Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)

Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)
bab 15


__ADS_3

"kalau begitu bagaimana nanti malam kau ikut denganku,apa kau mau,"ucap Gael,


"Kemana?"tanya Sima,


"Kau ikut saja,nanti kau juga akan mengetahuinya,"ucap Gael,,




Malam pun tiba Gael mengajak Sima pergi ketaman belakang rumah,disana mereka berdua duduk diatas kursi sembari menatapi bintang-bintang.suasana menjadi hening,tidak ada satupun dari mereka yang mau berbicara.



"Gael,,"



"Sima,,"



Ucap mereka berdua secara bersamaan dan kemudian membuat mereka berdua saling bertatapan.



"Maaf,kau duluan,,"ucap Gael setelahnya,,



"Kau saja,"sahut Sima,,



"Tidak kau saja,"ucap Gael sembari menatap Sima,,



"Hmm,baiklah jika itu yang kau inginkan,,aku tidak akan membuang kesempatan untuk berbicara,,"ucap Sima,namun Gael hanya tertawa kecil sembari tetap menatap wajah Sima



"Kenapa kau mengajakku ketempat seperti ini?"tanya Sima yang kemudian mengalihkan pandangannya menatap langit-langit.



Demikian juga Gael,yang beralih menatap langit-langit sembari merangkul pundak Sima.ntah kenapa saat ini dalam hati Sima tidak ada penolakan saat Gael menyentuhnya,malah sebaliknya saat ini ia sangat nyaman ketika berada didekat Gael.



"Kau tau,ibuku pernah berkata jika kau merindukan seseorang yang saat ini jauh darimu maka tatap sajalah bintang,dia akan menyampaikan pesanmu kenapa orang yang kau rindukan,"ucap Gael.

__ADS_1



"Benarkah,,apa nanti kakak-kakakku bisa tau aku merindukannya,,"ucap Sima,,



"Iya kita berdoa saja,tidak ada salahnya mencoba bukan,,"ucap Gael,



Kemudian Sima menuruti perkataan Gael,ia menatapi sekeliling langit yang dipenuhi dengan bintang-bintang yang berkelap-kelip silih berganti.



Ia membayangkan kebersamaannya dulu ketika sedang berada di istana,momen yang pernah ia lalui disana.sementara Gael terus saja menatapi wajah Sima yang terlihat cantik akibat paparan cahaya lampu dan juga cahaya bulan yang menyertai.



Matanya tidak henti menatapi wajah Sima,kini ada rasa dihatinya yang membuatnya tidak bisa berpaling dari Sima.



"Andai saja aku bisa memilikimu Sima,akan ku pastikan kau akan bahagia bersamaku,,"batin Gael,namun tiba-tiba ponsel Gael berdering terlihat ada seseorang yang sedang mencoba menghubunginya.



Lalu ia mengambil ponsel itu dari saku celananya,dan melihat ternyata itu panggilan dari ayahnya Hendra Danendra.




"Benda apa itu yang dibawa Gael,"gumam Sima.



Setelah sedikit menjauh Gael pun bisa menerima panggilan itu dengan tenang karena ia takut ayahnya mengetahuinya mengajak seorang wanita dirumah berdua.



Dalam percakapan:



Gael:hay yah,apa kabar?



Hendra: hai Gael papa baik-baik saja disini,kamu apa kabar?,kamu masih saja memanggil papa dengan sebutan ayah,ayolah Gael panggil papa,P-A-P-A (mengeja huruf),papa itu aja susah banget.


__ADS_1


Gael:hehe maaf pa,iya pastinya Gael harus belajar memanggil papa,



Hendra:iya udah,by the way sekarang anak papa sudah semakin terkenal ya,maafin papa ngga bisa ada disamping kamu saat kamu sedang berjuang,tambah lagi urus perusahaan papa,



Gael:papa kayak ngga kenal aku aja,yang penting papa jaga diri papa disana,ohh iya papa juga harus jaga mama itu aja udah buat Gael seneng kok,



Hendra:iya anak papa,ohh iya papa juga mau bicara sesuatu,,,, Cintia katanya udah pulang dari New York,,,gimana sekarang hubungan kamu sama Cintia?



Gael:ngga usah bicara tentang wanita itu lagi pa,Gael ngga suka,, papa tau kan setelah kejadian itu Gael benci banget sama wanita brengs\*k itu...



Hendra:kamu ngga boleh gitu dong Gael,bagaimanapun dia itu calon istri kamu loh,,,,



Gael:calon istri pa?udah Gael bilang sampai kapanpun Gael ngga akan pernah setuju dijodohin sama wanita brengs\*k itu pa



Hendra:papa tau kamu akan bilang seperti itu makanya dua hari lagi papa dan mama akan pulang ke Indonesia sebenarnya papa ingin bilang itu sih sama kamu,,,,



Seketika Gael terdiam mendengar perkataan ayahnya,ia menjadi takut karena sekarang Sima masih dirumahnya sementara dua hari lagi orang tuanya akan datang..



Hendra:Gael,halooo kamu masih disana...



Gael:iya halo pa,baguslah jika papa akan pulang Gael tunggu kehadiran papa,, terimakasih paa,,,



Hendra:jangan berterimakasih pada papa,bilang itu pada Cintia dia yang hubungi papa,,dia bilang kamu sangat merindukan kami disini jadi karena itu papa dan mama akan pulang,kamu jaga diri baik-baik yaa papa segera pulang,daahhhhh



Panggilan pun dimatikan,Gael pun kembali menaruh ponselnya disaku.


__ADS_1


"Sudahku duga pasti ini ulah Cintia,"gumam Gael,


__ADS_2