
Siang hari Hardhan ingin membangunkan Alana untuk mengajak makan siang.
“Ayo sadar Alana.. jangan seperti ini” Hardhan menyadarkan Alana dalam kepanikannya.
Melihat Alana yang belum sadar, hardhan memanggil ibunya yang kebetulan masih berada dirumah.
“Bu..ibu.. tolong Hardhan” teriak Hardhan
“Ya allah.. Alana ini kenapa? Ayo nak.. bangun. hardhan cepat ambil minyak angin dimeja” suruh bu Dewi
“Ya bu..” jawab Hardhan
Bu Dewi mengusap minyak ke pelipis dan mendekatkan kehidung Alana.
“ Hardhan, kamu enggak boleh jatuh cinta sama istri orang” tegur bu Dewi
“Apa sih bu! Ini Alana dulu..” jawab Hardhan
“ ibu yang melahirkan kamu. Ibu tau dari sorot matamu ke Alana itu Hardhan” jawab bu Dewi.
__ADS_1
Hardhan menunduk membuang nafas melenggakan dadanya yang sesak.
“Hardhan tau batasnya bu. Ibu jangan khawatir! Hardhan bisa hati-hati dalam bertindak.” Kata Hardhan.
“Ibu enggak mau kamu hancur lagi karena salah mencintai wanita!” Ucap lembut bu Dewi.
“Biarkan hanya saja wanita seperti Gisha dihidup Hardhan bu. Cukup satu kali saja rasa sakit itu. Kedepannya Hardhan akan lebih merasakan dengan hati.”
Ibu Hardhan keluar dari kamar meninggalkan putranya untuk menyiapkan makan siang.
Melihat wajah teduh Alana.. detak jantung Hardhan berdegup kencang. Wajah itu begitu menyentuh perasaannya. Hardhan memejamkan matanya..
Lama Hardhan memejamkan matanya. Dan bangun lalu mengusap wajahnya dan membuag jauh bayangan Gisha yang sempat singgah dihatinya hanya untuk menghancurkan perasaannya.
Alana perlahan membuka mata, kepalanya terasa sangt berat. Hal pertama yang diingatnya hanya perkataan ibu mertua.
“Bang Hardhan.. bolehkah Alana minta tolong sama abang?”
“Apa Alana, kalau abang mampu. Abang pasti akan membantumu.” Jawab Hardhan.
__ADS_1
“Tolong rahasiakan kehamilan Alana , juga kalu enggak keberatan. Alana tak ingin bang Andre tau kalo babynya ini masih ada diperut Alana. Dan bisakah abang mencarikan Alana pekerjaan? Jadi pembantu juga tidak apa.” Pinta Alana.
Hardhan menatap lekat wajah Alana. Tak sampai hati menatap kepedihan wanita yang dia temukan tanpa sengaja.
“Alana.. dengar abang. Mengrahasiakan kehamilanmu bukanlah sesuatu yang benar dan lagi abang tidak mungkin membiarkanmu bekerja dengan kondisi kamu seperti ini.” Jelas Hardhan dengan tegas
“Abang kan tau tadi Amel menatap Alana seperti apa dan menghasut ibu mertua Alana dengan segala cara untuk memisahkan Alana dengan bang Andre. Amel sempat memberikan obat pengugur kandungan ke Alana agar tidak memiliki anak bang Andre lagi. Andaikan Alana mau lapor polisi. Alana tidak punya cukup bukti!” Jawab Alana
“Abang akan tanggung jawab kalau ada apa-apa. Tapi.. kita harus berusaha memberitahu ke Andre keadaan sebenarnya” pinta Hardhan.
- -
Sore harinya Hardhan berniat mengatarkan Alana ke rumah orang tua Andre. Alana dan Hardhan tiba dirumah Andre terlihat tampak sunyi sepi disana, tapi pintu rumah itu sedikit terbuka. Ada mobil Andre didepan rumah.
“Masuklah dek,bagaimanapun kamu menantu dirumah ini. Abang tunggu disini” kata Hardhan menguatkan Alana untuk melangkah masuk.
Alana berjalan masuk dan melihat setiap sudut rumah terasa sepi tak ada orang didalam. Alana mencoba membuka pintu kamar Andre perlahan.
“Astagfirullah hal adzim..
__ADS_1
Abaaaang...!!! Teriak Alana hampir pingsan ditempat. Andre bangun kaget dari tidurnya, nyawanya juga belum sepenuhnya utuh. Hardhan yang mendengar suara dari dalam pun refleks berlari mencari dimana suara Alana berasal.