Tentara Dan Cintaku

Tentara Dan Cintaku
Datang kembali


__ADS_3

Perasaan Hardhan dan Andre masih sangat kacau. Mereka berdua bersikap seakan-akan tak ada masalah diantaranya, Andre ingin tegur sapa dengan Hardhan menjadi tak enak karena merasa berhutang nyawa sebab sulitnya Alana selama kehamilan dan mengurus si kecil Excel sudah terlewati tanpa ada masalah berarti dalam perlindungan Hardhan tentunya. Sedangkan Hardhan merasa bersalah sudah membawa istri bawahannya yang statusnya saja masih sah di kedinasan meskipun menurut agama sudah berakhir masih ada terbesit perasaan bahwa dirinya yang menjadi penyebab perpisahan antara Andre dan Alana.


.


.


Malam itu Andre menemui Alana. Dan ingin memastikan sesuatu hal.


“Apa kamu sudah menikah dengan kapten Hardhan?” Tanya Andre. Dia memang merasa bersalah pada Hardhan.


“Kenapa bang? Apa untungnya bagi abang. Alana menikah atau tidak dengan bang Hardhan” tanya Alana mulai kesal dengan sikap Andre.


“Kamu punya anak Alana, apa kamu tak memikirkan anakmu lahir tanpa ikatan resmi dan jelas dengan ayahnya. Sedangkan kalian berdua sudah bersama sekian tahun” tegas Andre.

__ADS_1


Pernyataan Andre membuat Alana termenung sejenak.


“Apa maksud abang omong seperti itu? Asal abang tahu selama ini Alana kesusahan dalam masa kehamilan dan mengurus Excel bang Hardhan yang terus berada di sisi Alana!! Jadi hapus pikiran jelek abang untuk bang Hardhan” teriak Alana kesal.


Andre yang kaget, langsung mendekap Alana erat dan terus memohon maaf.


“Maaf.. maafkan Abang, abang menyesal. Abang ikut hancur saat tahu kamu dengan Hardhan. Abang masih sayang sama kamu dek, abang mohon kita rujuk nya...” Ucap sendu Andre sambil memeluk erat Alana.


Hardhan yang mendengar semuanya dibalik pintu rumah. Dia pun melihat semu perlakuan Andre pada Alana, dadanya ada gemuruh rasa cemburu mencuat dalam dirinya tapi dia berusaha tepiskan dan ditahan kuat. Hardhan menyadari, Dihati Alana masih ada Andre. Dia menguatkan hati mendengar semua pembicaraan mereka.


Tak tau sadar atau tidak, rasa rindu tertahan mendorong naluri lelaki Andre untuk mengecup bibir manis Alana. Alana yang seolah paham dari tatapan Andre langsung menghindari kecupan itu.


“Abang rindu kamu dek, abang rindu anak abang.” Ucap Andre

__ADS_1


Belum sampai Alana menghindar, Andre sudah mencegat tangannya dan mendekap lagi Alana lalu menyerang Alana lagi dengan me***** bibir Alana dengan sedikit kasar. Hardhan yang masih berada di luar bisa melihat jelas perlakuan Andre pada Alana. Andre semakin sulit mengendalikan diri.


Hardhan memejamkan matanya menguatkan batinnya saat ini, tangannya meremas kuat dadanya yang terasa terpukul dengan apa yang sudah diliatnya. Semakin Hardhan melihatnya semakin sakit pula perasaannya saat ini. Karena batinnya sudah tak kuat lagi, Hardhan memilih pergi dari rumah kontrakan Alana.


- -


Alana yang langsung sadar, mendorong Andre dan Alana mundur beberapa langkah.


“Jangan bang! Kita sudah cerai sekarang. Apa abang enggak malu dan memikirkan perasaan bang Hardhan?” Tegur Alana menghentikan apa yang dilakukan Andre padanya.


“Bang Hardhan sudah terlalu baik pada Alana bang selama ini. Lebih baik abang keluar sekarang!! Abang keluar tak usah datang lagi kesini. Abang keluar!!” Teriak Alana


Alana lalu menutup pintu rumah nya dan langsung merosot kebawah dengan isakan air mata yang sudah mengalir deras sedari tadi.

__ADS_1


“Ya allah, dosa apa yang telah hamba lakukan saat ini. Ampuni hamba. Alana enggak kuat menanggung semua ini. Bang Hardhan sudah terlalu baik selama ini. Alana tak sanggup lagi menjalani hidup ini. Bang.. Alana butuh bang Hardhan saat ini” gumam Alana dalam hati air mata yang sudah membasahi pipinya.


__ADS_2