
Si kecil Excel yang sudah kembali kerumah Hardhan pun ikut senang melihat daddy dan bunda nya. Hardhan yang merindukan Excel pun bermain diruang tengah dan Alana menata bahan makanan yang dibeli mamanya Hardhan itu dilemari es.
Hardhan menghampiri Alana didapur, memeluk dari belakang dan mengecup kening Alana.
“Masak apa dek?” Tanya Hardhan.
“Masak yang simple aja ya bang. Ini Alana mau masak sop ayam dan ayam goreng untuk makan siang” jawab Alana.
“Masak apa aja yang kamu buat, abang suka dek” jawab Hardhan sambil mengecup kening Alana.
- -
Hari ini adalah hari pertama pertemuan anggota. Ada olahraga bersama. Hardhan yang kekantor untuk olahraga bersama dan Alana yang datang kepertemuan itupun.
“Selamat pagi bu.., maaf perkenalkan saya Alana anggota baru di batalyon. Istri dari kapten Hardhan” kata Alana.
“Mari bu, duduk disini. Ini baru saya mau dimulai.” Jawab bu ketua
“Abis gini ada olahraga bersama ya ibu..ibu” kata bu ketua.
“Baik!!” Jawab semua anggota.
Hardhan yang mulai datang ke lapangan itu hendak memanggil ibu..ibu dan yang lainnya untuk olahraga bersama.
“Ibu-ibu mari ke lapangan semua!!” Sapa Hardhan keras. Hardhan yang melirik sekilas ada Andre disana itu sedikit nampak pias.
“Aku harap kamu ikhlas melepas Alana untukku Ndre. Langkahi dulu mayatku kalau mau mencintainya lagi” batin Hardhan.
Setelah olahraga bersama kurang lebih 30 menit, acara pun dilanjut dengan panggung hiburan.
“Ayo dek, kita lihat panggung hiburan” Hardhan mengecup kening Alana lalu mengajaknya ke tengah lapangan.
__ADS_1
“Alana malas lah bang, panas begini. Alana sedikit pusing ini liatnya” tolak Alana tanpa sadar dengan nada manja.
Hardhan ingin sekali menggoda istrinya itu.
“Oh.., yasudah abang sendiri saja. Itu mumpung ada penyanyi seksi begitu. Deg..deg an abang liatnya” goda Hardhan.
Alana langsung menatap tajam mata Hardhan. Nampaknya tanduk mulai tumbuh diatas ubun-ubunnya. Melihat Hardhan senyum-senyum begitu bikin Alana langsung naik darah.
“Tidur diluar, enggak pakai minta jatah seminggu buat abang” kata Alana kesal.
“Abang bercanda sayang. Sumpah” Hardhan mulai gusar sekarang. Alamat istri mengamuk begini jatah amblas deh..
Alana berjalan cepat setelah melirik tajam Hardhan. Nampaknya terlihat kesal dengan tingkah suaminya.
Tak lama seruan dari soundsystem terdengar hingga telinga Hardhan.
“Diperintahkan kepada Kapten Hardhan segera naik keatas panggung sekarang juga”
Suara gendang mengiringi dangdut dan koplo diatas panggung. Komandan dan kapten pun berada diatas panggung dengan para biduan. Karena acara terbilang santai, komandan meminta Kapten Hardhan ikut bergabung.
Sedari tadi seorang penyanyi mengganggu pandangan mata Alana. Wanita ini lebih agresif, berjoged menghampiri Hardhan.
“Lanjut kapten!!” Perintah komandan.
Sorotan mata Hardhan melirik kebawah. Melihat wajah Alana sudah merah padam udah menjadi bom waktu tiba-tiba saja meledak.
“Slow aja ya mbak, istri saya melihat dari bawah” pinta Hardhan dengan sopan.
Penyanyi itu yang tak menghiraukan ucapan Hardhan malah bergeliat menempel punggung didepan Hardhan, membimbing tangan Hardhan memeluk pinggangnya dan bergoyang meliuk disana. Sontak saja Hardhan kaget, namun menghindari pun tak bisa ini acara santai. Hardhan pun berusaha menjaga jarak dengan penyanyi itu, semakin menghindari penyanyi itu pun semakin menempel.
Alana yang sudah pusing dari tadi dan sekarang sedikit agak mual melihat apa yang dilakukan suaminya di atas panggung sudah menahan kesal dan amarah. Alana pun tidak langsung marah karena banyak anggota dan istrinya takut membuat malu kalau ia marah. Rasa marahnya sekarang semakin parah dengan perasaannya sangat tidak nyaman.
__ADS_1
Lagu pun selesai. Penyanyi itu pun tersenyum genit.
“Jangan baper kapten, saya cuma bercanda loh.., takut kapten jatuh hati sama saya ya.” Ucap genit penyanyi itu.
“ terima kasih banyak ya mbak, semoga saya aman tidak diterkam sama istri saya setelah ini” ucapnya cemas melihat wajah pucat dan marah Alana.
Hardhan yang langsung turun dan berjalan kembali ke Istrinya melihat Alana yang sudah tak sanggup lagi, akhirnya pingsan setelah lagu itu selesai diputar. Hardhan segera lari menghampirinya.
“Astafirllahu, sayang bangun dek bangun jangan bikin abang khawatir” Teriak Hardhan.
Hardhan membawa Alana ke ruang kesehatan dan memanggil dokter jaga yang bertugas saat itu.
“Gimana dok? Istri saya kenapa bisa mendadak pingsan begini?” Tanya Hardhan yang tidak sabaran.
Dokternya yang mengecek itu pun, sedikit senyum-senyum sendiri.
“Istri bapak ini kecapean, dan saya saran kan lebih baik membawa istrinya ke dokter kandungan” jawab dokter
“Maksudnya apa dok? Dokter kandungan? Jangan bilang..” kata Hardhan.
“Iya betul pak, seperti perkiraan bapak.”
“Alhamdulillah, ya allah akhirnya terima kasih sayang” ucap Hardhan yang mencium bertubi-tubi wajah Alana.
.
.
.
.
__ADS_1
-Debaran hatiku terus berpacu pada setiap nafas yang kurasakan saat bersamamu. Kau wanita yang baik dan akan terus menjadi wanita yang paling special untuk hidupku-