Tentara Dan Cintaku

Tentara Dan Cintaku
Ingin Mempertahankanmu


__ADS_3

“Bagaimana Alana tidak marah, ia melihat mu tidur dengan Amel juga. Gadis itu datang meminta Alana untuk mengugurkan kandungannya. Dan mengatakan ibumu sangat membencinya!” Jelas Hardhan.


“Apa Amel seperti itu??” Andre tak percaya Amel begitu licik.


“Kenapa? Kamu tak percaya gadis kesayangan ibumu bisa berbuat seperti itu!!” Kata Hardhan.


Saat perdebatan mereka. Ponsel Andre berdering. Ibunya dan Amel sudah ada di dekat asrama dan minta dijemput. Andre mematung tak bisa membayangkan bagaimana jika Alana harus bertemu lagi dengan ibunya dan Amel.


Hardhan hanya menggeleng. Dan pastinya dalam hati ia tidak akan membiarkan Alana bertemu dengan bu Heni.


- -


Bu Heni dan Amel yang sudah dekat asrama Andre itu pun turun dipos dan menunggu kedatangan Andre.


“Apa yang ibu lakukan disini?” Tany Andre.


“Ya tentu ibu ingin melihat kamu, ibu ingin kamu cepat menikah dengan Amel!” Ucap bu Heni.


“Ndre, nanti Amel tinggal di asrama ya! Biar bisa dekat sama kamu!” Perintah Bu Heni.


“Enggak bisa bu, batalyon dan asrama ada aturannya. Amel bukan istriku. Status Andre disini masih punya istri.” Tolak Andre mentah-mentah.


“Terus Amel akan tinggal dimana?” Rengek Amel.


“Tenang sayang, kamu tetap sama Andre. Ibu yang perintahkan!” Ucap bu Heni tidak peduli.


Jengkel Andre melihat tingkah ibunya dan Amel.


“Kalau kalian masih berdebat, silahkan kalian pulang kembali!! Saya hidup dibawah aturan yang ada. Kalau ibu pulang bawa Amel sekalian. Atau sekarang enggak ikut saya sama sekali.” Jawab Andre.


Bu Heni dan Amel pun langsung diam dari pada mereka harus dipulangkan Andre saat ini juga.

__ADS_1


- -


Di asrama Amel begitu sombong dan tau diri. Para istri anggota dan tetangga Andre mengira Amel adalah istri Andre. Amel tidak mau menjawab sapaan itu dan menganggap semua orang lebih rendah darinya. Ibu Ande juga sama, tidak ada beda nya dengan Amel.


“Bu Andre ya?” Sapa bu Danyon yang berjalan santai sore disekitar asrama.


“Iya ada perlu apa ya bu?” Jawab Amel dengan sinis.


“Dimana bu Alana? Tanya bu Danyon masih sopan.


“Alana?? Hello.. saya Amel istru kedua Mas Andre. Kamu anggota suami say juga ya? Ingin tau banget kehidupan orang lain” ketus Amel.


Bu danyon merasa sakit hati dan dipermalukan ia memilih pulang. Sampai dirumah bu danyon mengadukan perlakuan ‘istri Andre’ yang tak pantas.


- -


“Kamu menikah lagi?” Danyon memanggil Andre keruangannya.


“Siapa wanita yang ada dirumahmu dan mengaku sebagai istrimu itu!!” Tanya Danyon.


“Ijin Danyon, dia adalah Amel anak dari teman ibu saya. Istri saya tetap Alana” jawab Andre.


“Dimana istrimu sekarang? Apa benar yang saya dengar selama ini, istrimu yang sekarang selalu dengan kapten Hardhan?” Ucap Danyon ingin melurukan isu yang beredar di batalyon dan asrama.


Plaak..plaak.. buugghh..buughh


“Apa-apaan ini? Kamu melarikan istri orang!” Tegur Danyon pada Hardhan.


Plaak..plaak.. buugghh..buughh


“Kamu membuat rumor tidak baik Andre!!” Kepala Danyon rasanya ingin pecah mendengar kejujuran dua perwira dihadapannya saat ini.

__ADS_1


“Kalian ini memang dua perwira unggul dalam pekerjaan, tapi dalam kehidupan pribadi. Kalian nol besar. Tidak punya akhlak!! Busuk semua!!” Bentak Danyon dengan murka.


“Siap salah!” Jawab bersamaan Andre dan Hardhan.


Hardhan dan Andre yang saling melirik hati mereka bergemuruh ada rasa marah, kecewa, sedih dan rindu.


- -


“Bagus sekali kelakuan itu Amel!! Pulang kamu dan jangan kembali lagi kesini!!” Bentak Andre pada Amel.


“Abang kenapa? Ini kok bisa begini!” Alana melihat Hardhan ikut sedih.


Hardhan memang mendapatkan hukuman berat karena kesalahannya juga fatal.


“Enggak apa-apa tadi terpeleset saat latihan” jawab Hardhan.


Alana menekan lebam di dada Hardhan dengan kuat.


“Aawww, sakit dek!!” Hardhan menahan sakitnya sisa hukuman yang ia terima.


“Abang kira Alana enggak tau, ini luka pukul bang!! Abang berkelahi dengan siapa?” Khawatir Alana sambil menyeka dada Hardhan.


Alana menunduk meniup dada Hardhan, ada khawatir dalam hati Alana. Kening Alana tanpa sengaja menyentuk bibir Hardhan.


“Abang ingin sekali mempertahankanmu dek!” Kata Hardhan.


“Tapi Alana bukan wanita baik-baik bang!” Jawab Alana.


“Hanya allah yang berhak menilainya bukan kamu!” Hardhan mengecup kening Alana secara sadar.


“Semoga allah membukakan jalan baik untuk kita. Dosa kita sudah terlalu banyak”

__ADS_1


__ADS_2