Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)

Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)
bab 12


__ADS_3

"Jatuh cinta,kau baru mengenalnya bodoh,"ucap Gael dingin.


"Kenapa kau yang keberatan,dikerajaanku orang jatuh cinta pada pandangan pertama,,"sahut Sima.


"Aku pikir kau tidak tau apa itu cinta?"ucap Gael sinis,,


"Mentang-mentang manusia sudah hidup diera modern,kalian pikir kami dikerajaan sihir tidak tau cinta,,salah besar jika kalian berpikir seperti itu.."sahut Sima..


Dan bla,,bla,,bla perdebatan diantara mereka tidak bisa dihindari lagi,aku yang denger aja ribet.apalagi kalian yang baca pusing juga kalian dengernya.


Cerita dimulai kembali keesokan harinya,saat tiba-tiba Cintia berkunjung kerumah Gael.Cintia langsung menerobos masuk begitu saja tanpa permisi dan lantas memeluk Gael.untung saja saat itu Sima masih ada didalam kamar kalau tidak ntah masalah apa yang bisa dibuat oleh Cintia ketika melihat Sima ada disana.


"Halo baby apa kabar,,lama kita tidak bertemu,,maaf ya aku sibuk jadi ngga bisa jenguk kamu,,"Cintia langsung saja duduk disamping Gael,yang saat itu masih terlihat beristirahat disofa sambil memainkan ponselnya.karena malamnya ia harus hadir kesebuah acara pertelevisian.


Gael merasa sangat muak ketika Deket disamping Cintia,karena Cintia selalu ingin bersender dibahunya.ia sedikit menepi hal itu membuat Cintia merasa kesal.

__ADS_1


"Gael kenapa kamu cuek banget sih,aku kesini mau nemenin kamu loh,aku kangen banget sama kamu,,"Cintia kembali mendekati Gael,Gael marah dan langsung berdiri membentak Cintia.


"Bisa diam ngga,ingat ya mau kamu kangen atau apa kek sama aku,aku ngga perduli,,ingat ya kau bukan siapa-siapa,,"bentak Gael,


"Kamu kok gitu sih Gael,kamu kasar banget,,kamu tau kan aku ini orang yang bakal jadi istri kamu,,orang tua kita udah setuju loh kalo kita menikah,,"


"Menikah,,jauh Cin jauh,,aku ngga bakal pernah setuju mau menikah sama orang licik dan hina."sahut Gael sambil menunjuk-nunjuk kearah Cintia. "Sekarang lebih baik kau pergi,dan jangan pernah kembali kesini lagi,,"


Sementara dikamar Sima terbangun karena mendengar keributan diluar,ia segera mencuci muka dan turun kebawah untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Gael dan Cintia secara bersamaan menghadap kearah Sima.Gael sangat terkejut karena Sima keluar dari kamarnya dan muncul dihadapan Cintia.padahal ia tidak mau saat ini Cintia tau bahwa Sima ada disini.


Sementara Cintia juga terkejut,dan tatapannya saat ini hanya tertuju pada Sima.


"Kau,kau wanita yang dirumah sakit itu kan,,kenapa kau disini.."ucap Cintia.

__ADS_1


"Ohh iya,kau yang kulihat dirumah sakit,,salam kenal aku Sima.."ucap Sima,dengan polos dan menyapa Cintia.


"Ngga usah banyak omong kau wanita aneh,,sorry ya aku tidak mengenalmu,,"ucap Cintia sombong.


"Kau bilang aku aneh,siapa kau,"Sima ingin menghampiri Cintia untuk memberinya pelajaran karena telah menyebut dirinya aneh namun dengan cepat Gael menghentikannya.


"Ehh udah-udah Sima kau tenang,jangan kau perdulikan dia,dia yang aneh,"ucap Gael menghampiri Sima.


"Gael kok kamu malah bela dia sih,aku ini calon istri kamu lho,,"ujar Cintia.


"Bodo,,"sahut Gael


"Gaell kamu,,(teriak Cintia),ini semua gara-gara wanita ini pergi kau dari sini,,"Cintia menghampiri Sima dan menjambak-jambak rambut Sima dan menyeretnya keluar.


Gael berusaha menghentikan pertengkaran mereka namun tidak bisa."Cintia berhenti apa yang kau lakukan"Gael menarik tangan Cintia,namun Cintia menepisnya.

__ADS_1


"Ngga usah kamu belain dia lagi Gael,lihat aja aku bakal usir dia dari sini,"teriak Cintia.


__ADS_2