Tentara Dan Cintaku

Tentara Dan Cintaku
Kesedihan Alana


__ADS_3

*ada banyak bawang 😢


Alana menolak saat ini dia sedang merindukan Andre. Rasa dari kehamilannya kali ini membuat dia menolak perhatian yang diberikan Hardhan. Dia tak paham dengan dirinya sendiri.


“Abang enggak bermaksud apa-apa dek. Abang hanya ingin baby dalam perutmu sehat. Jangan karena kesedihanmu kamu jadi mengabaikan dia.” Hardhan meminta sendok ditangan Alana lalu menyuapinya.


Air mata yang dari tadi sudah ditahannya akhirnya menetes mengingat Andre. Tapi apa mau dikata Alana lebih memilih pergi karena hubungan yang dijalani tidak adanya restu dari orang tua, atau tidak akan pernah mendapatkannya pada akhirnya. Memutuskan mengalah memang sangat sulit apalagi dia sudah sangat menyayangi Andre. Ingin sekali rasanya memeluk ibu mertuanya seperti ibu kandungnya sendiri.. apalah daya, ibu mertuanya tidak menginginkan kehadirannya dan juga babynya.


Tak banyak yang bisa dilakukan Alana sekaranag, Alana hanya memakannya sedikit hanya beberapa suap saja. Itupun dengan kesedihan air mata yang terus mengalir sedari tadi.


“Ya sudah kalau tidak mau lagi. Minum sedikit saja susunya tadi abang sempat membelinya di supermarket dekat rumah. Paksakan sedikit demi babymu dek” bujuk Hardhan


“Terima kasih bang..” jawab Alana


Hardhan terus menemani Alana agar Alana mau meminum susunya. Susu khusus ibu hamil yang Hardhan buatkan untuk Alana.


Tak lama Alana tertidur dalam kesedihannya yang masih menyelimuti dirinya.


“Kasihan kamu dek. Abang akan temui Andre nanti untukmu” gumam Hardhan.


Hardhan reflek mencium kening Alana dan langsung keluar dari kamarnya.

__ADS_1


- -


Pagi hari sudah tiba. Hardhan mengajak Alana keluar menghirup udara pagi dihalaman depan rumahnya. Alana merasa nyaman melihat sekililng halaman rumah penuh dengan tanaman hijau dihadapannya. Lalu Hardhan mengajaknya untuk jalan-jalan disekitar taman kompleknya.


“Dek, itu ada penjual bubur ayam lewat. Kamu mau dek?” Tanya Hardhan.


“Alana enggak pengen apa-apa bang” jawab Alana.


Hardhan membungkuk dihadapan Alana. Wajahnya menghadap ke perut Alana.


“Adek kecil.. mamamu nakal ya!! Om Hardhan bingung gimana membujuk mamamu biar mau makan. Padahal om Hardhan tau kamu pasti sudah lapar didalam sana”. Bujuk Hardhan


Alana tersenyum getir mendengar Hardhan bicara pada babynya, sebab itulah yang biasa dilakukan Andre.


“Duduk sini dulu ya dek!”.


Hardhan mengembangkan senyum lalu pergi kedepan rumahnya memesan dua bubur ayam.


Banyak warga sekitar yang ikut membeli bubur ayam tersebut dan mengenal siapa Hardhan.


Sudah setengah jalan Alana dan Hardhan menikmati sarapannya. Tak lama ada motor berhenti dan parkir disana.

__ADS_1


“Bu, bukannya itu wanita ganjen. Mau apa dia disini? Ya ampun bu, dia sama bang Hardhan anak dokter dewi. Jangan-jangan sekarang dia deketin bang Hardhan sekarang bu”.


Mendengan ucapan Amel, Bu Heni terpancing emosi. Dia berlari kearah Alana lalu merebut bubur yang ada ditangan Alana dan menumpahkan mangkok buburnya itu di atas kepala Alana hingga kerudung dan wajahnya kotor penuh dengan bubur. Hardhan terkejut melihat tingkah bu Heni.


“Bu Heni jangan bu. Sudah bu cukup”. Cegah Hardhan langsung berdiri menarik tangan Alana kebelakang badannya.


Tak cukup dengan itu, bu Heni menyamber botol minuman lalu dibuka nya dan menyiram kewajah Alana. Alana sangat ketakutan, tangannya gemetar memegang pakaian Hardhan dan meremas bahu Hardhan. Sedangkan Amel.. dia sibuk mengambil foto dan video apa yang dilakukan bu Heni ke Alana.


“”Cukup bu, kalau bu Heni tidak berhenti. Saya akan melaporkan ibu ke pihak berwajib ada tuduhan penganiyaan”. Tegas Hardhan.


“Hehh.. kamu selingkuh sama wanita tak tau diri ini?” Tuduh bu Heni pada Hardhan.


“Saya tidak selingkuh, jangan asal menuduh anda. Ibu saja terlalu emosi. Tidak mau bicara baik-baik”. Hardhan terpaksa membentak bu Heni


“Pergi kalian dari sini!! Atau anak buah saya akan menembak anak kesayangan ibu karena tidak bisa menjaga istrinya sendiri” usir Hardhan pada bu Heni.


Bu Heni yang ketakutan akhirnya memilih meninggalkan tempat itu.


Warga sekitar yang melihat kejadia tersebut memilih diam tak ikut campur. Karena mereka paham apa yang dilakukan ibu Heni sudah keterlaluan dan percaya dengan apa yang diucapkan oleh Hardhan.


Alana yang syok hingga lemas. Hardhan menyandarkan Alana dibahunya lalu menggedongnya hingga sampai dirumah.

__ADS_1


“Jangan nangis dek.., ada abang disini. Kalau Andre enggak bisa menjagamu. Biar abang yang menjagamu mulai sekarang.” Tanpa sadar mengecup kening Alana. Hatinya terasa sakit melihat Alana yang menangis pilu. Sungguh wanita ini baik dan sabar sangat membutuhkan sandaran.


__ADS_2