
"Terserah kau mengatakan apapun aku tidak akan menghiraukannya,,,karena aku tau Gael kau pasti akan menjadi milikku,,"sahut Cintia..
Karena benar-benar emosi Gael menepis tangan Cintia,dan meninggalkannya begitu saja.kemudian ia beranjak naik kemobil dan segera memerintahkan sopir untuk melajukan mobilnya.
"Sejauh apapun kau menghindar dariku Gael,aku pasti akan dapat memilikimu,,"gumam Cintia, mengusap-usap tangannya yang ditepis Gael tadi.
Sementara itu...
Sima dan Atta terlihat sedang menikmati makan bersama di restoran yang dikunjunginya.Sima terlihat sangat cemas dan khawatir.Atta yang memperhatikan hal itu pun mencoba menenangkan Sima.Kemudian ia menggenggam tangan Sima dan berkata...
"Apa kau tidak nyaman,?"ucap Atta,kemudian Sima mengarahkan pandangannya kearah Atta dan menatapnya..
"Tidak,tapi andai saja aku merasa semua orang tadi tidak menyukaiku,,kenapa mereka bergerombol dan mempertanyakan siapa diriku,,"ucap Sima,,,
"Apa kau khawatir karena itu,kau tidak usah khawatir mereka hanya ingin mengenalmu,,kau tidak usah menanggapinya,,abaikan saja mereka.."ucap Atta..
"Aku rasa ini terlalu cepat bagiku untuk mengajak Sima keluar,kasihan dia sepertinya ia terganggu dengan kejadian tadi,,"batin Atta,,
Sementara Gael terlihat sudah sampai di apartemen milik Atta.ia menunggu Atta didepan pintu gerbang.dan berusaha menghubungi Atta.
Atta sendiri baru menyadari ternyata dari tadi ia mendapat panggilan dari Gael.kekhawatirannya semakin menjadi-jadi ketika itu,ia takut Gael pasti sudah melihat berita tentang dirinya saat ini.
Kemudian ia memutuskan untuk mengajak Sima pulang kerumah dengan dalih saat ini ia merasa pusing.
__ADS_1
"Sima tiba-tiba aku merasa pusing,,apa kita bisa pulang?"tanya Atta,,
"Benarkah?,kalo begitu mari kita pulang aku takut nanti sesuatu akan terjadi padamu,,"ucap Sima..
Kemudian mereka berdua beranjak pulang,tanpa disadarinya diluar sudah banyak orang yang menunggu mereka..
Mereka berdua hampir saja tidak bisa melewati kerumunan orang itu,untung saja saat itu beberapa orang satpam menolongnya sehingga mereka bisa keluar dari sana dan bergegas pulang kerumah.
Diperjalanan Sima menjadi sangat-sangat khawatir dan takut tentang peristiwa tadi.namun ia tidak bisa memberitahu tentang kekhawatirannya pada Atta,karena ia merasa belum terbiasa dengan Atta.
Tangannya terlihat tidak berhenti bergerak,gemetar dan keringat dingin yang mulai mengucur deras di dahinya.Atta memperhatikan hal itu,namun ia tetap diam karena tidak tahu hal apa yang harus dilakukannya.
Sesampainya di apartemen Atta dan Sima sudah disambut dengan keberadaan Gael yang menunggunya didepan gerbang.Atta sudah menduga hal ini sebelumnya sehingga ia terlihat biasa saja saat berhadapan dengan Gael.namun siapa yang tahu dalam hatinya sekarang ia merasa sangat khawatir melihat ekspresi wajah Gael yang menatapnya.
"Kenapa apa gw ngga bisa main kerumah lho lagi,,"ucap Gael.
Kemudian Sima yang turun dari mobil terlihat senang dengan kedatangan Gael.dalam hatinya ia ingin sekali mendekati Gael,namun hal itu terpaksa tidak dilakukannya demi menjaga perasaan Atta.
"Lalu kenapa kau hanya menunggu disini,,ayo kita masuk,,,"ucap Atta,,
Kemudian mereka pun memasuki apartemen.suasana saat itu terlihat sangat sunyi,tidak ada dari mereka yang mengeluarkan kata-katanya.
Kemudian sesampainya diruang tengah Atta dan Gael langsung Mendudukan dirinya disofa.sementara Sima langsung masuk kamar karena Atta menyuruhnya ,iapun berniat akan membersihkan diri terlebih dahulu.
__ADS_1
"Aku tau apa tujuanmu kesini,,"ucap Atta menatap Gael,,
"Baguslah kalau begitu,lalu kenapa kau melakukan itu,,"tanya Gael masih tetap berusaha menahan emosinya
"Aku hanya ingin membuat Sima bahagia,,aku berusaha mengajaknya agar bisa berinteraksi dengan dunia luar,,,lagipula dia tidak bisa terus bersembunyi dirumah seperti yang kau lakukan,,"ujar Atta,,,
"Tapi yang kau lakukan itu akan membahayakan nyawa Sima,,,,"tegas Gael...
"Apa yang kau katakan,seakan kau tau benar siapa Sima sebenarnya...apa yang kau sembunyikan dariku kenapa kau takut ketika Sima ku ajak pergi keluar,,,"ucap Atta mempertajamkan tatapannya kepada Gael..
"Jangan melewati batasmu Ta,kita sudah bersahabat sejak lama,,aku diam karena aku menganggapku sebagai sahabatku.."ucap Gael
Perdebatan diantara keduanya tidak bisa dihindari lagi, mereka saling bersikeras mempertahankan perdapatnya.
"Aku tau kau menyembunyikan sesuatu dariku,,"ucap Atta dengan nada menantang..
"Sudahku bilang jangan melewati batasmu,,atau aku akan lupa bahwa kau sahabatku,,"ucap Gael,,
"Jangan kau coba mengalihkan perhatianku,aku tau kau menyukai Sima...tapi kau tidak seharusnya memperlakukan hal seperti itu,,mau bagaimanapun pada akhirnya semua orang akan tau kebenarannya,,"sahut Attaa...
Gael pun semakin tidak bisa menahan emosinya,ia hampir saja memukul Atta.namun diwaktu yang tepat Sima datang menghampirinya...
"Gael...."
__ADS_1