Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)

Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)
bab 18


__ADS_3

Akhirnya Gael sudah sampai didepan rumah,,saat ia sampai diruang tengah ia sudah mendapati Sima yang sedang tertidur lelap disofa.


Ia menatapi Sima,pesona Sima bak putri kerajaan terpampang jelas diwajahnya.gadis yang terlihat sangat polos hingga dapat meluluhkan hati seorang playboy seperti Gael.


Gael kemudian mendekati Sima dan membelai wajah Sima dan membenarkan rambut Sima yang terlihat acak-acakan.


"Awalnya aku kira kau sama seperti wanita lain,namun ternyata kau sangat berbeda,,kau begitu polos,,meskipun kau melarangku untuk mendekatimu,,tapi ntah kenapa hatiku tidak bisa melakukan itu,,kau wanita yang sangat istimewa Sima,,"ucap Gael,,


Kemudian Gael mengangkat tubuh Sima dan menggendongnya menuju kekamar.Sima terlihat tidur pulas sehingga ia tidak menyadari hal itu.sesampai dikamar Sima,Gael merebahkannya diatas tempat tidur.


Ketika Gael akan meninggalkannya ia melihat Sima yang nampak kedinginan.kemudian ia mengambil sebuah Selimut dan lantas menyelimuti Sima.sekali ia mencium kening Sima dan meninggalkannya begitu saja.


Setelah beberapa menit Gael kembali lagi,dan meletakkan sebuah benda dibawah bantal Sima kemudian ia meninggalkannya lagi..


"Ini yang kau inginkan,,mungkin ini adalah pertemuan terakhir kita dirumah ini,,dan aku tentunya akan berpisah lama denganmu."ucap Gael,


Gael menuju kekamarnya dan terduduk dipinggir tempat tidurnya.kemudian ia mengambil sebuah ponsel yang ada di sakunya dan menelepon seseorang.


Percakapan ditelepon~~~


Atta:halo Gael ada apa ?tumben nelpon malam-malam


Gael:Ta gw cuma mau bilang sesuatu sama lho,apa lho ada waktu?(tanya Gael)


Atta:lho mau bilang apa,bilang aja sih(ucap Atta yang balik bertanya)


Gael:jadi gini Taa,gw udah pertimbangin ucapan lho kemarin,,dan gw rasa Sima untuk sementara waktu bisa tinggal dirumah lho..


Mendengar hal itu langsung membuat Atta senang, sampai-sampai ia tersenyum sendiri memikirkannya.

__ADS_1


Atta:kenapa tiba-tiba lho berubah pikiran,bukannya sebelumnya lho yang menolak saran gw?


Gael:ngga gitu Ta,gw cuma khawatir besok mungkin ibu dan ayah gw mau pulang gw ngga tau lagi harus gimana makanya gw minta bantuan lho buat ngejagain Sima.


Atta:ohh jadi ortu lho mau balik,iya udah kalo gitu gw sebagai sahabat lho tentunya senang bisa bantuin lho,,kapan gw bisa jemput Sima?


Gael:kalo bisa sih besok pagi Ta, pagi-pagi sekali sekitar jam 4 lah gw ngga mau sampai semua orang liat nanti bisa jadi masalah,


Atta:lho serius,jam segitu(terkejut) kalo gitu lho sama Sima tunggu gw didepan gerbang okey


Gael:iya Ta,tapi lho harus janji jaga Sima baik-baik jangan lho buat Sima sedih mungkin sesekali gw akan berkunjung ke apartemen lho


Atta:lho ngga usah khawatir Gael,Sima aman bersama Gw..


Gael:kalau begitu gw tunggu lho besok pagi,


Atta:gw pastiin gw ngga bakal terlambat.


Gael membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur,dan menatap langit-langit kamar.rasa berat kehilangan seseorang sudah mulai dirasanya.didalam hati yang paling dalam Gael sebenarnya belum bisa merelakan kepergian Sima,namun ini harus ia lakukan demi keamanan Sima.


Sementara diapartemen Atta terlihat senyum-senyum sendiri saat mendengar Sima akan tinggal dirumahnya.ia begitu bersemangat sampai-sampai ia sendiri sudah menyiapkan kamar yang nantinya akan dipakai Sima.


Kini sudah mulai pukul dua pagi,Gael pergi kekamar Sima dan membangunkannya.


"Gael,kenapa kau bangunkan dirinya sepagi ini,,"ucap Sima malas dan masih memejamkan matanya.


"Kau harus pergi dari sini,kita harus siap-siap dulu.."ucap Gael,sontak membuat Sima terkejut dan terbangun..


"Pergii,,kita mau kemana?"tanya Sima ...

__ADS_1


"Bukan kita tapi kau, mulai sekarang kau akan tinggal bersama Atta,,karena ibu dan ayahku akan pulang."ucap Gael membawa sebuah koper dan memasukan baju-baju Sima yang ia belikan sebelumnya.


"Kenapa,kenapa kau menyuruhku tinggal bersama pria tampan itu?"tanya Sima heran


"Bukankah kau dulu pernah bilang kau mencintainya,, sekarang tinggallah bersamanya,,"ucap Gael...


"Kenapa kau melakukan itu?,bukankah kita sudah berteman,,kenapa kau menyuruhku pergi dari sini?"tanya Sima,yang mulai nampak sedih..


"Kau ingat dulu aku pernah bilang padamu jika ibu dan ayahku kesini jangan pernah perlihatkan dirimu didepan mereka,,dan mereka akan datang,,jika kau masih dirumah ini tentunya itu akan menjadi sebuah masalah dan aku tidak mau kau terkena masalah dengannya."ucap Gael menghampiri Sima dan memegang kedua belah pipi Sima dan coba meyakinkannya.


"Kau benar kita sudah berteman,tapi tidak semua orang bisa menerimanya,,aku janji akan secepatnya membawamu kembali,,tapi untuk saat ini tolonglah kau tinggal sementara waktu dirumah Atta,,aku akan sering mengunjungimu kesana,,"lanjutnyaa...


"Baiklah jika itu maumu,aku tidak bisa menolak,,tapi kau harus benar-benar tepati janjimu kau akan selalu mengunjungiku.."ucap Sima menatap Gael..


Lalu saat Sima ingin mengambil sebuah bantal,ia mendapati sesuatu yang ada dibawah bantalnya..


"Apa ini?"ucap Sima mengambil benda itu,kemudian Gael menoleh kearah benda yang dipegang Sima itu.


"Itu ponsel,itu hadiah dariku ambilahh."ucap Gael "bukankah kau ingin memilikinya,,"lanjutnya..


"Kau sungguh memberikannya makasih,,"ucap Sima sembari membuka kotak tersebut dan mengambil sebuah ponsel yang ada didalamnya. "Tapi aku tidak bisa menggunakannya,,"ucap Sima membolak-balik ponsel tersebut..


"Sini biar ku ajarkan cara pakainya,,"ucap Gael,ia pun mengajarkan Sima cara memakai ponsel itu.Sima terlihat sangat senang dan bersemangat.


"Terimakasih,"ucap Sima tersenyum,Gael hanya mengangguk sembari tersenyum juga.


Kemudian mereka berdua kembali membereskan barang-barang.


"Gael,boleh ku minta sesuatu,,"ucap Sima ,Gael hanya mengangguk dan tersenyum

__ADS_1


"Pelukkk aku tolong,,"ucap Sima,sontak saja permintaannya membuat Gael terkejut,lantas ia membulat matanya.


__ADS_2