Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)

Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)
bab 7


__ADS_3

"bagaimana caranya aku bahkan tidak bisa berdiri dengan benar,lalu kalau aku ingin melihat tv itu aku juga tidak bisa turun bukan."ujar Sima,Gael menggaruk-garuk kepalanya mendengar ucapan Sima, apa lagi yang diinginkan gadis ini,apa aku harus mengganti bajunya juga,batin Gael.


"Tunggu disini aku akan panggilkan pelayan,dasar manja"ucap Gael.


"Apa kau bilang aku manja,kau salah aku anak paling teladan dikerajaanku kau tau,"bantah Sima.


"Sudah jangan mencoba berdebat denganku,"


Gael beranjak pergi meninggalkan kamar Sima,Gael berteriak memanggil beberapa pelayan sembari menuruni anak tangga.


"Pelayaaannnnn,cepat kesini" teriak Gael "dimana mereka semua,dasar pemalas bukannya bekerja malah santai"


"Iya tuan ada yang bisa saya bantu,"seorang pelayan datang menghampiri Gael dengan terburu-buru.


"Lama sekali,kau tidak dibayar untuk bersantai kau tau," ujar Gael.


"Maaf tuan,saya yang salah,,"sahut pelayan itu.


"Udah sekarang cepat pergi kekamar wanita tadi,dia sedang terluka bantu dia disana."


"Baik tuan,"pelayan itupun segera menaiki tangga,namun setelah beberapa langkah ia terhenti. "Maaf tuan saya mau nanya,apa dia kekasih baru tuan,"


Perkataan pelayan itu membuat Gael kesal,Gael menatap sinis pelayan itu.namun pelayan itu tidak merasa takut sedikitpun melihat tatapan Gael.


"Siapa kamu berani bertanya seperti itu ke saya,jangan mentang-mentang kamu tau keseharian saya,,kamu bisa menanyakan hal itu seenaknya,,lebih baik kamu kerja dan jangan sekali-kali berani mempertanyakan saya hal seperti itu lagi,"ujar Gael,seketika membuat pelayan itu takut dan menundukkan wajahnya


"Maaf tuan."


"Dan iya semua hal yang pernah kamu liat dirumah ini anggap saja itu hanyalah mimpi,,jangan pernah kamu membicarakan hal itu pada siapapun dimanapun itu ingat itu baik-baik,"bentak Gael,pelayan itu hanya mengangguk dan melanjutkan langkahnya pergi kekamar Sima.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


"Permisi nyonya,apa saya bisa masuk."ucap pelayan tadi ketika sampai didepan kamar Sima dengan pintu yang masih tertutup.


"Iya silahkan masuk,"


Pelayan itupun memasuki ruangan dan menghampiri Sima.


"Ada yang bisa saya bantu nyonya?"tanya pelayan itu.


"Apa Gael yang menyuruhmu kesini?"tanya Sima menatap pelayan yang saat ini ada dihadapannya.


"Iya nyonya,"


"Bisakah kamu membantu saya,meskipun saya tidak enak melakukan,,kita sama-sama perempuan kan,,jadi bisa kamu bantu saya mengganti pakaian,,saya masih sangat lemas,,karena luka yang menyebalkan ini."ujar Sima.


"Tentu nyonya"pelayan itu mengangguk,lantas ia membantu Sima untuk mengganti pakaian.


Karena Sima masih sedikit pusing akibat luka itu,pelayan coba membantu dengan memahpahnya dan membawanya menuju ruang tengah tempat Gael sekarang sedang menonton tv.


"Silahkan nyonya duduk disini," ucap pelayan dan Mendudukan Sima didekat Gael.


"Udah sekarang pergi,"pintah Gael kepada pelayan itu.pelayan itupun pergi,dan kini hanya tinggal mereka berdua.Sima hanya diam dan menatap heran kearah benda yang bisa mengeluarkan gambar itu.


"Kau mau tau akan,itulah yang namanya tv."ucap Gael menoleh kearah Sima.


"Ini tv ajaib sekali,apa kita bisa menonton seisi dunia disini,"Sima heran dan masih memandang aneh kearah tv itu.


"Iya kau benar bagaimana apa kau suka,"ucap Gael, namun tiba-tiba Sima menutup matanya mengalihkan pandangannya dari layar tv Gael yang melihat hal tersebutpun menjadi heran.


"Kau kenapa," tanya Gael,saat ia menoleh kearah tv ia pun sedikit tertawa,dan berbalik melihat kearah Sima yang masih menutup matanya.


"Apa kau menonton hal seperti itu tiap hari,apa orang tidak malu untuk melakukan itu,,dasar manusia mereka hanya bertingkah seenaknya saja,"ujar Sima yang membuat Gael semakin ingin tertawa.

__ADS_1


"Kamu ngga usah heran gitu,hal itu biasa didunia ini"sahut Gael,ia langsung mematikan tv yang tadi menunjukan sebuah drama romantis yang membuat Sima terkejut.


Catatan;


Ngga usah tau itu drama apa,biar mereka aja yang tau.kita bisa menebak menurut imajinasi kita sendiri saja.


"Apa kau akan terus menutup mata,lihat sudahku matikan TV nya,"sahut Gael,perlahan Sima membuka matanya,iapun bisa bernafas lega karena Gael sudah mematikan tv-nya.


"Piuhhhhhh,"


"Bagaimana apa kau suka menonton tv?"ucap Gael,


"Tidak,aku tidak akan melihatnya lagi,,apa di tv hanya ada hal seperti itu saja"


"Tidak,kau bisa melihat yang lain,,apa kamu mau melihatnya,,disana juga ada berita,kartun dan masih banyak lagi,,ohh iya disana juga ada film kerajaan seperti dikerajaanmu,itu juga bisa kau lihat disini."jelas Gael.


"Bagaimana manusia bisa tau tentang kerajaan sihir,?"sahut Gael.


"Iya itu adalah imajinasi seseorang pencipta film,tapi film seperti itu udah jarang sekali ditayangkan"Gaell tiba tiba bersender dibagi Sima,dan membuatnya merasa tidak nyaman.


"Apa yang kau lakukan,menjauh dariku atau aku akan memberimu pelajaran"ujar Sima yang sedikit menepi,dan Gael pun langsung terbangun dan menatap Sima.


"Aku tidak akan ngapa-ngapain aku hanya ingin bersender,,"


"Tidak,kau tidak bisa mencoba meyakinkan diriku untuk bisa dekat denganku,aku tidak akan pernah mau dekat denganmu,"ujar Sima.


"Ohh iya kalo gitu aku tidak mau mengantarmu kekamar,duduklah disini Sampek malam"


"Aku bisa memanggil pelayan,"


"Mereka tidak akan mendengarmu mereka sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing."


"Baiklah kalo begitu,aku akan diam disini sampai mereka datang,"Sima masih tetap pada pendiriannya,tanpa memperhatikan Gael.

__ADS_1


__ADS_2