
"Gael...."ucap Sima yang datang tiba-tiba,,"kalian sedang apa,,,kenapa terdengar ribut tadi ?"ucap Sima kembali bertanya..
"Tidak,kita berdua hanya sedang bercanda,,mengingat momen kita dulu,,"ucap Gael mengalihkan...
"Ohhh aku kira kalian bertengkar,,,"sahut Sima yang kemudian ikut duduk diantara mereka berdua..
Kemudian Atta dan Gael saling bertatapan yang itu membuat Sima bingung..
"Kenapa kalian saling bertatapan kayak gitu,,,apa ada sesuatu,,,ayolahh"ucap Sima melirik keduanya..
"Sudahku bilang kita berdua hanya mengenang momen kita,,,tidak ada hal lain kok"ucap Gael, mengedipkan matanya..
Setelah berbincang-bincang dengan mereka berdua,akhirnya Gael memutuskan untuk pulang kerumah.sebelum pergi Gael sempat berbisik pada Atta dan mengancamnya.
"Jangan berani-berani kau menyakiti Sima,,kalo sampai gw mendengar lho nyakitin Sima gw ngga segan-segan menghajar lho dan membawa Sima kembali pulang bersama gw,,,"bisiknya,,,
__ADS_1
"Kalian kenapa sih,dari tadi deketan Mulu?"tanya Sima..
Akhirnya Gael sampai dirumah,disana ia sudah disambut dengan kehadiran kedua orang tuanya.Gael terlihat sangat bahagia,ia tidak bisa mengungkapkan kebahagiaannya setelah beberapa lama berpisah dengan orang tuanya.
"Ibu,ayah kalian,,,"ucap Gael,dengan bahagia ia menghampiri ayah dan ibunya...
"Tuh kan udah sering papa bilang,,panggil papa dong jangan ayah kuno sekali,,,,"ucap Hendra..
"Udahlah pa,mau ayah ataupun papa,,,Gael tetap anak kita yang terbaik,,"ucap Reni sang ibu..
"Udah ma,pa...kalian ngga usah ribut,,kalian ngga tau apa Gael sangat merindukan kalian..."ucap Gael menatapi ibu dan ayahnya...
"Gitu dong panggil papa,,sini peluk papa...papa juga kangen sama kamu,,.."ucap Hendra merentangkan tangannya..
Kemudian Gael berlari menuju dekapan ayahnya,..dan ia melepas semua rindu yang telah lama dipendamnya didekapan ayahnya itu..
"Kamu peluk papa saja,,..mama kamu ngga mau peluk mama.."ucap Reni yang memperhatikan mereka berdua..kemudian Gael melepas pelukannya dengan sang ayah,dan beralih menghampiri sang ibu lantas ia juga berlari menuju dekapan ibunya itu...
"Hmmm mama,,Gael sangat sayang mama,,,"ucap Gael,....
__ADS_1
"Mama juga sayang kamu,,..."sahut Reni,,..
"Mungkin pelan-pelan aku akan menceritakan kekalian tentang Sima,,dan semoga nanti kalian berdua menerimanya,,"batin Gael yang masih berada didekapan Reni...kemudian mereka berdua melepas pelukannya...
Lalu mereka pun terlihat berbincang bincang diruang tengah,ditemani beberapa makanan ringan yang disajikan oleh pelayan,..
"Bagaimana Gael karir kamu sekarang,,,lancar?"tanya Hendra..
"Lancar pa,dan semoga lancar terus,"sahut Gael sembari mengunyah beberapa cemilan..
"Iya papa doakan semoga lancar terus,,ohh iya papa kayaknya pernah liat tentang berita teman kamu tuhh Atta disosmed,,ada masalah apa lagi dia(tanya Hendra)"..
"Apa berita itu udah nyebar disosmed secepat itu yaa,kasihan Sima ia harus menanggung semua itu,,meskipun dia sendiri tidak mengerti,..."batin Gael..,,
"Hai Gael,kenapa kamu diam aja,,,papa nanya sama kamu loh,,"ucap Hendra,...
"Ehh iya pa,masalah itu Gael juga kurang tau paa,,"ucap Gael,,..
"Udah lah paa,,ngga usah bahas yang kayak gitu lah ,,"ucap Reni menyahut,...
"Ihh mama,,nyahut aja,,"ucap Hendra,,Gael hanya tertawa kecil melihat tingkah kedua orangtuanya,..
__ADS_1