Tentara Dan Cintaku

Tentara Dan Cintaku
Ajakan Hardhan


__ADS_3

Hardhan terliat berpikir dalam diamnya. Sambil menatap Alana.


“Kamu tidak bisa Alana. Abang enggak tega. Kamu ikut saja sama abang!! Ajak Hardhan.


“Enggak bang. Alana ingin hidup sendiri. Bang Andre sudah terlalu menyakiti hati Alana bang!! Ucap Alana sedih.


“Kamu bisa siapkan kebutuhan abang. Anggap saja itulah caramu bekerja untuk abang” kata Hardhan. Lama Alana tak menjawabnya. Hingga sesaat kemudian..


“Kamu harus kuat dek. Ini demi anakmu dan dirimu sendiri, hidup masih panjang dek”.


“Abang akan pindah tugas tidak dinegara ini. Canada lebih tepatnya ada latihan gabungan dan tugas negara yang harus Abang pimpin. Abang mau adek nemenin abang. Abang tidak tega liat Alana seperti ini” ucap Hardhan


- -


Andre merasa sangat bersalah. Tapi dia juga tidak menahan rasa kecewa karena Alana sungguh telah menghilangkan anaknya.


“Abang memang salah Alana. Tapi kamu sungguh menghilangkan anak abang. Seumur hidup abang tidak akan memaafkan kamu Alana.” Gumam Andre


- -


3 bulan kemudian


Hardhan mengusap bibir Alana dengan tissu sesaat Alana muntah. Memang mualnya sudah banyak berkurang dan hanya sesekali saja terasa, tapi tetap saja sangat menyakitkan. Hardhan mengusap punggung Alana dengan pelan, ingin melakukan hal lebih tapi tidak mungkin.

__ADS_1


“Masih pusing dek? Itu abang bawakan sup” kata Hardhan.


“Terima kasih bang, abang enggak perlu repot seperti ini juga. Alana jadi menyusahkan abang saja” alana merasa tidak enak sebab sejak Alana memutuskan pergi dari Andre.. semua yang Alana perlukan selalu di penuhi oleh Hardhan. Saat Alana ngidamnya dan mualnya yang parah, tak terlewatkan dari kesabaran seorang Hardhan.


“Jangan selalu bicara itu, abang ikhlas”


“Hai anak daddy, besok kita USG ya? Daddy mau lihat anak daddy lagi apa didalam sana” ucap Hardhan sambil menunduk menghadap perut Alana yang sudah berusia lima bulan.


Alana ingin melarangnya mengenalkan dirinya sebagai “ayah” anaknya, tapi dia tidak tega karena Hardhan selalu baik padanya..


“ Abang.. alana ingin jalan-jalan” pinta Alana


“Ayoo, abang temenin. Ayo jalan keluar sambil mencari makanan ringan” ajak Hardhan sambil memegang lengan Alana


“Dek.. alana betah disini?” Tanya Hardhan


“Alana betah bang, disini beda dari di indonesia. Disini Alana mendapatkan suasan baru dan lingkungan yang baru” jawab Alana


“Alhamdulillah.. abang senang dengarnya” ucap Hardhan.


- -


Semenjak kejadian menyakitkan itu, Andre menjadi orang yang dingin, tidak seperti Andre yang sebelumnya. Para anggotanya hanya tau istri Andre sedang berada diluar kota dan belum kembali.

__ADS_1


Malam ini Dani menemui Andre, sejak Andre sendiri dengan keadaan sangat kacau dan berantakan.. Dani selalu sebisa mungkin meluangkan waktu menemaninya untuk memberikan support terbaik.


Andre duduk merokok dihalaman belakang rumahnya sendiri. Perasaan marahnya pada Alana belum hilang. Ia masih sangat marah mengingat babynya tapi juga kesal persoalan Amel.


“Ada apa lagi bu” Andre menjawab panggilan telepon ibunya


“Amel mau datang ketempatmu”


“Kalau Amel datang kesini, ibu akan mendengar anak ibu hanya tinggal nama saja” ucap Andre langsung mematikan teleponnya.


Suasana hening sesaat. Dani melihat keadaan Andre temannya sungguh miris.


“Apa kamu yakin kalau Alana menggugurkan anakmu?”


“Kamu juga salah sudah tidur dengan Amel” ucap Dani yang geram dengan tindakan Andre lakukan


“Apa pikiranku sudah enggak sehat sampai main gila dengan wanita itu? Istriku sudah memberi apa yang aku butuhkan” jawab Andre.


“ terus kenapa kamu enggak mengejarnya” ucap Andre


“Dia meminta cerai dengan jelas Dan! Dan dia pergi dengan kapten Hardhan” kesal bercampur sedih merajai pikiran Andre


“Emm... entah siapa yang bodoh disini” ucap Dani

__ADS_1


__ADS_2