Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)

Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)
bab 9


__ADS_3

"Tidak,aku hanya mau bilang hari ini beberapa temanku akan datang kesini,,aku harap kau tetap dikamarmu,,aku tidak mau mereka sampai tau kau disini."


"Hanya itu saja baiklah,kau tidak akan keluar kamar,,apa ada yang lain,"


"Tidak,tidak ada hal lain lagi,,tetapi jika kau mau kau bisa menunjukan sedikit senyummu itu padaku."Gael mencoba menggoda Sima,karena dari tadi Sima hanya nampak termenung tanpa senyum sedikitpun diwajahnya.


Lalu Sima menampakkan sedikit senyumnya,meski terlihat sangat terpaksa senyum Sima sangat manis,hingga membuat Gael terpukau melihatnya.


"Bagus, sangat cantik,daahh baby ingat ya jangan keluar kamar,"Gael melambai kearah Sima,Sima hanya menggeleng malas melihat tingkah laku Gael.


******


"Haloo Gael,apa kabar?"terlihat tiga orang teman Gael sudah datang,Gael pun menyapanya dan mengajak mereka untuk duduk disofa.


"Sangat baik guys,kalian apa kabar?"sahut Gael.


Perkenalan dulu kali ya,disana ada Atta,Raffi,dan juga Ayu.mereka juga merupakan seorang selebriti sama seperti Gael.mereka adalah teman baik Gael,yang bertemu disebuah pesta yang digelar untuk kumpulan selebriti saat itu.

__ADS_1


"Gael lama sekali lho tidak muncul dilayar kaca,kemana aja lho."ucap Raffi sembari menyantap cemilan yang dihidangkan oleh para pelayan.


"Lho malah main makan aja,ngga tau malu lho."ucap Ayu,mengejek Raffi.


"Ehh ayo silahkan makan,ini untuk kalian lho,,ngga usah malu-malu."sahut Gael.


"Tuh bener tuh apa yang Gael bilang,ngga usah malu-malu,lho sih gengsi banget Ama kawan."sahut Raffi sambil tetap menyantap cemilan tersebut.


"Ngga gitu juga kali fi,"


Cttn:Atta ini terkenal cuek ya,susah banget kalo diajak bicara,,tapi jangan salah kalo bobroknya udah keluar dia yang paling susah dikendalikan.


"Jadi gini taa,gw akhir-akhir ini hanya fokus kerja diperusahaan ayah gw secara dia kan lagi diluar negeri,,lagian gw capek banget kalau dikejar fans terus,kewalahan gw ngadepinnya."


"Ehh lho mentang-mentang udah terkenal lho lupain fans lho gila banget lho."sahut Ayu.


"Ehh tapi ada benernya lho yang dikatakan Gael,gw aja nih ya kalau mau keluar harus liat sikon dulu,,giliran rame terpaksa deh gw ngga keluar.kalau udah ketemu fans pala gw jadi pusing tau ngga sih,"

__ADS_1


"Lupain ahh bikin mood gw ilang aja,gw mau nanya nih sama lho Gael,,gimana sih hubungan lho Ama tuh si Cintia.maaf nih iya secara lho dulu kan pernah ada rumor sama si Cintia itu."ujar Ayu.


"Gw ngga ada apa-apa sama Cintia,dia aja yang kegatelan,,dulu itu dia yang ngejebak gw makanya gw benci banget tuh sama dia."


Skip dulu obrolan ibuk-ibuk rumpi tadi yaa,ehh ibu-ibu rumpi maksudnya bapak-bapak.tapi Ayunya kemana dong.udahlah mau ibuk-ibuk atau bapak-bapak sama aja.kita lanjut.....


Sementara disisi lain...


"Aduhh laparrr banget sih,Gael ngga izinin aku keluar lagi ini gimana dong,,bisa mati aku disini,,ngga bisa sebelum kembali ke istana aku ngga bisa mati."seketika perut Sima bergemuruh,kayaknya cacing perut Sima sudah meminta jatah makan nih.


"Apa aku turun aja kali yaa,ehh jangan nanti temannya Gael masih disini ketahuan dong,,intip aja ahh mastiin."Sima pelan-pelan membuka pintu kamar sembari menunduk.hanya bagian matanya saja yang terlihat dari baik pintu.


Ia menoleh kesana-kemari,ia melihat turun sedang ada Gael dan temannya yang sedang mengobrol.Sima begitu terpesona melihat ketampanan Atta,ia sampai lupa akan ucapan Gael.


Lalu tiba-tiba Atta saat itupun mengarahkan pandangannya keatas dan melihat pintu disamping kamar Gael terbuka,ia juga melihat sepasang mata yang sedang mengintai dirinya.


"Gael lihat,siapa disana ada orang?"sahut Atta menunjuk kearah pintu.karena terkejut Sima dengan cepat menutup dan mengunci pintu itu.

__ADS_1


__ADS_2