Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)

Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)
bab 19


__ADS_3

"apa kau bisa mengulanginya"ucap Gael yang masih tidak percaya..


"Bisakah kau memelukku,,aku mohon,"ucap Sima mengulangi perkataan,


"Kenapa,bukankah kau menolak untuk mendekatiku?"ucap Gael,,


"Iya memang benar,tapi sekarang kau adalah temanku,,lagipula aku tahu semalam kau yang membawaku kesini.."ucap Sima


Kemudian Gael mendekati Sima,dan memeluknya erat.ntah apa yang dirasakan Gael saat ini ,ia begitu nyaman saat berada didekat Sima.mungkin ia adalah caranya untuk melepas rindu kepada Sima ketika Sima akan pergi darinya.


Sementara Sima juga terlihat begitu nyaman saat berada di dekapan Gael.pelukan diantara mereka semakin erat seakan ini adalah pertemuan terakhir antara mereka berdua.


Gael terlihat meneteskan air matanya,dan melepas pelukan mereka.ia menatap Sima dan berkata..


"Aku akan sangat merindukanmu.."ucap Gael,


"Kenapa kau menangis,aku tidak akan pergi jauh,kita masih bisa berteman,,iya walaupun kau sangat menyebalkan,,"ucap Sima mengelap air mata Gael,Gael juga sedikit tertawa mendengar perkataan Sima.


Waktu sudah tepat menunjukan pukul empat pagi,mereka berdua pun keluar dan menunggu kedatangan Atta,...

__ADS_1


Belum menunggu lama terlihat Atta sudah datang dan membunyikan klakson mobilnya.kemudian berhenti tepat didepan Sima dan juga Gael.


Gael dan Atta memasukkan barang milik Sima kedalam mobil kemudian disusul dengan Sima yang memasuki mobil.mereka melakukannya dengan cepat karena tidak mau ketahuan orang lain.


"Jaga Sima baik-baik,ingat itu."ucap Gael menepuk pundak Atta,kemudian Atta memasuki mobil dan mengacungkan jempol pada Gael,tanda ia siap melakukannya.


"Selamat tinggal Sima,semoga kau nyaman bersama Atta disana,,"ucap Gael menatap kepergian Sima yang sudah semakin menjauh..


Kemudian ia kembali masuk rumah,dan menatap sekeliling rumah itu yang penuh akan kenangan Sima.ia menuju kearah tv dimana saat itu Sima terlihat ketakutan saat melihatnya.kemudian ia menaiki anak tangga,dan pergi kekamar Sima disana ia juga mengingat dan melihat bayangan Sima yang berada dimana-mana.


"Simaaaaaaaa,"teriaknya.


Sementara disisi lain Sima dan Atta terlihat sudah sampai diapartemen.disana Atta membantu Sima untuk mengambil barang-barangnya.


"Apa ini rumahmu?"tanya Sima.


"Iya benar maafkan aku disini sangat berantakan,,aku tidak sempat membereskan semuanya.."ucap Atta,"tunggu sebentar aku akan mengambilkanmu minum,"ucap Atta,namun Sima menghentikannya.


"Tidak,aku tidak haus,lagipula kau terlihat sangat capek,,aku hanya mau kekamarku saja,,aku akan membereskan barang-barang ku,"ucap Sima.

__ADS_1


"Astaga aku sampai lupa,,"ucap Atta, menepuk keningnya."mari aku antar kau kekamarmu,"ucap Atta kemudian Sima mengikutinya dan menuju kekamarnya.


"Kau tinggal dirumah seluas ini sendirian?"tanya Sima saat mereka sampai dikamar dimana Sima akan tidur.


"Tidak , sebenarnya disini ada pembantu,tetapi saat ini beliau sedang cuti."ucap Atta..


"Ohhh."ucap Sima mengangguk.


"Dimana orang tuamu?"tanya Sima.


"Mereka tinggal dibandung, kebetulan aku disini hanya kerja,,tetapi mereka juga sering kesini.."sahut Atta,


"Apa orang tuamu tidak marah aku tinggal disini?"tanya Sima.


"Kenapa mereka harus marah,lagipula mereka jarang sekali kesini,,"ucap Atta,


"Aku rasa aku sudah banyak bertanya,,maafkan aku,aku sampai lupa kau harus istirahat.."ucap Sima.


"Tidak papa,aku akan membantumu membereskan semua ini."ucap Atta,,

__ADS_1


"Hei apa yang kau lakukan,aku bisa melakukannya sendiri jadi kau boleh istirahat.."ucap Sima.


"Kau memang luar biasa,kalau begitu tidak papa dong kalo aku tinggal,,nanti panggil saja aku jika kau membutuhkan sesuatu,,kamarku ada dekat disebelahmu.."ucap Atta,yang kemudian meninggalkan Sima.


__ADS_2