Tentara Dan Cintaku

Tentara Dan Cintaku
Kesedihan Alana (3)


__ADS_3

Alana merosot lemas dan menangis didepan pintu depan rumah Andre. Hardhan yang melihat Andre dan Amel tidak memakai sehelai benang baju pun ikut geram marah menonjok Andre sekuatnya.


“Brengsek, kamu enggak mikir perasaan Alana?” Bentak Hardhan pada Andre


Amel masih diam disana hanya bisa menutupi badannya dengan selimut dan muncul seutas senyum sinis tipis.


“Ya allah.. ini bukan seperti kalian liat Kapten Hardhan” Andre mulai sadar dengan situasi saat itu lalu menarik ujung selimutnya menutupi tubuhnya. Dia panik melihat Alana yang menangis dan sudah lemas bersandar di pintu.


“Alana... Sayang.. ini enggak seperti kam pikirkan dek. Sungguh abang bisa jelaskan” ucap Andre


Alana semakin tidak tahan melihat keadaan ini, tak sanggup merasakan bebannya terasa menyesakkan dada.


“Bang Hardhan.. tolong bawa Alana pergi dari sini bang!!” Pinta Alana


“Jangan Alana!!” Dia tak sanggup melihat kesedihan yang dia ciptakan sendiri.


Hardhan mengangguk mengiyakan permintaan Alana, sebab dia pun entah mengapa bisa ikut merasakan apa yang dirasakan Alana saat ini.


Hardhan membantu Alana berdiri dan menggandeng tangannya.

__ADS_1


“Alanaaaaa...” Andre menggapai tangan Alana, tapi Alana langsung menepis tangan itu.


“Jangan pergi Alana, abang mohon..” gumannya pelan lirih


- -


Alana menangis sejadi-jadinya Hardhan menepikan mobilnya dipinggir jalan untuk menenangkan wanita yang menangis tanpa henti disampingnya.


“Alana enggak kuat bang, Alana ingin mati saja bang!! Teriaknya


“Husss, enggak boleh omong begitu dek!!” Istifar, ingat masih ada baby di perutmu” Hardhan menenangkan Alana sebisanya.


“Ingat anakmu Alana!! Hardhan memegang tangan Alana lalu memeluknya dengan erat.


Alana menumpahkan kesedihannya di pelukan Hardhan.


“Alana enggak mau bang” teriaknya frustasi.


“Sabar dek.. kasihanilah anakmu. Jangan nangis sedih hati abang lihatnya” Hardhan mengusap kepala Alana dengan lembut menenangkan wanita yang cukup membuat hatinya berantakan hari ini.

__ADS_1


- -


Keluarga Andre sudah berkumpul dirumah. Pak rudi selaku ayahnya baru saja kembali. Dia tidak tega melihat keadaan Andre, dari dulu pak rudi orang yang pendiam. ibu Heni adalah anak orang terpandang di desanya dulu. Pak rudi menikahinya karena bu Heni ingin pak Rudi menjadi kekasihnya padahal saat itu pak Rudi sudah punya kekasih.


“Apa kamu mau lihat anakmu mati?” Tegur pak Rudi.


“Dia tidak terpandang. Beda dengan Amel yang berpendidikan dan cocok untuk Andre” ketua bu Heni melawan pak Rudi.


Tak lama ada yang mengetuk pintu rumahnya. Ada seseorang memeberikan kertas surat yang berisikan Alana meminta berpisah dengan Andre dan ingin pergi bersama Hardhan. Alana pun menulis dengan jelas anak yang dikandungnya sudah di gugurkan.


“Sungguh tega kamu dek, apa ini caramu menghukumku. Apa kamu tidak bisa bersabar dikit untuk bisa mengluluhkan hati ibu” gumam Andre dalam hati


- -


Lain hal nya di tempat Alana, Alana membaca surat yang diantarkan seseorang padanya. Andre jelas menalaknya dan meminta berpisah dengan Alana karena Andre terlanjut menodai Amel.


Alana mengusap perutnya sebentar lagi akan terlihat jelas. Sesaat dia menangis seakan dunianya runtuh dan hancur. Entah sebenarnya batinya kuat atau tidak.


“Bang Hardhan, tolong luluskan permintaan Alana” pintanya sekali lagi tanpa mengeluarkan air matanya lagi. Air matanya seolah sudah kering merasakan sakit hati.

__ADS_1


__ADS_2