
Lalu tiba-tiba Atta saat itupun mengarahkan pandangannya keatas dan melihat pintu disamping kamar Gael terbuka,ia juga melihat sepasang mata yang sedang mengintai dirinya.
"Gael lihat,siapa disana ada orang?"sahut Atta menunjuk kearah pintu.karena terkejut Sima dengan cepat menutup dan mengunci pintu itu.
Semua orang menoleh kearah itu,tetapi tidak melihat apa-apa.Gael sudah curiga bahwa orang yang tadi dilihat Atta itu pasti adalah Sima.ia pun berusaha mengalihkan perhatian semua orang dan membantah perkataan Atta.
"Mungkin loh salah liat Taa,disini ngga ada orang gw disini cuma sendirian,,atau bisa juga pelayan kan"
"Iya lho sih kebanyakan nonton film horor,liat hantu dimana-mana deh lho,"ucap Ayu mengejek Atta.
"Gw liat orang Yuu,bukan hantu,,lagian gw pasti ngga salah liat disana ada orang,"ucap Atta.
"Lho kalo dibilangin nyolot ya lho,kalo Gael sendiri bilang ngga ada iya ngga ada,"ucap Raffi.
"Udah-udah apa kita jadi makan diluar,gw yang traktir,,"Gael berusaha mengalihkan perhatian mereka,karena kalo tidak mungkin lama kelamaan mereka akan tau keberadaan Sima.
"Nah ini nih yang gw suka,lho ngerti aja sih gw lagi laper,,"sahut Ayuu.
__ADS_1
"Gw juga laper nih,ayok,,tapi hati-hati iyaa terutama lho Gael,,media massa pasti akan mengejar lho,gw liat juga ditv lho lagi gendong seorang cewek kerumah sakit,,itu sekarang udah jadi berita besar."sahut Raffi.
"Ohh itu,itu tuh anak orang yang ngga sengaja gw liat sedang diganggu oleh beberapa preman,,digang kecil."
"Terus,terus cewek itu gimana dong,,apa keluarganya tau?"tanya Ayu.
"Aman dong,udah ngga usah bicara itu lagi,,apa kita ngga jadi makan,"ucap Gael.
"Jadilah orang gw laper,"ucap Ayu
Mereka pun pergi keluar untuk mencari makanan karena Gael sudah janji akan mentraktir mereka.akan tetapi saat Sampai dimobil tiba-tiba Atta teringat sesuatu,ia lupa mengambil ponselnya yang tadi ia letakkan diatas meja.
Sementara disisi lain....
"Aku rasa situasinya sudah aman, sekarang aku bisa kedapur untuk mengambil beberapa makanan,,"Sima mengintip dari balik pintu,dan perlahan ia melangkahkan kakinya keluar dan melihat sekeliling kemudian menuruni anak ia sudah melihat situasi saat ini baik-baik saja.semua teman Gael terlihat sudah pergi dari sana.
Sima bergegas menuju dapur dan memeriksa seisi dapur namun tidak dapat makanan sedikitpun.
__ADS_1
"Dimana ini,apa Gael tidak punya makanan sedikitpun,,dan pelayan juga tidak terlihat disini dimana mereka apa aku harus meminta bantuan mereka,,ohh iya tentu saja dari pada aku mati kelaparan disini."
Saat Sima hendak mencari salah seorang pelayan untuk membantunya,tidak sengaja Sima menjatuhkan sesuatu hingga menimbulkan suara sedikit keras.
"Astaga jatuh,bagaimana ini"Sima menoleh kesana kemari,karena benda yang dijatuhkannya pecah,,terpaksa ia harus membersihkannya.
Sementara itu Atta sudah sampai diruang tengah untuk mengambil ponselnya,namun tiba-tiba ia mendengar suara didapur ia curiga dan menghampirinya kesana.
"Siapa itu,Gael bilang saat ini ia dirumah sendirian,,apa mungkin pelayan,,tapi aku harus lihat jangan-jangan terjadi masalah."
Atta melangkahkan kakinya perlahan menuju kedapur,saat sampai betapa terkejutnya dirinya saat melihat seorang perempuan cantik yang tidak lain adalah Sima.
"Siapa dia sangat cantik,apa dia kekasih Gael,,yang coba ia sembunyikan."batin Atta.
"Awwww"Sima meringis kesakitan,saat tangannya tiba-tiba terkena pecahan saat membersihkannya.
Atta menghampiri Sima dan hendak membantunya namun Sima terkejut melihat kehadiran orang yang tak dikenalnya.
__ADS_1