
“Cepat ganti pakaian dek, abang mau ajak anak abang jalan ini” ucap Hardhan.
Hardhan masih bercanda dengan si kecil Excel, anak laki-laki kecil itu pun tak bisa jauh dari Hardhan.
“Iya abang, tunggu Alana mau siap-siap” jawab Alana.
- -
“Bang.. Alana pengen ikut kursus masak disini. Alana bosan enggak ada activitas diapartemen” pinta Alana
“Iya terserah adek aja, abang enggak ngelarang. Selagi kamu suka dan enjoy yang kamu lakukan dek” ucap Hardhan.
“Makasih bang, udah turutin Alana. Abang udah baik banget selama ini sama Alana” jawab Alana dengan sendu.
“Udah, jangan malah sedih begitu dek. Abang enggak mau ngelihat kamu sedih lagi” ucap Hardhan sambil mengusap pipi Alana.
- -
Waktu terus berjalan..
Mereka bertiga pun saat ini sudah 2 tahun berada di Canada. Hardhan yang semakin dekat dengan Alana dan si kecil Excel, dia tak ingin jauh-jauh dari mereka berdua. Sampai tugas yang dijalankan sudah selesai dan dia akan kembali ke negara asalnya.
“Dek.. tugas abang saat ini sudah selesai disini. Abang bakal kembali ke tanah air. Apa kamu tak apa kita kembali lagi dek?” Kata Hardhan.
“Alana ikut aja bang”
“Tapi.. kalau nanti bertemu lagi dengan Andre apa kamu akan baik-baik saja?” Ucap Hardhan.
Alana terdiam mendengar nama Andre disebut.
“Apa kamu siap? Kemanapun abang pergi, kamu harus ikut abang!!” Tegas Hardhan.
Alana terdiam dan berpikir sejenak.
__ADS_1
“Bang Hardhan, kalau abang yang kembali lebih dulu. Boleh? Alana ingin disini 6 bulan lagi, kursus Alana sebentar lagi selesai. Alana ingin buka usaha disana tak ingin merepotkan abang lagi nantinya” pinta Alana
“Kalau itu maumu dek, abang hanya bisa mendukungmu. Terpenting kamu kembali dan ikut dengan abang nanti!!” ucap Hardhan tegas
“Iya bang, Alana ikut abang se kembali sana. Abang jaga diri baik-baik disana” ucap Alana
- -
Bandara kota A, kapten Hardhan berjalan dengan memegang koper. Dia sudah ditunggu anak buahnya di pintu keluar.
“Apa kabar kapten?”tanya anak buah pada Hardhan.
“Baik, ayo kembali antarkan saya kembali kerumah” ucap tegas Hardhan.
“Siap kapten!”
“Sertu Beni sudah carikan saya rumah yang tak jauh dari batalyon apa belum?” Tanya Hardhan.
“Siap sudah kapten!” Jawab sertu Beni.
Hardhan kembali ke kediamannya lebih dulu untuk menyapa orang tuanya.
“Assalammualaikum, mah..pah.. Hardhan pulang” ucap Hardhan
“Waalaikumsalam.. anak mamah sudah pulang. Maaf ya nak mamah tak bisa menjemputmu di bandara” kata mama Dewi.
“Enggak apa-apa mah, Hardhan sudah dijemput sama anak buah Hardhan tadi. Kabar mamah gimana?” Kata Hardhan
“Baik nak.. semua disini baik-baik saja. Oh ya, mana cucu mamah dan Alana enggak keliatan?” tanya mama Dewi.
“Mereka berdua akan pulang 6 bulan lagi mah, Alana ingin menyelesaikan kursus memasaknya lebih dulu” jawab Hardhan
“Baguslah, nanti mamah bisa mencicipi masakan Alana dan memasak bersama. Kamu masuk dulu, istirahatlah nak pasti capek perjalanan jauh” ucap mama Dewi.
__ADS_1
“Iya mah..”
Hardhan masuk kembali ke kamarnya yang sudah ditinggal lebih dari 2tahun itu.
Drt..drt..
“Assalammualaikum.. iya bang” ucap Alana
“Waalaikumsalam.. dek, abang sudah sampai dirumah ini. Excel gimana? Abang sudah kangen sama anak abang satu itu” ucap Hardhan
“Excel seperti biasanya bang, asyik dengan mainan barunya dan tablet yang diberi oleh abang” jawab Alana
“Jaga diri baik-baik disana dek, jangan percaya sama siapapun dan cepatlah kembali kesini dek” ucap Hardhan sendu
“Iya bang, abang disana juga ya..”
.
.
.
.
.
.
.
Hardhan Pratama
__ADS_1
Alana