Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)

Terjebak 1001 Hari(Dunia Ilusiku Sendiri)
bab 8


__ADS_3

"Mereka tidak akan mendengarmu mereka sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing."


"Baiklah kalo begitu,aku akan diam disini sampai mereka datang,"Sima masih tetap pada pendiriannya,tanpa memperhatikan Gael.


Lalu tiba-tiba Gael menghampiri Sima dan menggendongnya.


"Hei apa yang kau lakukan turunkan aku,hei apa kau dengar turunkan aku."teriak Sima sembari memukul-mukul tangan Gael yang saat ini sedang menggendong.


Sesampainya dikamar Gael Mendudukan Sima diatas tempat tidur,dan menatapnya tajam sembari bersender didepan pintu.


"Kenapa kau menatapku seperti itu?"Sima bingung ketika melihat Gael sedang menatap dirinya.


"Kau selalu salah paham denganku,aku tidak akan menyakitimu,,lagipula aku seorang selebriti jadi aku juga harus menjaga image ku didepan semua orang,dan kau tidak usah bertanya lagi apa itu selebriti atau apapun yang kukatakan tadi ,"


Gael langsung meninggalkan Sima ,dan pergi dari ruangan itu.


"Kenapa dia sangat aneh?"gumam Sima, "kadang ingin mendekat kadang juga menjauh,,tidak bisa ditebak,tapi lebih baik sih dia menjauh,,jadi aku bisa tenang dan segera pergi dari sini"

__ADS_1


Dua Minggu kemudian.....


Sima sudah benar-benar pulih,Gael merawatnya dengan baik.ia selalu menanyakan kondisi Sima meskipun terkadang mereka selalu bertengkar.kali ini Sima benar-benar sudah terbiasa dengan kehadiran Gael,dan juga sudah mulai terbiasa dengan sikap Gael.


Bahkan ada sebuah perasaan didalam hatinya yang tidak bisa ia ungkapkan.kali ini ia sedang terlihat duduk termenung disofa(ruang tengah).


"Bagaimana ini,aku harus pergi dari sini,,aku tidak mau tinggal dengan pria aneh itu lagi,,tetapi kenapa aku tidak bisa pergi,,ada apa dengan hatiku"batin Sima menatap sebuah televisi yang dari dulu mau dia tonton.


Ia mulai memikirkan kenangannya dulu,ketika ia pertama melihat benda yang saat ini ditatapnya dan caranya berdebat dengan Gael.


"Rasanya sangat berat jika aku meninggalkan rumah ini,tapi aku juga harus pergi dari sini "saat ini pikiran Gael sedang berada didalam sebuah dilema.ia harus memilih salah satu antara menetap dan pergi.


Ternyata hal itu sudah diketahui Gael lewat salah satu cctv yang ada disana, bukannya marah Gael hanya tersenyum dan segera menghampiri Sima.


"Hei,mau kemana kau?"Gael sudah nampak berdiri ditangga sembari menatap Sima.


"K-ka-kau,aku hanya sedang melihat semut,ia melihat semut disini semutnya sangat banyak,,kau tau ini harus dibersihkan."Sima gugup,dan berusaha mengalihkan perhatian Gael.

__ADS_1


"Semut?,mana biar aku lihat,,pelayan itu tidak bekerja dengan benar sehingga membiarkan semut bersarang disini."Gael menghampiri Sima,yang masih terlihat sangat gugup.ia berpura-pura mengecek situasi di tempat yang Sima tunjukan padahal ia tau disana tidak ada semut.


"Mana,tidak ada semut disini apa kau hanya mengigau,,sudah sekarang kau kekamarmu,,tidak baik untukmu jika sekarang kau berada diluar,,kau akan terus mengigau meskipun tidak tidur,"ujar Gael.


Wajah Sima seketika berubah masam,ia terpaksa menurut dan pergi kekamar.kali ini ia tidak akan bisa menolak karena dirinyalah yang bersalah.


Dengan tubuh lesu,satu persatu tangga dinaikinya.Gael dalam hatinya sangat merasa terhibur melihat tingkah laku Sima yang menggemaskan.saat ini ia ingin tertawa namun ia menahannya demi menjaga dirinya agar tetap terlihat tegas didepan Sima.


"Penyihir itu datang,kalau tidak aku mungkin sudah pergi dari sini."batin Sima.


"Kau mau pergi dari sini,itu tidak akan mudah,aku tidak akan pernah membiarkan kau pergi"batin Gael.


Sesampainya dikamar Sima hanya duduk termenung,tanpa ia sadari Gael sudah ada didepan pintu yang saat ini terbuka.


"Kau sangat manis ketika sedang cemberut seperti itu."ucap Gael,


"Kau,sedang apa kau disini,apa kau ingin membuat masalah lagi?"Sima terlihat sangat malas,bahkan tidak sedikitpun ia menoleh kearah Gael saat ini.

__ADS_1


"Tidak,aku hanya mau bilang hari ini beberapa temanku akan datang kesini,,aku harap kau tetap dikamarmu,,aku tidak mau mereka sampai tau kau disini."


"Hanya itu saja baiklah,kau tidak akan keluar kamar,,apa ada yang lain,"


__ADS_2