Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)

Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)
bab 14


__ADS_3

"Tapi Ta,lho ini selebriti jika lho ketahuan tinggal sama wanita dirumah berduaan sebelum menikah tentunya itu akan jadi masalah,,belum lagi wanita itu kasian dia Gael gw liat dia sangat lugu,,ntah apa yang terjadi jika dia ikut terkena masalah sama lho,"ucap Atta,


"Kenapa lho perduli sama dia,apa lho suka,,,"ucap Gael menatap Atta sinis,,


"Ngga gitu Gael,gw cuma mau bantuin lho,,belum lagi Cintia gw tau dia pasti akan membuat masalah untuk membuat lho jauh dari wanita itu,,lho tau kan Cintia sangat terobsesi dengan lho,, semenjak lho terkenal,"sahut Atta,


"Lho emang benar Ta,tapi lho ngga usah khawatir gw bisa urusin masalah ini,,jika perlu gw akan berhenti dari dunia layar kaca,,tapi gw ngga akan pernah menyerah untuk masalah ini,,"ucap Gael.


"Tapi Gael,-"ucap Atta,namun belum selesai ia melontarkan kata-katanya,Gael terlebih dahulu menghentikannya,,


"Udah ,,lho ngga usah ikut campur Ta,urus kehidupan lho sendiri,,lho juga harus pertahankan harga diri lho didepan publik,"ujar Gael,lantas pergi meninggalkan Atta,,


"Siapa wanita itu,hingga mampu membuat Gael tunduk padanya,,memang benar wanita itu cantik,dan mempunyai daya pikat tersendiri tetapi seorang Gael tidak mungkin semudah itu terpikat dengan cewek,,"batin Atta,menatapi Gael yang sudah semakin menjauh,,,,


Gael menghampiri Sima dan duduk disampingnya,,


"Kamu tidak papakan,apa kamu terluka,,"ucap Gael,


"Ngga papa kok,"ucap Sima menghadap kearah Gael dan sedikit tersenyum.


"Baguslah,bersihkan dirimu,,kita akan makan,,"ucap Gael,,lantas saja Sima pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri.


Lalu Atta datang menghampiri Gael,,


"Dimana Sima?,,"tanya Atta,

__ADS_1


"Jadi lho tau nama Sima,dia sedang membersihkan diri,,oh iya lho tunggu lah sebentar disini kita akan makan bersama,,"ucap Gael,


"Gael gw punya saran sama lho,,terserah lho setuju atau tidak,,"ucap Atta,


"Saran apa Taa?"tanya Gael,


"Apa tidak sebaiknya Sima tinggal dirumah gw untuk sementara waktu,,lho tau kan gw juga tinggal sendiri di apartemen gw,,karena Cintia pasti akan datang kembali membuat masalah,,"ucap Atta,hal itu membuat Gael terkejut dan membulatkan matanya,,


"Lho gila Taa,lho pikir gw mau izinin Sima tinggal bersama lho,,gw tau Taa lho suka sama Sima,tapi ngga mungkin untuk lho tinggal berdua sama Sima,,gw ngga mau terjadi sesuatu sama Sima,,"ucap Gael,


"Gael ini hanya untuk sementara,,sampai keadaan kembali reda,,atau gini deh,,lho pikirin ini dulu bilang sama gw jika lho benar-benar udah yakin,,"ucap Atta,,


"Iya Taa,gw akan pertimbangin,,"ucap Gael.


Sima terlihat sedang menuruni anak tangga dan menghampiri kedua sahabat itu yang tengah duduk disofa,,


"Sama-sama"ucap Atta tersenyum.


"Iya udah ayo,kita makan,,"ajak Gael,lantas mereka bertiga menuju meja makan.


Disana mereka menyantap makanan yang disajikan oleh pelayan,suasana disana terlihat sangat harmonis diselingi canda tawa yang menghiasi ruang makan tersebut.


Usai menyantap makanan,Atta pun pamit dari dari sana kini hanya tinggal mereka berdua.


"Sima aku mau bicara sama kamu,"ucap Gael,lalu mereka berdua duduk disofa,namun mereka duduk saling berjauhan.

__ADS_1


"Kamu mau bicara apa?"tanya Sima,


"Apa aku harus bilang sama Sima,tapi kasihan Sima aku tidak mampu jika harus bilang itu semua,,aku akan cari waktu tapi bukan sekarang,,"batin Gael,


"Kenapa diam,kamu mau bilang apa?"Sima kembali bertanya ketika ia melihat Gael hanya terdiam.


"Ehh ngga papa,aku hanya mau bilang kamu semakin cantik jika tersenyum,"ucap Gael,Sima tersenyum tipis mendengar perkataan Gael yang memujinya untuk pertama kalinya Gael tidak mencoba membuat masalah.


"Jika mau bilang begitu aku pun juga tau,aku memang cantik,"ucap Sima memainkan rambutnya yang tergerai.


"Dasar ge-er,"ucap Gael sembari menatapi wajah Sima yang terlihat sangat lucu dan anggun.


"Iya aku memang percaya diri kau tau,"sahut Sima,


"Setelah beberapa hari kau tinggal dibumi,masih saja belum bisa berubah,tidak ada gunanya berdebat dengan orang sepertimu,"ejek Gael


"Tuh kan mulai lagi,"ucap Sima cemberut,


"Kenapa apa kau kesal,tapi aku sangat suka melihatmu seperti ini,,akan terlihat lebih manis dari sebelumnya,,"ucap Gael.


"Gael aku merindukan orang tuaku,dan juga kakak-kakakku"ucap Sima seketika ekspresi wajahnya berubah dan nampak sedih


"Bukankah kau bilang kakak-kakakmu itu jahat kenapa kau merindukannya,"ucap Gael.


Cttn:

__ADS_1


Sebelumnya setelah beberapa hari mereka tinggal berdua Sima sempat menceritakan kejadian yang dialami dirinya kepada Gael.


"Iya aku tau mereka jahat,tapi mereka juga kakak-kakakku dan mereka tetap saudariku,"ucap Sima.


__ADS_2