
Disebuah kerajaan sihir hiduplah seorang raja yang gagah perkasa.beliau adalah seorang raja yang sangat adil,maka tidak heran semua rakyatnya sangat menghormati dan menyayanginya.beliau memiliki tiga orang anak perempuan,beliau tidak pernah membeda-bedakan kasih sayang diantara ketiganya.namun masih saja ada yang iri dan tidak puas akan kasih sayangnya.
Siya
Siya sendiri adalah putri sulung dari ketiga bersaudara,akan tetapi meskipun begitu ia terkenal sangat angkuh dan sombong.ia begitu tamak sehingga ia selalu iri dengan saudaranya yang lain.
Suka
Sama seperti Siya,Suka juga terkenal sangat angkuh dan tamak akan segala hal. selain itu Suka juga terkenal sangat cerdik dan hebat dalam berbagai bidang ilmu sihir.sehingga bila disandingkan Suka hampir mirip dengan kakak pertamanya Siya.
Sima
Sima adalah anak bungsu dari tiga saudara.berbeda dari kedua kakaknya,Sima adalah gadis yang penurut,jujur,ramah,dan penyayang.namun dibalik sifatnya itu ia juga seseorang yang sangat percaya diri,dan haus akan segala pengetahuan yang dilihat maupun didengarnya.
Cerita dimulai saat Sima terlihat sedang berada aula kerajaan bersama sang ayahanda.Sima terlihat sedang berbincang-bincang disana,mereka terlihat sangat bersuka ria menikmati obrolan mereka.
sementara disisi lain terlihat Siya dan Suka menguping pembicaraan Sima. mereka sangat marah dan kesal melihat kejadian itu,mereka tidak terima jika ayahnya hanya memperhatikan pada Sima tanpa memperdulikan mereka.
Dengan kesal mereka pergi dari sana.mereka bertemu dihalaman istana,dan merencanakan sebuah rencana agar bisa membuat Sima pergi jauh dari istana.
__ADS_1
"wahai adikku,kau sangat bijak bukan?.cobalah kau cari sebuah rencana agar Sima bisa pergi jauh dari sini,tentunya kau tau bukan jika Sima pergi kita akan dengan mudah untuk menguasai semua hal disini,tanpa harus membaginya dengan Sima."ucap Siya sembari memain-mainkan rambutnya.sedangkan Suka terlihat sangat bingung,ia tidak henti menghentak-hentakkan jarinya disebuah batu yang ia duduki.
"Aku bisa saja mempercayaimu,tapi aku tidak bodoh sepertimu.kau tau jika aku bisa menyingkirkan Sima tentu setelahnya kau akan menyingkirkan ku juga,siapa yang tidak tau dengan ketamakanmu itu." ucap Suka melirik Siya..
Siya menghela nafas meski dalam hatinya,ia sangat marah mendengar celotehan Suka.namun saat ini ia harus mampu meyakinkan Suka,karena ia tau hanya Sukalah yang bisa membantunya dalam hal ini.ia terpaksa melebarkan senyumnya untuk meyakinkan Suka.
"hei Suka apa yang kau katakan(perlahan mendekati Suka,dan duduk disampingnya),aku tidak selicik itu!!kita akan menikmati semuanya berdua tanpa ada Sima ditengah-tengahnya.apa kau tidak lihat tadi Sima dan ayahanda nampak bersenang-senang tanpa kita,apa kau mau ayahanda melupakan kita gara-gara Sima?"ujar Siya
"Aku setuju saja,tapi kau harus berjanji akan membagi semuanya padaku."ucap Suka.
"Baiklah adikku,jika itu yang kau mau,"sahut Siya.
"kau tidak mudah membohongiku,bukan aku tetapi kau yang akan kusingkirkan setelah Sima,"batin Suka*.
beberapa jam setelahnya...
Sima terlihat sedang berjalan-jalan sembari menikmati keindahan taman dibelakang istana. "udara disini sangat sejuk,semuanya berasa sangat damai."ucap Sima sembari memetik setangkai bunga.
Tidak lama kemudian Siya dan Suka datang.mereka berada ditempat yang tidak jauh dari sana. "Suka apa kau dengar tentang kehidupan dibumi yang menyenangkan itu?"tanya Siya yang sedikit berteriak,mereka berdua berharap agar Sima bisa mendengarnya.
__ADS_1
"iya aku mendengarnya, katanya disana sangat menyenangkan.apa kau tidak ingin pergi kesana?"Suka pun menjawab pertanyaan Siya dengan sedikit berteriak.
Sima menoleh kearah kakak-kakaknya dan tersenyum.kemudian ia berniat menghampiri mereka sembari memegang setangkai bunga yang dipetiknya tadi. "kakak,aku dengar kalian mengatakan sesuatu,maaf aku tadi tidak sengaja mendengarnya,"ucap Sima.
"Sima kau?,syukurlah kami bertemu kau disini.ikut kami kami ingin memperlihatkan sesuatu padamu."sahut Siya.
Tanpa curiga Sima mengikuti Siya dan juga Suka.dan akhirnya mereka sampai diruang sihir istana. "Kakak ini kan ruang sihir istana,apa ayahanda tidak marah kita berani masuk kesini.bukannya beliau sudah melarang kita masuk tanpa izin."ucap Sima yang mulai ketakutan karena tidak mau melanggar perintah ayahnya.
"apa kau tidak percaya dengan kami Sima?,tentu saja kami sudah meminta izin dan ayahanda sudah mengizinkan kita untuk belajar disini sebentar."ucap Suka membual,dengan mudah Sima juga mempercayai perkataan Suka.
"baguslah kak,kalau boleh tau kita mau belajar apa?"tanya Sima
"ikut kami,kami ingin menunjukan sesuatu."ajak Suka..
akhirnya mereka sampai disebuah sudut ruangan,disana terlihat ada sebuah benda besar yang bentuknya serupa dengan kuali yang ditutupi dengan kain hitam.
perlahan Siya dan Suka membukanya sehingga muncul cahaya yang begitu terang sehingga membuat ketiganya silau. "apa itu kak?"tanya Sima kaget sembari menutupi matanya yang terpapar cahaya terang itu.
sedikit pengumuman cerita ini akan ditata ulang ,dan alur ceritanya akan sedikit diperbaiki untuk kelanjutan cerita-cerita berikutnya agar tidak terjadi kebingungan atau kesalahpahaman.
__ADS_1
mohon maaf apabila sering terjadi kesalahan,aku meminta sebuah pemakluman mengingat disini aku adalah seorang penulis pemula yang pasti membuat kesalahan bahkan berjuta kesalahan tapi disini aku tetap ingin berkarya