugurkan anak alana. Dan alana takut suatu saat bang andre berubah pikiran dan tidak menginginkan anak ini.


“Kamu tinggal dimana dek? Abang akan cari informasi” tanya Hardhan yang merasa alana lebih muda dari dirinya


“Tenang saja. Hardhan anakku akan melindungimu dia tentara.” Kata bu dewi


“Jangan bang. Suami alana juga tentara” kata alana


“Kamu istri Andre idris?” Tanya Hardhan


“Iya bang. Abang kenal dengannya?”


“Kenal. Karena dia sekantor dengan abang. Dibawah pangkatku dirinya. Abang ini seorang Kapten.” Jelas Hardhan


“Baiklah kalian ngobrol saja dulu. Mama akan balik ke rumah sakit, ada pasien mama butuh operasi”


- -

__ADS_1


__ADS_2