Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)

Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)
bab 23


__ADS_3

"Udah-udah papa punya ide nih(mengunyah beberapa cemilan),gimana kalo kita undang Cintia makan malam disini,,,pasti seru..."ucap Hendra,seketika raut wajah Gael berubah.dan Gael memalingkan wajahnya dari pandangan kedua orang tuanya... "Gimana Gael,,kamu setuju...lanjut Hendra,...


"Jika dari dulu papa mendengarkan ucapan Gael,papa pasti udah tau jawaban Gael,.."ucap Gael,sambil memain-mainkan jarinya dan tetap memalingkan wajahnya.


"Gael kamu jangan gitu dong,, bagaimanapun Cintia itu anak dari temen kerja papa,,papa ngga enak sama temen papa kalau kamu nolak Cintia teruss,,.."ucap Hendra,menatap Gael...


"Kalau gitu kenapa ngga papa aja yang nerima Cintia(sedikit berteriak),sampai kapanpun aku ngga akan pernah setuju,,"Gael berlari menuju kamarnya,kedua orangtuanya hanya menatapnya tanpa berkata apapun...


"Pa,kenapa papa terus maksain hubungan Cintia sama Gael pa,ingat anak kita itu udah besar kalau Gael ngga nyaman sama Cintia ya sudah,,papa ngga usah maksain hubungan mereka,..."tutur Reni,Hendra menjadi marah dengan perkataan istrinya,...


"Ma,apapun yang papa lakukan itu demi kebaikan Gael sendiri,,terserah mama mau setuju atau ngga,..yang jelas keputusan papa masih tetap sama,,"bentak Hendra,meninggalkan istrinya...


Reni hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku suaminya.tanpa disadari ternyata ada seseorang yang memperhatikan percakapan mereka tadi.


"Tante.."mendengar perkataan itu Reni kemudian menoleh,dan melihat Cintia yang sudah berada didepan pintu.


"Cintia,, kamu?"ucap Reni,..


"Iya Tante ini aku,ternyata benar ya Tan,,sampai sekarang Gael masih belum bisa Nerima aku,,,meskipun aku sudah berusaha mendapatkan cinta Gael,,,,"ucap Cintia dengan air mata yang mengambang-ambang,memainkan tipu muslihatnya.


"Tidak gitu Cintia,tapi menurut saran Tante sebaiknya kamu cari pasangan yang benar-benar mencintai kamu,,masih banyak kok laki-laki diluar sana yang sesuai dengan yang kamu inginkan dan bisa membuat kamu bahagia,,,jadi kamu ngga usah sedih karena Gael belum bisa mencintai kamu,,..."tutur Reni,kemudian Cintia menghampirinya dan memeluk Reni...


"Haaaa Tante,Cintia ngga bisa hidup tanpa Gael,,Tante tau kan dari dulu Cintia sangat mencintai Gael,,,tapi sekarang Cintia sadar kok cinta itu ngga bisa dipaksain,,,, sekarang Cintia hanya bisa berharap suatu hari nanti Gael bisa menerima Cintia,,,,dan Cintia siap menunggu untuk itu yang jelas Cintia ngga mau hidup sama orang lain kecuali Gael,..."ucap Cintia,dengan mudahnya Reni mempercayai perkataan Cintia meskipun didalam hatinya ia masih sangat ragu dengan karakter Cintia.mengingat terakhir kali Cintia pernah menjebak Gael dengan rencana busuknya.


"Tante ngga bisa bilang apa-apa lagi sama kamu,yang jelas suatu hubungan yang dilakukan secara terpaksa itu tidak akan baik,,, sekarang terserah kamu mau dengerin Tante atau ngga,,.."ucap Reni melepas pelukan Cintia.kemudian Cintia berpura pura mengusap air matanya dan berkata,...


"Aku setuju dengan Tante,tapi aku akan buktikan ke Tante bahwa suatu saat nanti Gael akan bisa menerimaku,,dan Gael sendiri yang akan bilang ketante bahwa dia mencintaiku,,"ucap Cintia,kemudian tanpa pamit ia pergi dari sana,...


"Semua hubungan yang dilakukan dengan cara terpaksa tidak akan berakhir baik,,"batin Reni,menatapi kepergian Cintia,...




Sima terlihat sedang duduk melamun sembari memain-mainkan ponselnya.



"Kenapa aku mengalami takdir seperti ini,,aku terjebak dalam dunia ilusiku sendiri,,,ternyata apapun yang dikatakan orang benar kita akan lebih merasa aman bila dirumah kita sendiri,, sementara disini semua orang terlihat ingin menyakiti sesamanya dan mereka hanya hidup berdasarkan golongan mereka,,,mereka tidak berpikir tentang masalah yang orang lain hadapi,,,andai saja aku masih punya kekuatan sihir pasti aku sudah akan memberi pelajaran pada orang-orang yang mencoba menyakitiku,,"batin Sima,kemudian seseorang menepuk pundaknya.karena terkejut Simapun menoleh,...



"Atta,kau"ucap Sima yang kemudian membalikkan badannya,...



"Kenapa kau malah bengong disini,ayo ceritakan padaku apa ada masalah?"tanya Atta yang kemudian duduk dipinggir tempat tidur Sima.


__ADS_1


"Tidak,aku hanya bosan,jadi aku pikir akan duduk disini,..."sahut Sima,..



"Apa kau menyembunyikan sesuatu?"tanya Atta,...



"Tidak,apa yang kusembunyikan,,aku tidak menyembunyikan apapun,,.."ucap Sima,..



"Apa kau bisa menjawab pertanyaanku?"ucap Atta,,



"Tentu saja,kau mau bertanya apa?"



"Coba kau katakan,kenapa kau bisa bertemu dengan Gael dan sampai kau tinggal dirumahnya,,"mendengar perkataan Atta,seketika raut wajah Sima berubah.karena permintaan Gael yang menyuruhnya untuk merahasiakan identitasnya.ia pun mencoba mengalihkan perhatian Atta,..



"Ee-eee,,sebenarnya aku nyasar,,"ucapnya gugup,..




"Ia nyasar,,aku tinggall Sangatt jauhhhh sekali dari sini(merentangkan tangannya hingga membuat tangannya kepentok ditembok)awww,,,"



"Kau tidak papa,,"ucap Atta meraih tangan Sima dan meniup-niupnya,...



"Tidak aku tidak papa,,"Sima menarik tangannya kembali,..



"Hmm iya sudahlah,,bagaimana sekarang kita makan,,ini juga udah hampir larut,..."ucap Atta,kemudian Sima mengangguk dan mengikuti Atta dari belakang,..



Mereka berdua kemudian menuju kedapur,disana sudah tersedia 2 mangkok mie instan yang tadi dimasak Atta disertai masing-masing satu gelas air minum.Sima menatapnya heran,karena sebelumnya baik itu dirumah Gael ataupun dirumah Atta tidak pernah dihidangkan makanan seperti itu.dan seperti biasa kekepoan Sima mulai memuncak,bisa diprediksi ia tidak akan berhenti bertanya,..


__ADS_1


Sima dan Atta kemudian duduk dimeja makan.sementara Atta yang asik menyantap makanannya, sementara Sima hanya memandanginya sambil memain-mainkannya.



Atta terlihat memandangi Sima,ia bingung kenapa Sima hanya memainkan hidangan yang dibuatnya,.



"Kenapa Sima apa itu tidak enak?"tanya Atta menatapi Sima,..



"Tidak,tapi aku sedikit bingung Ta,apa nama makanan seaneh ini aku tidak pernah melihat ini sebelumnya,.."ucap Sima,tapi bukannya menjawab pertanyaan Sima.Atta malah tertawa seperti apa yang biasa dilakukan Gael pada Sima.dan hal itu lantas membuat Sima teringat pada Gael,...



"Kenapa kau tertawa,,kau sama saja dengan temanmu,, selalu menertawakan orang bertanya,,"ucap Sima...



"Bagaimana aku tidak tertawa,,apa benar kau tidak pernah memakannya,,,kau tau mie instan ini sangat populer dikalangan anak muda zaman sekarang,,,"ucap Atta sedikit tertawa..



"Ihh aku tidak tau makannya aku bertanya,,,sebab orang tuaku bilang kita tidak boleh malu bertanya kalau tidak tau,,"ucap Sima...



"Iya sudah kau bisa bernyata sekarang katakan padaku apa yang kau ingin tanyakan?"ucap Atta menatap Sima,..



"Sudahlah aku kehilangan semangat untuk bertanya,,"ucap Sima sedikit cemberut..



"Hmm kamu ngambek,,iya udah tapi kalau mau tau mie instan ini aman kok kalau dimakan."ucap Atta,...



"Benarkah,jadi boleh makan banyak dong"sahut Sima...



"Iya ngga juga kali,ini tuh ngga boleh dimakan terlalu sering kau tau,,"ucap Atta,,"hmm ngomong-ngomong udah ngga ngambek lagi nih,,"lanjutnya menggoda Sima...



"Apaan sih,"sahut Sima seketika pipinya memerah karena malu.

__ADS_1


__ADS_2