
Hardhan duduk diruang tamu sambil menatap layar tv didepannya namun pikiran berkelana jauh saat ini. Alana yang baru menidurkan excel pun keluar dari kamar anaknya dan melihat Hardhan yang tidak seperti biasanya.
“Abang kenapa? Apa Alana ada salah sama abang?” Tanya Alana.
Hardhan meraih tangan Alana dan memintanya duduk disebelahnya. Hardhan pun menatap mata Alana lekat.
“Jawab dek, abang tanya apa sungguh didalam hatimu saat ini tidak ada abang sedikit pun?” Tanya Hardhan.
Perempuan mana yang sanggup menolak perhatian seorang pria saat dirinya sedang membutuhkan sandaran hidup. Apalagi Hardhan tidak pernah sekalipun meninggalkan dirinya disaat susah atau senang 2 tahun ini.
“Bang Hardhan, status Alana di kedinasan masih sah istri bang Andre” ucap sendu Alana.
“Enggak perlu dijawab. Abang sudah tau jawabannya” Hardhan menarik Alana dalam dekapannya.
“Abang.. ini enggak benar!!” Alana merasa sangat takut karena Hardhan menariknya dalam pelukannya disofa yang Hardhan tempatin tidur untuk menginap malam ini.
“Kita sudah salah sejak awal sayang! Abang bawa kamu pergi tanpa penyelesain jelas itu udah salah. Itu udah dosa buat kita” jawab Hardhan.
“Alana, perempuan paling hina didunia ini bang” Alana terisak meratapi dirinya yang begitu kacau. Sungguh beban dihatinya sangat berat.
__ADS_1
“Jangan menangis!! Abang tak sanggup melihat air matamu mengalir dari wajahmu ini dek” Tangan Hardhan perlahan mengusap pipinya dan bibir Hardhan mulai mengecup bibir Alana.
Tanpa bisa ditahan kedua air mata mereka ikut menetes berpagut berdua dalam rindu,sayang dan melepaskan beban rasa.
- -
Pagi itu Hardhan sedang latihan menembak,pikirannya yang tak fokus pun terbagi. Matanya memerah dan berkali-kali ia menarik nafas panjang berusaha melepaskan beban yang ia rasakan pada dadanya.
Tak selang beberapa waktu
“Saya ingin bicara dengan anda pak Hardhan” tegas Andre menemui Hardhan di tempat latihan menembak.
Kedua pria itu saling menatap tajam. Ada beban dari hati mereka masing-masing yang perlu kejelasan saat ini.
“Saya kesini tak ingin basa-basi pak Hardhan, tolong jauhin Alana. Saya ingin mengajak dirinya untuk rujuk dengan saya.” Ucap tegas Andre.
“Maksud anda?” Tanya Hardhan.
“Saya masih sayang dengan Alana.” Tegas Andre.
__ADS_1
“Itu tidak akan terjadi, apa kamu tau yang dirasakan selama ini? Dengan seenak jidatnya anda ingin kembali dengan Alana.” Kata Hardhan sambil menahan emosinya.
“Cukup pak, itu saja yang saya ingin sampaikan. Jauhin Alana dan anak saya” kata Andre.
“Kurang ajar, laki-laki tak tau diri rupanya kamu. Kita liat saja sampai kamu berani menyakiti Alana dan anakku. Ku beri perhitungan untukmu dan keluargamu!!” Teriak Hardhan.
Hardhan yang sudah tidak menahan emosinya, ia ingin sekali menonjok laki-laki dihadapannya saat ini. Tapi ia ingat, dia tak ingin membuat masalah yang bisa membuat Alana menjadi sedih nantinya.
“Diri anda pak yang tak tau diri, sudah bawa Alana jauh dari saya selama ini!!” Andre yang sudah tak tahan lalu menonjok Hardhan.
Andre menendang Hardhan sekuatnya hingga Hardhan terjungka jauh.
Buugghh..
Hardhan tak terima , lalu ia bangun dan menonjok balik Andre.
“Kamu bisa melimpahkan semua kesalahan Alana ini padaku!! Tapi tidak dengan merebut Alana kembali. Harusnya dirimu sebelum bicara koreksi juga dirimu. Sudahkan keluargamu terutama kamu sebagai suami Alana dan ibumu dulu sudah memperlakukan Alana dengan baik. Bahkan setelah ini, kamu tidak berusaha mengkonfirmasi keberadaan Alana. Setelah kami lalui selama ini bersama. Saya memang penuh dosa tapi saya enggak munafik. Ada rasa dalam hati saya.” Jawab Hardhan
“Saya tau masalah ibu saya, dan kelakuan saya dulu membuat Alana sakit hati. Saya salah, memang tidak mencarinya karena mengira Alana mengugurkan kandungannya. Itu membuatku sangat marah dan sakit hati sekali” ucap Andre.
__ADS_1