
"Aku Gael,sudahku bilang tadi aku menabrakmu tentu saja aku harus bertanggungjawab bukan."ujar Gael.
"Dia sangat cantik,tapi kenapa dia berpakaian sangat aneh."Gael memikirkan sesuatu dalam benaknya saat ia menatapi Sima.
"Aduhhh mba,mba ini kenapa mba tidak tahu pak Gael ini adalah selebriti papan atas yang sekarang sedang sukses-suksesnya"sahut sopir taxi.
"Ngga pak,biasa aja."
"Selebriti,apa itu?apa seorang penyihir jahat,,karena itu kau memakai pakaian serba hitam begini kan?"tanya Sima dengan lugu,hal itu membuat Gael dan juga si sopir taxi tertawa dengan keras.
"Aduh mba,apa mba dari planet Pluto yang ngga tau tentang hal itu,,"jawab sopir itu.
Akhirnya mereka berdua sampai dirumah kediaman Gael Danendra,rumah itu terlihat sangat megah dan indah.seorang satpam membukakan mereka gerbang dan mereka berdua pun segera masuk kedalam.
Saat mereka memasuki rumah, beberapa pelayan sudah terlihat menyambut mereka disana.pelayan itu memperlakukan Gael dengan istimewa,sementara Sima hanya terdiam sembari menatap peristiwa itu.
"Kenapa semua orang menurut padanya,apa dia seorang raja,,atau mungkin seorang pangeran."batinnya.
"Siapa dia tuan,apakah dia kekasih barumu lagi?"tanya salah seorang pelayan.lagi wah ntah beberapa orang wanita yang diajaknya kesini.oh iya Gael hanya tinggal seorang diri ya dirumah ini,karena ayah dan juga ibunya tinggal diluar negeri.mereka hanya pulang sesekali untuk menjenguk Gael.oleh karena itu banyak pelayan yang ditugaskan untuk mengurus Gael saat ia sendiri.
"Tentu saja bukan, sekarang cepat kau ambilkan kotak p3k dia sedang terluka,,kita harus cepat mengobatinya."pintah Gael,salah seorang pelayanpun dengan cepat berlari dan mengambilkan kotak p3k.
"Ini tuan."Segera Gael mengambil kotak p3k yang diberikan oleh pelayan itu,ia menyuruh Sima duduk disebuah sofa yang ada disana.Sima menurut akan tetapi karena semua pelayan itu menatapnya dengan aneh,ia merasa tidak nyaman.Gael yang melihat gerak-gerik Sima pun langsung menyuruh pelayan untuk segera pergi dari sana.
"Apa yang kalian lihat,cepat kerjakan tugas kalian masing-masing."Semua pelayan pun berhamburan pergi dan mengerjakan tugas mereka masing-masing.
__ADS_1
Gael segera mengobati luka yang ada di bagian lutut Sima,ia mulai membersihkannya dengan cairan Antiseptik.segera ia membalut luka itu dengan plaster.
"Awww"
"Sakit yaa,okey aku pelanin,,maaf ya tadi aku tidak segaja menabrakmu,,itu karena beberapa fans ku mengejarku jadi aku tidak melihatmu dan langsung menabrakmu."ucap Gael,namun Sima hanya diam.
"Habis ini sopirku akan mengantarmu pulang,katakan saja dimana rumahmu."
"Rumah,disini aku tidak punya rumah."
Gael bingung ia sempat mengira bahwa Sima tidak mempunyai rumah didaerah sini,dia pikir Sima bukan berasal dari sini.
"Kalau tidak disini,dimana rumahmu?"tanya Gael,usai mengobati lukanya ia langsung duduk disamping Sima,karena Sima merasa tidak nyaman iapun sedikit menjauh.
"Ini bukan duniaku,aku berasal dari kerajaan sihir,,aku datang kesini hanya ingin berkunjung,,akan tetapi kakak-kakakku menjebakku dan aku harus tinggal disini dalam waktu yang sangat lama."ujar Sima,membuat Gael tertawa meremehkan perkataan Sima,mana ada kerajaan sihir dijaman sekarang, kata-kata itu terlintas dipikirannya.
"Kau bilang aku aneh,aku tidak bohong dikerajaanku banyak orang hebat yang menguasai' berbagai ilmu sihir,disana tempatnya juga tidak kalah indah dengan tempat disini,lalu,-"
Gael menghentikan ocehan Sima yang dari tadi membuatnya bingung,"sudah-sudah aku percaya denganmu,kau bisa tinggal disini,,tetapi kau harus janji jangan pernah perlihatkan dirimu jika seandainya orang tuaku datang nanti,"ucap Gael,
"Sungguh,kau adalah orang yang sangat baik aku sangat berterimakasih kepada mu,perkenalkan namaku Sima."ucap Sima sembari mengulurkan tangannya.Gael pun membalasnya.
"Aku Gael."
"Dia cantik dan juga polos aku akan memanfaatkannya,aku akan mudah membohonginya,lagian aku juga tidak perduli dari manapun asalnya"batin Gael sembari menatapi Sima.emang ya kalau sudah dibilang playboy,mau dia seorang artis,atau apapun akan tetap sama.
__ADS_1
"Kenapa kau diam,"tanya Sima bingung.
"Tidak,kalo gitu ayo aku antar kau kekamar."
Usai mengantar Sima Gael bergegas menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri,tanpa ia sadari ternyata Sima mengikutinya.
Setelah ia selesai mandi,dan ketika ia keluar dari kamar mandi ia mendapati Sima duduk diatas tempat tidurnya.dan yang lebih mengkhawatirkan saat itu Gael hanya memakai handuk.
"Apa yang kau lakukan disini,"ucap Gael terkejut.Sima langsung membalikkan badannya ia juga terkejut ketika Gael hanya memakai sebuah handuk.
"Aaaaaaa,apa yang kau lakukan,,kenapa kau tidak memakai pakaianmu"Sima menutupi matanya dengan kedua tangann karena terkejut,sedikitpun ia tidak menoleh kearah Gael.
"Kau yang masuk tanpa izin,ini adalah kamarku aku bebas melakukan apapun."
"A-ku hanya ingin meminta makan,aku sangat lapar,"Sima gugup menjawab perkataan Gael,ia masih tetap menutupi matanya.Gael segera memakai pakaiannya,namun ia hanya memakai celana jeans nya tanpa memakai baju.
"Hei sudahlah,aku sudah memakai pakaianku,"ucap Gael menuju cermin sembari menyisir rambutnya dengan gaya ala opa-opa Korea.
Sima perlahan membuka matanya,dan menghadap kearah Gael.ia kembali dikejutkan karena Gael tidak memakai baju.
"Kau belum memakai bajumu,apa kau tidak waras."Sima kembali menutupi matanya,tubuhnya bergetar takut ia mengurungkan niatnya untuk makan saat ini,saat ia ingin keluar dari kamar dengan cepat Gael mendekatinya dan menarik tangannya.
Tubuh Sima semakin gemetar keringat dingin mengucur deras membasahi dahinya.karena jika dikerajaannya seorang wanita dilarang berdekatan dengan seorang laki-laki sebelum menikah.
Gael menarik tangan Sima mendekat kearahnya,ia mengambil kedua tangan Sima dan meletakkannya di bagian dadanya.Sima memejamkan matanya,suasana hatinya menjadi tak karuan, Beberapa kali ia mencoba melepas tangannnya dari genggaman Gael namun itu tidak berhasil.
__ADS_1
"Lepaskan tanganku,ini semua salah,,dikerajaanku semua ini dilarang."jawab Sima dengan gugup dan masih memejamkan matanya.
"Itu dilarang dikerajaanmu,tetapi bukan disini,,kau tidak mau melihat dan mendekatiku bukan,, lihatlah sekarang kau sangat dekat denganku,,apa yang akan kau lakukan."bisik Gael,ia tersenyum smirk saat ia berhasil membuat Sima ketakutan, sementara Sima masih tetap memejamkan matanya.