
"Apa yang terjadi padaku,,ada apa dengan perasaanku,,,kenapa disini aku menjadi sangat emosional sejak kapan aku mulai mencintai seseorang kembali..siapa yang kucintai kenapa kedua pria itu(Atta dan Gael) membuat perasaanku menjadi tidak menentu..ayolah Sima mereka berdua seorang manusia dan kau tidak boleh sampai jatuh cinta pada mereka.."gumam Sima,yang terlihat sedang berada dikamarnya..
Terlihat ponsel Sima sedang berdering ia mendapatkan panggilan dari seseorang.kemudian Sima mengambil ponselnya,dan segera menjawab panggilannya...
~~~~percakapan Sima ditelepon~~~
Sima:haloo..
Atta:hai Sima kamu dirumah kan??
Sima:iya Ta aku dirumah,ada apa?
Atta:aku cuma mau bilang,nanti malam habis aku kerja kita makan malam bersama yahh direstoran biasa (ucap Gael senyum-senyum)
Sima:makan malam??di tempat yang besar itu kan?? wah kayaknya asik tuh(serunyah,namun mendadak Sima terdiam)
Atta:Sima halo,kau masih disana?(Atta bingung karena mendadak Sima diam)
Sima:tidak,tapi apa itu tidak akan membuat masalah..
Atta:tidak akan terjadi apa,lagipula sekarang semua orang sudah tau kedekatan kita..
Sima:baiklah jika itu yang kau katakan..
Atta:okey,,oh iya jangan lupa nanti pakai baju yang aku kasi yah,,,itu ada dikamarku tadi aku lupa memberikannya...
__ADS_1
Sima:hmmm baiklah nanti akan kucoba
Atta:ingat coba dulu nanti kalo ngga suka aku beliin yang baru..
Sima:aku coba dulu nanti baru ku hubungi kau lagi..
Atta:iya bawell, kalo gitu aku lanjut kerja dulu,,sampai bertemu nanti malam..
Sima:iya pak..(Sima memutuskan panggilannya,kemudian ia bergegas menuju kamar Atta,,)
Sementara ditempat Atta terlihat ia sedang tersenyum-senyum sendiri,hingga membuat beberapa orang yang lewat bingung melihat tingkahnya.Atta yang melihat itu kembali bersikap tegas dan memalingkan wajahnya.
"Aku akan mengungkapkan perasaanku padamu Sima meski aku belum tau pasti siapa identitas aslimu saat ini..tapi perlahan aku pasti akan mengetahuinya."batin Atta kemudian ia beranjak pergi dari tempatnya saat ini..
"Ohhh Gael kebetulan banget sih kita bertemu disini..kamu pasti mau beli bunga buat aku yaahh ohh sosweett banget sih.."ucap Cintia ganjen,sembari bergelayut manja dilengan Gael akan tetapi Gael menepisnya.
"Maaf pak,ini pacar bapak yaa,,,kalian kelihatan serasi.."ucap sang pemilit toko..
"Bapak kok tau sih,tapi tebakan bapak sedikit salah aku ini bukan pacarnya tapi calon istrinya.."ucap Cintia kembali bergelayutan dilengan Gael dan lagi-lagi Gael menepisnya...
"Apaan sih,pak saya disini mau beli bunga yaa pak,,bukan mau bapak tau tentang kehidupan pribadi saya,,,dan satu lagi pak dia itu bukan siapa-siapa saya bapak tau itu.."bentak Gael kemudian beranjak pergi meninggalkan tempat itu.
Cintia hendak mengejarnya namun tidak bisa karena Gael keburu masuk kedalam mobil,dan melajukan mobilnya. "Ihh awas ya Gael,aku tau kamu mau beli bunga buat siapa,,liat aja ya akan aku hancurin semua rencana yang kamu buat.."ucap Cintia menatapi kepergian Gael..
"Nyebelin banget sih tuh orang,bukannya ngeladenin pembeli beli bunga malah bergosip,,itu lagi sih Cintia ngga bisa apa dia ngga mengganggu sehari aja,,,bikin mood orang rusak aja.."Gael mengomel sembari menyetir mobilnya,ditengah jalan ia melihat sebuah toko perhiasan disana ia memutuskan untuk membeli sesuatu untuk Sima.
__ADS_1
Ia pun memasuki toko itu dan memilih beberapa perhiasan dan akhirnya iapun menuju ke apartemen pribadi milik Atta yang terlihat sudah tidak jauh dari sana.
Sementara Sima terlihat sedang berada dikamar Atta sembari mencoba baju pemberian Atta.tidak lupa ia berpose-pose didepan cermin.meskipun terlihat cermin itu sudah muak sekali dengan gaya-gaya kuno Sima,rasanya cermin itu ingin lari ditempat itu akan tetapi tidak bisa. meskipun begitu Sima terlihat sangat cantik,dengan pose-posenya itu.
Bel punti depan pun berbunyi, seketika Sima menjadi bingung tidak mungkin ia akan datang dan membukakan pintu dengan baju seperti itu.dengan terpaksa iapun memberanikan diri dan membuka pintu.
Saat Sima membuka pintu, seseorang dengan sigap membungkam mulutnya dan menariknya kedalam.Sima dengan tegas memberontak bahkan sampai-sampai ia menggigit tangan orang itu hingga merasa kesakitan.
Ternyata itu adalah Gael.awalnya Sima merasa sangat marah karena ia pikir itu orang asing dan bukan Gael,akan tetapi setelah melihat Gael ia menjadi sedikit tenang namun ia tetap berpura-pura marah untuk mengerjai Gael.
"Kau,kenapa kau melakukan itu,kau tau aku marah padamu.."ucap Sima cemberut dan memalingkan wajahnya dari Gael.Gael pun melingkarkan tangannya diper\*t Sima dan coba merayunya,dengan cepat Sima pun menepisnya.
"Apa yang kau lakukan?"ucap Sima
"Aku tidak melakukan apapun,aku hanya coba membujuk seseorang kelihatannya dia sedang marah.."ucap Gael.
Sima terkejut sekaligus terharu karena dia tau Gael tidak mungkin macam-macam lagi dengannya.
"Kenapa kau kesini?"tanya Sima
"Apa aku tidak bisa kesini,ini rumah temanku,"sahut Gael,kemudian ia menatapi Sima saat Sima memakai baju pemberian Atta.Sima terlihat sangat memukau sehingga membuat Gael terdiam.
"Hei kenapa kau seketika diam seperti itu,apa ada yang salah?"ucap Sima..
"Kau cantik,,"ucap Gael,yang terus menatapi Sima..
__ADS_1
*jeng jeng jeng aku kembali lagi,
Selamat membaca*:)